Pada hari Senin (10/6) lalu, model Angela Gilsha mengunggah kiriman kontroversial melalui fitur story Instagram-nya mengenai keberatannya akan keberadaan anak kecil yang menangis di pesawat. Bahkan ia menilai bahwa lebih baik hewan yang diajak naik pesawat daripada anak kecil. Karena unggahan ini akhirnya ia mendapat komentar dari warganet. Bahkan berita ini sampai dimuat di Daily Mail lo!

Meski pada akhirnya Angela Gilsha meminta maaf dan mengaku bahwa ia frustasi karena anak kecil tersebut menangis di sepanjang perjalanan, unggahannya tersebut tetap saja memicu kejengkelan banyak pihak. Anak kecil yang rewel mungkin mengganggu kenyamanan perjalanan, tapi sebenarnya begini lo berbagai perasaan orang tua saat memutuskan membawa anak ke pesawat!

1. Sebelum benar-benar di pesawat hingga masuk ke kabin, orang tua akan panik dan takut sambil menerka-nerka apa yang terjadi. Meski tampang cool, dalam hati kebat-kebit tuh!

Duh, gimana ya? via www.adventureswithchildren.com

Advertisement

Orang tua sudah memikirkan bagaimana jika anaknya rewel saat naik pesawat sebelum benar-benar menaikinya lo. Segala kepanikan itu dipicu pikiran akan bagaimana keadaan sang anak nantinya jika ternyata sakit di ketinggian, bagaimana jika ia rewel tak berkesudahan, dan pikiran-pikiran ‘rusuh’ lainnya.

Jangan ditanya deh persiapannya sebelum masuk pesawat. Segambreng, mulai dari aneka camilan, penutup telinga khusus bayi sampai mainan demi mengalihkan perhatian sang buah hati.

2. Jika sudah di pesawat dan anak benar-benar rewel atau tantrum, kepanikan orang tua akan semakin meningkat. Jangan dikira para orang tua senang juga dengar kehebohan si kecil!

Hadehhh via www.burnabynow.com

Bayangkan saja jika kamu terjebak di ketinggian selama beberapa jam dan anakmu satu-satunya yang rewel tak berkesudahan. Segala daya upaya kemungkinan akan kamu lakukan, tapi usaha tersebut tak mesti berhasil. Kepanikan yang semakin menjadi akan ditambah rasa malu karena akan menjadi pusat perhatian dan takut menganggu penumpang yang lain.

3. Jangan langsung menyalahkan kenapa anak harus ikut naik pesawat. Bisa saja memang saat itu ia tak mungkin ditinggal atau sekadar dititipkan. Pun bisa jadi si anak memang harus ikut karena satu dan lain hal

Memang harus ikut via www.adventureswithchildren.com

Advertisement

Untuk beberapa hal yang krusial, anak-anak bisa jadi dalam posisi mau tak mau perlu diajak naik pesawat, mungkin untuk pindahan atau hal penting lainnya. Lagipula tidak ada aturan tertentu yang tidak memperbolehkan anak naik pesawat. Berbeda dengan bioskop yang mana penonton lain memerlukan kekhusyukan untuk menonton sehingga anak yang menangis akan mengganggu, barangkali naik pesawat belum seurgen itu.

4. Karena alasan-alasan tersebut sebaiknya kamu bisa lebih maklum dan berempati, apalagi jika belum merasakan paniknya menjadi orang tua. Hati-hati, bisa saja ‘kericuhan’ itu suatu saat kamu sendiri yang akan mengalami

Pake earphone aja via www.adventureswithchildren.com

Dengan berbagai alasan yang logis, sebaiknya kamu bisa maklum atau malah menawarkan bantuan jika memang memungkinkan.  Atau jika memang merasa terganggu kamu bisa memasang earphone untuk sedikit mengalihkan dan membuat perjalananmu lebih tenang. Percayalah, perasaanmu tak sebanding dengan apa yang dirasakan para orang tua yang panik anaknya tantrum dan rewel di pesawat 🙁

*Bonus*

Ketika segala cara sudah dilakukan para orang tua demi menenangkan bayi yang menangis di pesawat sudah tak mempan lagi, tak jarang harus ada sosok ‘malaikat’ lain yang turun tangan. Seperti yang viral tahun lalu ini, misalnya

Dilansir dari laman USA Today (9/11/2018), seorang pramugari Philipines Airline, Patrisha Organo sempat viral lantaran dengan sigap menawarkan bantuan mulia pada seorang ibu yang kewalahan menangani bayinya yang menangis tak henti di pesawat. Sang ibu diketahui kehabisan stok susu formula, sehingga Patrisha yang saat itu merupakan ibu busui baru juga menawarkan untuk menyusui sang bayi demi menenangkannya. Tindakan heroiknya mendapat pujian dari banyak pihak karena menyelamatkan banyak orang; para penumpang yang pusing dengan rengekan sang bayi, ibu yang kewalahan dan bayi yang kelaparan. Salut deh sama sosok helpful dan solutif begini!

Jika menghadapi situasi yang sama dengan Angela Gilsha yang frustasi mendengar tangisan bayi di pesawat dan tak bisa memberikan banyak bantuan, sebenarnya ada kok cara lain yang lebih ‘membantu’ yaitu dengan belajar lebih memaklumi dan berempati. Percaya deh, yang paling cemas, malu dan pusing saat bayi menangis di pesawat melebihi penumpang lainnya adalah orang tua si bayi itu sendiri!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya