Menjadi sosok pria dewasa itu nggak mudah. Nilai apa yang kamu terima dan ‘makan’ sejak kecil, itulah pula nilai yang akan kamu pegang erat dan terapkan di masa yang akan datang. Familiar dengan kutipan ‘boys will be boys’? Kutipan ini seolah menjadi pembenaran, kalau cowok itu sah-sah saja dan memang sifat alamiahnya untuk bertindak semaunya, nggak dewasa dan sebagainya karena ya, namanya anak cowok selamanya akan tetap jadi anak cowok, yang hanya bertambah tua dan dewasa secara fisik. Padahal tentu nggak begini ya seharusnya.

Harap diingat, ini adalah streotip kental yang kita mamah di masyarakat. Jelas nggak semua cowok di dunia nggak bisa bersikap dewasa seperti seharusnya.

Advertisement

Sebuah iklan pencukur rambut pria, Gillette, membuat kampanye iklan yang berhasil viral karena pesan yang diusungnya. Dalam iklan tersebut, para cowok nggak lagi dianggap terbentuk karena mereka ‘dasarnya memang begitu’. Dalam iklan tersebut tersirat pesan, apa yang seorang anak cowok lihat, lakukan, pelajari dan contoh sejak kecil akan menggemblengnya jadi sosok macam apa saat ia besar nanti. Sarat makna, iklan ini mengajak penontonnya berpikir kembali, apakah ‘boys will always be boys‘ yang memberi pemakluman bahwa cowok bisa semaunya, yang percaya nangis itu cengeng dan kuat itu sama dengan menindas yang lemah? Berikut Hipwee akan ingatkan kembali padamu, nilai-nilai apa yang sepatutnya dimiliki anak laki-laki kita kelak. Karena anak cowok yang (mungkin) akan kita miliki kelak, adalah sosok pria dewasa di masa depan.

Sebelumnya, luangkan waktumu sejenak menyimak pesan penting dalam iklan ini yuk. Disclaimer: Hipwee tidak memiliki afiliasi apapun dengan produk dalam iklan ini

Cukup kontroversial, iklan ini sempat tuai protes juga di Amerika. Namun nggak sedikit juga yang memujinya karena keberanian dalam menantang para cowok untuk menghapuskan ‘bad behaviour’ yang berkembang karena keyakinan ‘boys will be boys’. Sekali lagi, ini berdasar streotip yang ada. Bukan berarti semua cowok itu kelakuannya sama ya! Hipwee percaya, ada banyak juga laki-laki baik dan bertanggung jawab di luar sana. 

Tidak malu menangis serta tahu dengan baik cara mengungkapkan emosinya itu bukan hal yang kecewek-cewekan. Itu natural dan sepatutnya dimiliki oleh setiap manusia

Menangislah pada tempatnya. Nggak tabu kok! via www.becomegorgeous.com

Dulu mungkin kita sering mendengar, anak cowok nggak boleh cengeng. Nggak boleh nangis, harus kuat, harus kokoh dan tegar apapun yang terjadi. Padahal, sebagai manusia lumrah saja kok anak cowok kita untuk menangis, meluapkan perasaan sebagaimana mestinya. Justru dengan demikian, dia dapat merasakan empati pada orang sekitar.

Sejak kecil, kamu bisa mengajarkan anakmu bahwa menindas siapapun itu nggak keren. Menindas siapapun itu menandakan rasa inferior dalam diri yang diwujudkan dalam kekerasan

Jangan pernah membela anak yang nge-bully anak lain. Teach them right! via 5newsonline.com

Advertisement

Dan saat anakmu nanti ditindas atau disakiti, ajarkan ia itu untuk berani speak up dan berdiri untuk dirinya sendiri dan orang lain. Mengadu pada tempatnya itu nggak cengeng. Menindas orang itulah yang cemen. Melawan hal yang salah itu lebih keren, tentu dengan cara yang baik dan bukan balik dengan kekerasan ya.

Bersikap lembut pada lawan jenis itu nggak mencirikan kelemahan. Bersikap sopan dan respek itu jauh lebih keren, daripada bersikap norak dengan menggoda dengan kedok ‘bercanda’

Ngegodain cewek yang mengarah pada pelecehan seksual itu nggak keren! via www.gogirl.id

Ajarkan pada anak priamu, menggoda cewek itu sah-sah saja tapi pastikan caranya elegan. Mengusili lawan jenis itu nggak seru dan menyiuli lawan jenis itu nggak keren. Kamu, orangtuanya, punya andil besar melindungi anakmu terjerumus dalam pikiran yang salah tentang menggoda cewek secara seksual itu sah. Nope, catcalling is never cool, dude!

Jangan lupa ajarkan, perempuan yang diperkosa itu bukan salah yang diperkosa. Itu salah YANG memperkosa. Dalam bentuk apapun.

Ajarkan anakmu, untuk menjadi pria yang bisa menahan pria lain dari melakukan yang salah

via GIPHY

Dan demikian pula pria, tahu cara menegur perempuan yang bertindak keliru dengan cara yang baik dan nyaman. Bukan bersikap arogan dan menganggap dirimu lebih dari siapa pun. Because, we human after all.

Ajarkan anakmu, menjadi sosok pria yang berbeda di masa depan. Yang berani, yang punya integritas dan respek pada orang lain

Respek bukan berarti manjain lawan jenis kok! via unsplash.com

Siapa lagi yang bisa mencetak  sosok pria berkualitas di masa depan, kecuali kamu sang orangtua, lingkup pertama dalam keluarga yang bisa membimbingnya jadi sosok terbaik dalam dirinya. ‘Boys will be boys’ itu udah basi. Anak-anak cowok kita kelak adalah sosok pria dewasa yang bisa memberi dampak bagi dunia. Entah dampak yang positif atau negatif, keluarga jadi sarana pembelajaran pertamanya.

Jadi, jangan lupa kalau punya anak cowok, ingatlah selalu nilai apapun yang kamu salurkan akan dia pegang hingga dewasa nanti. Tulisan ini nggak bermaksud seksis seperti perdebatan yang berkembang seiring rilisnya iklan kontroversial ini, karena Hipwee percaya apapun jenis kelaminmu, kamu wajib menganut nilai yang benar. Akan tetapi, Hipwee ingin mengajak kamu berpikir lagi, seperti kutipan dalam iklan yang viral tersebut, mengatakan hal yang benar dan bertingkah dengan benar itu bisa diajarkan sejak dini. Jangan terlambat dan biarkan anakmu jadi sama seperti laki-laki yang kerap dimaki-maki karena ‘ketidakbenaran’ mereka. Karena cowok keren itu bukan yang sekadar ganteng, pintar atau berduit tapi yang bertanggung jawab, penuh respek dan tahu nilai kebenaran yang mereka anut. Setuju?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya