6 Hal yang Tanpa Disadari Justru Jadi Toxic Buat Diri Sendiri. Para Ibu Wajib Baca!

Sikap toxic pada diri sendiri

Berusaha memberikan hal terbaik untuk keluarga adalah hal yang selalu Moms prioritaskan. Meski kadang terasa sulit, tapi Moms punya dukungan dari anak dan suami yang membuat Moms lebih kuat. Selain dukungan tersebut, penting bagi Moms untuk menghindari sikap toxic. Tahukah, Moms kalau sikap toxic bisa terjadi pada diri sendiri?

Advertisement

Biasanya kita kenal toxic people atau orang yang memiliki sifat yang merugikan orang lain. Namun, sikap toxic ini bisa saja terjadi pada diri sendiri dan merugikan diri sendiri. Penting banget buat Moms tahu hal apa saja yang mungkin sering Moms lakukan, tapi ternyata menyebabkan toxic pada diri Moms sendiri. Simak infonya yuk!

1. Sering merasa Insecure dan meragukan diri sendiri. Sikap ini biasanya karena Moms selalu merasa punya kekurangan dalam diri

Merasa insecure | Photo by Bear Fotos via www.freepik.com

Mulailah dengan memberikan afirmasi positif pada diri sendiri, bahwa Moms bisa melakukan hal luar biasa tanpa harus membandingkan dengan pencapaian orang lain. Meragukan diri sendiri justru membuat Moms terperangkap dalam pikiran dan perasaan sendiri yang akhirnya membuat Moms takut mencoba hal baru. Mom harus yakin kalau keluarga selalu mendukung Moms untuk berkembang.

Hal yang harus Moms tahu supaya bisa percaya diri adalah ‘Moms itu hebat, no debate!’

Advertisement

2. Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan bisa menghambat produktivitas dan menambah beban pikiran. Kurangi yang begini ya, Moms!

Jangan membiasakan menunda pekerjaan | Photo by Way Home Studio via www.freepik.com

Sikap ini sering sekali dilakukan dengan kesadaran atau kesengajaan dengan berbagai alasan. Sesekali menunda memang nggak masalah, apalagi jika Moms tetap bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun, jika hal ini menjadi kebiasaan Moms justru akan merasa kesulitasn sendiri. Akhirnya pekerjaan bisa menumpuk, Moms harus punya tenaga ekstra untuk menyelesaikannya dan Moms akan merasa lebih lelah.

Jika hal ini sudah terjadi, mulailah mengatur waktu dengan baik  memertimbangkan pekerjaan dari skala prioritas dengan membuat to do list untuk memudahkan Moms.

3. Mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Bukan introspeksi diri yang Moms dapatkan, tapi rasa gagal terus-terusan

Mengkritik diri sendiri secara berlebihan | Photo by Tirachardz via www.freepik.com

Mengetahui kesalahan diri sendiri adalah hal yang baik, karena Moms jadi bisa belajar dengan memperbaiki kesalahan. Namun, jika hal ini dilakukan secara berlebihan, Moms justru akan merasa nggak ada hal yang bisa diperbaiki alias gagal terus. Kritik berlebihan pada diri sendiri juga membuat Moms berpikiran negatif yang akhirnya bisa membuat Moms mudah curiga, sering ragu-ragu dan takut melangkah.

Terapkan pada diri sendiri bahwa Moms dalam tahap belajar, jadi nggak masalah jika salah atau gagal karena Moms bisa belajar lagi untuk memperbaikinya.

4. Berusaha selalu bisa menyenangkan semua orang. Moms berhak untuk menolak dan berpendapat, lo!

Berusaha menyenangkan semua orang | Photo by Bear Fotos

Bisa menyenangkan orang lain kadang merupakan bentuk penghargaan untuk orang tersebut. Hal ini juga termasuk kebaikan dalam kehidupan sosial. Namun, jangan sampai Moms melakukan hal ini dengan berlebihan sampai mengabaikan hak dan kebahagiaan Moms sendiri. Berilah batas kapan dan siapa saja yang berhak untuk Moms utamakan. Jika dirasa sudah di luar batas, Moms boleh menolak atau memberikan pendapat Moms sendiri. Mengikuti dan menyenangkan semua orang memang sangat melelahkan 🙁

5. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Nggak  akan ada selesainya, karena tolok ukur sebuah pencapaian itu Moms sendiri yang menentukan

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain | Photo by Shurkin-Son via www.freepik.com

Melihat keberhasilan orang lain dalam mendidik dan merawat anak kadang memang membuat Moms terinspirasi danlebih semangat. Namun, jangan sampai keberhasilan tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan yang harus Moms capai juga. Perlu disadari bahwa setiap Moms dan setiap anak adalah pasangan sempurna yang punya kemampuan dan pencapaian masing-masing.

Cara atau jalan menuju pencapaian itu pun berbeda-beda tiap orang. Jadi fokuslah pada diri Moms sendiri dan apa yang bisa Moms berikan untuk anak tanpa harus membandingkan dengan orang lain.

6. Terlalu perfeksionis supaya bisa menjadi supermom. Nggak ada yang sempurna, yang ada hanyalah Moms yang sudah berusaha

Perfeksionis | Photo by FW Studio via www.freepik.com

Menjadi ibu yang super sempurna adalah impian semua Moms. Biasanya Moms merasa harus pantang lelah, pantang berbuat salah dan harus bisa melakukan semua hal dengan sempurna. Jika ada hal yang gagal dicapai biasanya menyebabkan Moms panik dan stres. Padahal lelah, salah dan ketidaksempurnaan adalah hal yang sangat wajar. Bahkan, Moms butuh rasa lelah supaya punya waktu untuk istirahat dan butuh ‘salah’ supaya bisa terus belajar. Ketidaksempurnaan itulah yang sebenarnya membuat Moms mampu terus berusaha menjadi ibu yang baik.

Sudahkah Moms menyadari bahwa hal-hal tadi bisa jadi “racun” buat diri sendiri?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE