Bikin Mewek, Ini 5 Penyesalan Orang Tua yang Sesungguhnya Setelah Anak Beranjak Dewasa!

penyesalan orang tua setelah anak besar

“Seandainya dulu…”

Advertisement

Sering nggak merasa begini? Termasuk dalam mengasuh dan membesarkan si kecil, banyak orang tua yang seiring waktu diam-diam merasa, harusnya dulu waktu hamil begini, begitu. Saat si kecil lahir, harusnya nggak begini dan nggak begitu. Seandainya ada mesin waktu, ingin rasanya mengubah beberapa hal yang dilakukan, karena dulu nggak tahu.

Penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi selama masih ada waktu, jangan sampai kamu dan pasangan menyesali lebih banyak hal lagi setelah anak beranjak besar. Kalau sudah berlalu, ya nggak bisa kembali lagi seperti dulu. Biar mama papa nggak sampai menyesal lebih banyak, coba baca dan renungkan ini deh.

1. Terlalu banyak mengoreksi daripada berusaha terkoneksi. Niatnya sih kasih masukan, tapi…

Jangan banyak mengoreksi anak | Credit: Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Kadang orang tua gemas ingin mengoreksi banyak hal pada anaknya. Tapi sayang, saking banyaknya koreksi, jadi sering banget lupa bahwa orang tua dan anak harusnya lebih terkoneksi. Bonding kerap dilupakan karena mama papa ingin ‘mendidik’. Disiplin sih boleh, tapi  ingat untuk lebih mengutamakan membina hubungan yang baik terlebih dahulu.

Advertisement

2. Selalu bilang jangan menangis, tapi tak belajar memahami emosi yang dirasakan

Melarang anak menangis terus | Credit: Josh Willink from Pexels via www.pexels.com

“Hush, sudah jangan nangis!”

Merasa familier dengan kalimat itu? Memang mendengarkan tangisan anak bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi ingat, anak-anak masih awam soal emosi. Mereka butuh perasaan mereka divalidasi, dibantu memahami dan mengatasi emosi yang mereka rasakan sebagai hal yang wajar. Jangan marah-marah terus sampai anak nggak bisa memahami emosinya sendiri 🙁

3. Banyak mengabadikan foto digital, tapi lupa untuk benar-benar menikmati setiap momen bersamanya

Nggak menikmati momen bersama anak | Credit: Gustavo Fring from Pexels via www.pexels.com

Jangan salah, penting lo moms untuk banyak mengabadikan momen dengan anak! Tapi, jangan sampai momen sebenarnya justru kalah banyak sama foto-fotonya. Mengabadikan momen dalam foto memang penting, tapi menikmati momen secara penuh bersama anak-anak itu jauh lebih penting! Kalau sudah lewat masa-masa dekat bersama si kecil, nanti menyesal lo…

Advertisement

4. Terlalu banyak membandingkan anak dan kurang menghargai keunikannya

Suka membandingkan anak | Credit: Photo by Matheus Bertelli from Pexels via www.pexels.com

Kamu aja nggak suka dibanding-bandingkan. Gimana perasaan anakmu kalau kamu juga suka membandingkan dirinya dan nggak pernah mengakui keunikannya? Sedih kan 🙁

5. Terlalu banyak ekspektasi tanpa berusaha lebih dalam mengakui anak sebagai pribadi yang utuh sempurna

Credit: Deposit Photos | Credit: Child Closed Ears when Parents Scolding in Room. Portrait of Frowning Dark-Haired Sad Girl in Gray T-shirt Sits at Table next to Window Has Probem with Homework. Family Relationship Problems, Deposit Photos via id.depositphotos.com

Mungkin mama dan papa punya segudang harapan baik untuk si kecil, akibatnya ekspektasi jadi tinggi berlebihan dan kalau anak nggak memenuhi itu, kita jadi kecewa dan marah. Duh, coba posisinya dibalik deh. Nyaman nggak? Pas gede, si kecil mungkin menjauh karena takut ayah dan ibunya marah dan kecewa karena dia nggak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Waktu adalah hal abstrak yang penting, sekali lepas dari tangan ya nggak akan pernah kembali lagi. Jangan sia-siakan momen bersama anak, jangan sepelekan momen di mana kamu dan pasangan bisa menjadi sahabat mereka, menghargai mereka sebagai pribadi yang utuh dan unik. Jangan sampai pas udah gede, anak jadi punya banyak kepahitan karena kita sebagai orang tua nggak membangun koneksi dan komunikasi yang baik ya. Nyeselnya tuh nanti, bukan sekarang :”)

Follow Mamin di Instagram @hipweeyoungmom atau gabung ke Support Group di Whatsapp juga yuk. Media curhat yang fun, menghadirkan konten-konten inspiratif dan terpercaya buat para moms #KarenaSemuaIbuBerhakBahagia
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE