Mengulik 5 Tradisi Kelahiran Bayi dari Berbagai Daerah di Indonesia. Ada Tradisi Moana Juga~

tradisi kelahiran bayi

Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dan suku memiliki kekayaan budaya yang juga beragam. Banyak tradisi yang masih lestari hingga sekarang di berbagai bidang kehidupan, mulai dari yang bahagia seperti pernikahan sampai ketika maut memisahkan. Salah satu tradisi paling awal yang dijumpai seseorang di kehidupannya barangkali adalah tradisi yang dilakukan ketika menyambut kelahiran. Beberapa daerah melakukan tasyakuran dengan tradisinya masing-masing.

Advertisement

Selain sebagai bentuk rasa syukur, prosesi demi prosesi ini dilakukan dengan harapan supaya ke depannya bayi bisa selamat di kehidupan ini. Nah, apa saja tradisi yang populer dilakukan di beberapa daerah di Indonesia tersebut? Kita simak yuk selengkapnya!

1. Adat Jawa memiliki beberapa tradisi yang berkaitan dengan kelahiran, salah satu yang mungkin cukup populer adalah tradisi Brokohan

Bancakan/ Credit: Belanga via belanga.id

Brokohan berasal dari kata barokah yang artinya adalah berkah sebagaimana bayi yang datang ke bumi dianggap sebagai sebuah berkah. Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hal tersebut sekaligus memohonkan keselamatan bagi si bayi. Ketika acara ini berlangsung maka biasanya saudara dan tetangga akan datang untuk menyelamati dan membawakah berbagai macam makanan atau perlengkapan bayi.

2.  Namanya mungkin mirip dengan film animasi, tapi ternyata Moana adalah sebuah tradisi yang berasal dari Sulawesi lo

Moana/ Credit: GNFI via www.goodnewsfromindonesia.id

Moana adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan untuk menyambut seorang bayi dan merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Dilansir dari Good News from Indonesia, tradisi ini sudah mulai dilakukan oleh nenek moyang Suku Pamona di Sulawesi untuk mendoakan supaya bayi dikaruniai keselamatan dan kesehatan. Tradisi yang dilakukan mencakup dua hal yaitu perawatan tumbuni (plasenta) dan naik umbu (ayunan).

Advertisement

3. Di Bali ada sebuah tradisi juga dalam menyambut bayi yang baru saja lahir, namanya adalah Jatakarma Samskara

Jatakarma/ Credit: Hindu Web via hindu.web.id

Dilansir dari laman Budaya Indonesia, Jatakarma Samskara dilaksanakan dengan malantunkan doa-doa supaya bayi yang baru lahir akan memiliki masa depan yang baik. Si bayi yang baru lahir akan dicium oleh sang ayah dan dibacakan mantra pemberkatan di telinganya supaya si kecil akan menjadi sosok yang pintar dan memiliki umur yang panjang.

4. Minangkabau juga kaya akan tradisi, mereka akan menyambut anak yang baru lahir dengan tradisi Turun Mandi

Turun Mandi/ Credit: Genpi via www.genpi.co

Turun mandi merupakan sebuah cara untuk menunjukkan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat Minang ketika dikaruniai seorang bayi. Jika dulu prosesi ini harus dilakukan di tempat pemandian atau sumur yang disebut luhak, kini prosesi ini bisa dilakukan di rumah saja. Bayi akan dimandikan oleh pihak keluarga sang ayah yang disebut ‘bako’ yang membawa barang bawaan yang dibungkus dalam talam dan ditutupi kain.

5. Suku Sasak akan melakukan tradisi Medak Api setelah beberapa hari bayi dilahirkan sekaligus memberikan nama untuknya

Advertisement

Medak Api/ Credit: Info Budaya via www.infobudaya.net

Dilansir dari Diskominfo Lombok Barat, Medak Api biasanya dilakukan setelah tujuh atau sembilan hari bayi dilahirkan dengan diberikan nama. Selain itu, bisa juga prosesi ini dilakukan ketika tali pusar bayi putus. Biasanya prosesi tak bisa dilakukan oleh sembarangan orang melainkan seorang dukun beranak yang ilmunya akan diperoleh secara turun menurun.

Bayi adalah anugerah dan karunia bagi sebagian besar orang, makanya tiap orang memiliki cara sendiri dalam menyambut dan mendoakan mereka termasuk secara tradisional seperti di beberapa adat yang disebutkan. Nah, kalau di tempatmu apakah masih ada tradisi menyambut kelahiran bayi? Cerita dong 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE