Menikah, berkeluarga dan membina rumah tangga jadi bagian dalam fase hidup kebanyakan orang di luar sana, dan bisa jadi termasuk kamu juga. Ini sudah termasuk punya anak dan siap-siap jadi orang tua. Tapi, pernah nggak sih terpikir merencanakan finansial sebelum kehamilan? Apa jangan-jangan kamu dan pasangan termasuk tipe yang menganut “Ya udah lah, sambil ngalir aja, nanti pasti ada rezeki kok!”.

Yakin, nggak bakal pusing nantinya kalau kepedean begini?

Advertisement

Ya, jadi optimis itu baik. Tapi lebih baik lagi jadi sosok calon orang tua yang cerdas, optimis dan preventif. Salah satunya, dengan merencanakan keuangan secara bijaksana sebelum kehamilan. Gunanya ya agar saat menjalani kehamilan, minim was-was dan setelah melahirkan nanti, nggak sampai ‘tersesat’ dan malah sibuk berhutang. Agar wawasanmu lebih terbuka, simak dulu yuk ulasannya berikut ini!

1. Hal pertama, adalah memastikan kalian punya cash flow yang baik dan bebas hutang. Jangan sampai besar pasak dari tiang, sebelum merencanakan punya anak

Tabungan via www.pexels.com

Berbeda dari keyakinan klasik, yang membiarkan kehamilan mengalir gitu saja tanpa perencanaan matang, ada baiknya kamu berpikir jangka panjang dengan memastikan keuangan kamu dan pasangan sehat dan lancar, sebelum merencanakan kehamilan. Andaikata ada hutang pun, pastikan itu ‘hutang lancar’ yang sudah punya anggaran aman untuk melunasinya tiap bulan. Pastikan juga kamu dan pasangan sudah punya asuransi, minimal BPJS dan ada tabungan khusus dana darurat, yang setidaknya sebesar 3-6 bulan gaji. Ya, karena nggak mungkin kan kita selalu bergantung dengan orang lain saat butuh dana mendadak?

2. Berikutnya adalah mempersiapkan dana yang akan dibutuhkan untuk menjalani kehamilan, mulai dari menghitung anggaran kontrol bulanan sampai anggaran suplemen dan makanan bergizi untuk ibu hamil

Nabung! via www.pexels.com

Sebagai gambaran, di trimester pertama dan kedua, kamu kemungkinan besar akan melakukan kontrol ke bidan atau dokter kandungan minimal sebulan sekali, termasuk ongkos cetak foto USG. Kemudian akan ada resep suplemen vitamin dan susu kehamilan yang harus ditebus. Belum lagi, selama hamil ibu hamil akan dianjurkan mengonsumsi lebih banyak asupan makanan bergizi. Nah, itu perlu dihitung, berapa bujet yang perlu dikeluarkan selama 9 bulan kehamilan. Belum lagi, kamu mungkin akan dianjurkan ikut senam atau yoga hamil. Di trimester akhir juga, frekuensi kontrol akan jadi per minggu mendekati HPL, bukan lagi sebulan sekali.

Advertisement

Ingat, biaya ini bisa saja membengkak dengan adanya tes-tes ibu hamil tambahan, jika disarankan dokter. Belum lagi kalau ada obat-obatan khusus yang harus dikonsumsi, kalau kehamilanmu memiliki indikasi medis tertentu.

3.  Kebutuhan ibu hamil akan bertambah lagi di trimester kedua. Seperti mulai mempersiapkan baju hamil, bantal ibu hamil sampai bra dan cd ibu hamil

Pilih bra hamil via www.babycenter.com

Soal ini bisa kamu hitung sendiri, anggaran yang mana yang perlu kamu buat. Kalau baju masih kira-kira muat sampai hari melahirkan, jangan kalap memborong hanya karena godaan diskon atau bajunya lucu ya!

4. Anggaran perlengkapan bayi juga harus dipersiapkan karena jelang trimester kedua dan ketiga kamu akan mencicil segala kebutuhan bayi setelah ia lahir nanti

Hitung baik-baik bujetnya via www.babycenter.com

Dan jangan kalap membeli banyak baju bayi terlalu dini karena di 2-3 bulan pertama, bayi akan bertumbuh sangat cepat sehingga banyak baju yang akan cepat sempit sebelum dipakai lama. Lebih baik fokus ke kebutuhan krusial bayi seperti popok, baju rumah dan perintilan ASI. Di masa ini, siapkan juga surat-surat asuransi (jika ada) dan dana darurat untuk kelahiran, termasuk jika ada kemungkinan komplikasi karena akan membuat dana melahirkan jadi membengkak.

5. Berikutnya, mulailah membuat daftar rencana vaksin atau imunisasi untuk anak setelah nanti lahir. Tentukan apakah nanti akan ikut vaksin mandiri atau ikut program pemerintah

Meski sama baiknya, ada beberapa jenis vaksin yang tidak terkover oleh pemerintah. Kamu bisa saja memilih vaksin esensial dari pemerintah yang diberikan gratis atau cuma-cuma, namun bisa juga menambahkan dengan vaksin ekstra seperti vaksin rotavirus atau influenza yang nggak masuk dalam daftar vaksin yang tersubsidi pemerintah. Rencanakan dengan baik agar bujetmu nggak jebol ya.

6. Terakhir, meski banyak pengeluaran, pastikan kamu sudah mulai menabung untuk anggaran asuransi kesehatan dan pendidikan anak. Jadi, saat anak lahir, anak sudah punya asuransi untuk masa depannya kelak

Sayang anak, persiapannya juga kudu pol dong via www.theeverydaymomlife.com

Demi generasi selanjutnya yang lebih sehat dan berkualitas, yuk rencanakan dengan baik dana pendidikan anak bahkan saat kehamilan masih dalam perencanaan. Setidaknya, kalau ada apa-apa kan dana pendidikan anak sudah aman dan terkover dengan asuransi.

Nah, setelah merencanakan finansial dengan matang, setidaknya kamu dan pasangan bisa lebih siap saat menyambut si kecil nanti. Hati tenang, bisa lebih fokus ‘bikin’ si adik bayi dan momongnya nanti kan, hehe.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya