Agar Menjadi Pribadi Sopan, Ajarkan 6 Teladan Ini ke Anak Sejak Dini!

Teladan sopan santun

Pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak sejak dini akan sangat berpengaruh saat ia sudah dewasa. Apalagi jika kita membahas tentang etika, rasanya nggak pernah lekang oleh waktu. Seberapa berkembang dan canggihnya suatu zaman, tetap saja etika tak akan pernah luntur. Hal ini juga menjadi alasan mengapa orang tua perlu mendampingi anak dan mengajarkan norma kesopanan khususnya ketika anak masih usia. Norma kesopanan juga sangat berhubungan erat dengan pergaulan dan kehidupan sehari-hari sehingga anak perlu paham akan hal ini.

Advertisement

Berikut sopan santun yang perlu diajarkan pada anak agar mereka mulai mempelajarinya sejak dini dan harus diperhatikan pada orang tua!

1.Mengajarkan pada mereka untuk selalu mengucapkan terima kasih, meminta tolong, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Walaupun tergolong hal yang sepele, namun mengajarkan norma kesopanan pada anak bisa dimulai dari 3 hal kecil seperti membiasakan anak untuk mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu, mengatakan tolong ketika ingin meminta bantuan dan selalu mengatakan maaf jika melakukan kesalahan. Moms bisa mengajarkan tata krama tersebut ketika anak mulai memasuki usia 2 hingga 3 tahunan.

2.Mengajarkan untuk selalu menghormati orang yang lebih tua dan bersikap baik terhadap penyandang disabilitas

Photo by Kindel Media from Pexels

Sudah selayaknya sebagai orang tua mengajarkan agar anak-anak bisa menghormati orang yang lebih tua. Mereka juga perlu diberi edukasi agar selalu bersikap baik terhadap orang yang menyandang disabilitas. Dengan begitu mereka nantinya juga lebih paham dan tidak membeda-bedakan. Anak usia 3 tahun ke atas tentunya sudah paham jika diedukasi akan hal ini.

Advertisement

3.Mengajarkan pada anak untuk nggak mengambil barang yang bukan milikinya. Hal sepele yang nantinya akan berdampak saat ia sudah dewasa

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Moms tentunya sering mendapati anak-anak yang tanpa ragu mengacak-acak bahkan mengambil barang yang bukan miliknya. Hal ini sebenarnya bisa diajarkan sejak anak berusia 3 tahunan. Moms bisa memberi tahu kalau nggak boleh mengambil atau merusak barang milik orang lain tanpa izin.

4.Mengajarkan kepada anak untuk nggak menyela percakapan orang dewasa. Mengingat sekarang masih banyak anak yang sengaja menyela pembicaraan untuk mendapatkan perhatian

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Adalah hal yang wajar ketika anak selalu ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Namun, caranya nggak harus menyela pembicaraan. Moms bisa perlahan memberi tahu pada mereka yang berusia 3 tahunan kalau menyela pembicaraan orang dewasa itu tidak sopan. Pasti mereka paham kok, Moms!

5.Mengajarkan anak untuk selalu mengetuk pintu dan meminta izin sebelum memasuki ruangan orang lain, termasuk orang tuanya sendiri

Photo by Ron Lach from Pexels

Mengajarkan privasi pada anak bisa dimulai ketika anak berusia 4 tahun-an. Mereka akan lebih paham jika Moms memberi tahu etika saat akan masuk ruangan harus mengetuk pintu terlebih dulu. Di luar sana mungkin sudah banyak anak yang bilang ke ibunya begini, “Ma, boleh masuk ruangan ini nggak?”, itu artinya mereka diajarkan dengan baik tentang tata krama.

Advertisement

6.Mengajarkan anak agar selalu bersikap baik saat bertamu ke rumah orang. Ajarkan agak nggak menganggap seperti rumahnya sendiri

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Beberapa anak mungkin akan bersikap seenaknya saat bertamu ke rumah orang. Mereka akan langsung menjelajahi setiap ruangan dan bertingkah seolah berada di rumahnya. Jika dibiarkan, maka tuan rumah akan beranggapan kalau orang tuanya nggak mengajarkan etika tentang ini. Anak usia 5 tahunan umumnya sudah paham jika Moms mulai mengajarkannya.

Tata krama sederhana yang diajarkan pada anak tentunya akan memberikan pengaruh positif saat anak sudah beranjak dewasa. Sebagai orang tua pasti akan sangat bangga jika anak punya etika yang bagus. Itulah sopan santun yang bisa diajarkan anak sejak dini. Semoga bermanfaat, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A professional Overthinker.

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE