Rakyat di negara manapun pasti mengharapkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki wibawa serta jiwa kepemimpinan yang baik. Seorang kepala negara yang mampu membawa negaranya ke arah yang lebih baik. Seorang kepala negara yang membuat kebijakan demi kebaikan rakyat. Sayangnya banyak orang yang berada di posisi tersebut justru menyalahgunakan kekuasaan dan justru mencari untung sendiri lewat korupsi, kolusi, atau nepotisme. Biasanya sih pada diam-diam kalau berbuat seperti itu. Tapi ada juga lho yang terang-terangan membuat kebijakan gila yang tidak jelas manfaatnya untuk siapa. Berikut 6 kebijakan dari pemimpin dunia yang paling gila, konyol dan aneh. Selamat geleng-geleng kepala!

1. Pemimpin diktator asal Tajikistan, Emomali Rahmon pernah memblokir Youtube di negaranya karena video karaokenya beredar

Mungkin sudah akrab di telinga kita, kalau pemimpin yang diktator tidak menyukai kebebasan informasi seperti yang banyak tersebar di media sosial. Jejaring sosial macam Twitter dan Facebook dianggap sebagai sebuah ancaman karena rakyat bisa saja melakukan perlawanan secara masif melalui sosial media tersebut. Dan hal ini memang benar-benar nyata dialami oleh rakyat Tajikistan. Pada 2013 silam, presiden mereka yang bernama Emomali Rahmon memblokir situs Youtube. Penyebabnya hanya satu, dia tidak ingin video dirinya yang sedang menari dan menyanyi dengan gila-gilaan beredar di dunia maya. Dia takut kehilangan muka dan karisma di depan rakyatnya sendiri.

2. Pemimpin terdahulu dari Yugoslavia juga tak kalah ekstrem. Seluruh rakyat diwajibkan mengikuti lomba lari hanya demi mengingat tanggal ulang tahunnya

Pesannya cuma selamat ulang tahun aja, kok miris ya via img.grouponcdn.com

Saking khawatirnya hari ulang tahunnya akan dilupakan oleh rakyat Yugoslavia, Josep Tito selalu menyelenggarakan pesta ulang tahunnya dengan super meriah. Seluruh rakyat Yugoslavia wajib ikut serta. Mengusung konsep serupa olimpiade, warganya diperintahkan untuk mengikuti lomba lari estafet. Rakyat harus lari dari kota ke kota sampai ke ibu kota negara dengan membawa pesan “selamat ulang tahun” di tongkat estafet mereka. Puncak acara akan diisi dengan pesta rakyat yang super megah bak malam puncak olimpiade. Ironisnya, semua ini terselenggara dengan uang negara.

3. Korea Utara bisa dibilang negara komunis paling kontroversial di zaman modern ini. Bayangkan, gaya rambut saja diatur oleh negara

Gaya rambut yang diperbolehkan di Korea Utara via vemale.com

Advertisement

Kim Jong Un, pewaris tahta kekuasaan partai komunis Korea Utara memang memegang kendali penuh atas seluruh seluruh kehidupan rakyatnya. Tapi tidak ada yang menyangka kalau sampai gaya rambut juga ada aturan nasionalnya. Rakyat Korea Utara tidak bisa memotong rambut sesuai keinginan mereka sendiri. Jika melanggar, ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi. Hanya karena masalah rambut. Sekarang terdapat 28 model potongan rambut yang diperbolehkan oleh rezim Kim Jong Un. Mungkin saja undang-undang ini dibuat karena Kim Jong Un ‘gerah’ jika harus melihat orang yang rambutnya tidak rapi.

4. Atau aturan satu anak yang identik dengan Cina selama berpuluh-puluh tahun. Meski akhirnya diganti dengan aturan dua anak pada tahun 2015, hanya di Cina keputusan punya anak diatur negar

Punya anak juga ada aturannya via www.atlantachinesedance.org

Tahun 1979 silam, presiden Deng Xiaoping menetapkan kebijakan satu anak cukup bagi setiap keluarga di Republik Rakyat Tiongkok. Akibatnya, peraturan ini justru mengakibatkan ketidakseimbangan populasi. Berdasar pemikiran konvensional, banyak keluarga yang lebih memilih mempunyai anak laki-laki daripada perempuan. Akhirnya, upaya aborsi dan penelantaran anak perempuan pun sempat marak terjadi selama beberapa dekade. Jumlah penduduk wanita jadi berkurang drastis, dan berimbas pada sulitnya warga menemukan pasangan. Pada tahun 2015 yang lalu kebijakan kontroversial ini memang telah dihapus dan digantikan dengan aturan dua anak. Kalau di negara-negara lain sih biasanya hanya ada anjuran atau program keluarga berencana, tapi jumlah anak di Cina adalah aturan pakem yang harus diikuti dan memiliki konsekuensi legal.

5. Kembali ke Korea Utara, Kim Jong-un memerintahkan warganya memakan rumput jika terjadi gagal panen. Ini konyol atau gila?

Sosok penguasa diktator di zaman modern ini via www.atlantachinesedance.org

Sangat terdengar aneh dan tak masuk akal. Tapi, Kim Jong Un berdalih kebijakan ini dibuat sebagai himbauan untuk mengantisipasi jumlah warga yang mati kelaparan. Dulu sekitar tahun 1994-1998 pernah terjadi kelaparan di Korea Utara, mengakibatkan sedikitnya 3,5 juta warga meninggal. Tak mau kematian warganya kembali terjadi, Kim Jong Un pun menyuruh warganya makan rumput jika gagal panen. Bukan menyelesaikan masalah dalam kapasitasnya sebagai pemimpin, malah bikin kebijakan seperti ini.

Kebanyakan pemimpin dunia dengan kebijakan yang konyol itu memang dikenal diktator dan kejam. Mereka bisa dibilang menyalahgunakan kekuasaan untuk menetapkan hal yang mereka inginkan, padahal belum tentu juga itu berimbas baik kepada rakyatnya. Maka dari itu proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang lewat badan perwakilan seperti legislatif untuk selanjutnya kembali dicek oleh pihak eksekutif diperlukan, supaya ada sistem saling kontrol antara pihak berkuasa. Jadinya tidak ada pemimpin yang bisa seenaknya membuat kebijakan ‘nyeleneh’ demi kepentingannya sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya