Akhir-akhir ini kita kerap dipusingkan dengan musim yang nggak menentu. Nggak perlu jauh-jauh ke Amerika dulu deh, tengoklah kondisi cuaca di Indonesia. Menurut teori buku SMA, sekarang seharusnya sudah memasuki musim penghujan, tapi beberapa daerah justru masih dilanda kemarau. Sebaliknya, saat musim kemarau kemarin, di beberapa kota malah turun hujan.

25 Agustus kemarin negara adidaya Amerika dilanda badai Harvey tepatnya di kota Houston, Texas, AS. Nggak cuma sehari aja, bahkan badai yang disebut-sebut terbesar selama 4 tahun terakhir itu, berhasil ‘menghajar’ AS selama empat hari berturut-turut. Seketika wajah salah satu kota terbesar di AS itu berubah drastis! Kalau kamu mau lihat beberapa foto perbedaan kota itu sebelum dan sesudah dilanda Harvey, bisa cek di sini.

Nah, Rabu (6/9) pagi kemarin agaknya jadi hari terburuk bagi penduduk di Kepulauan Karibia. Pasalnya Badai Irma yang digadang-gadang sebagai badai Samudera Atlantik paling kuat dalam 25 tahun terakhir, sudah menghilangkan hampir 95% bagian Pulau Saint Martin! Bahkan badai dengan kategori 5 (kategori tertinggi dalam skala pengukuran badai) ini diprediksi bakal menghantam pantai Florida di AS pada akhir minggu ini. Semakin gawat aja ya kejadian alam yang benar-benar di luar kekuasaan manusia ini! Yuk simak selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Awalnya mata badai Irma melewati Antigua dan Barbuda sekitar jam 02.00 dini hari. Meskipun sudah ada peringatan dini, badai yang maha dahsyat tetap saja membawa kerusakan yang tak terbayangkan!


Tidak ada yang kiranya bisa mempersiapkan penduduk di pulau kecil di wilayah Karibia ini ketika salah satu badai terkuat dalam sejarah memporak-porandakan rumah mereka. Meski sudah ada peringatan badai sejak beberapa hari yang lalu, tingkat kerusakan akibat badai Irma ini sangat hebat.

Advertisement

National Hurricane Center mengatakan kalau badai Irma ini membawa angin berkecepatan 298 kilometer/jam disertai hujan lebat. Setidaknya 6 orang tewas akibat bencana itu. Katanya sih angka ini bukan jumlah total dan perkiraannya lebih dari itu. Sedangkan kerusakan properti nggak usah ditanya lagi lah. Menurut Perdana Menteri Gaston Browne, sebanyak 95% properti di Barbuda rusak, bahkan 30% di antaranya hancur total.

Badai Irma belum selesai. Badai ini akan ‘menyambangi’ Puerto Riko, Republik Dominika, Haiti, dan Kuba, pada akhir minggu ini. Presiden Trump sudah layangkan perintah evakuasi

Badai Irma via abcnews.go.com

Mimpi buruk belum berakhir. Kabarnya badai Irma akan menuju barat dan menghantam beberapa daerah. Kekuatan badai ini yang dinilai cukup tinggi membuat Trump melalui Otoritas Keamanan Sipil Amerika, mengeluarkan perintah evakuasi. Ngomong-ngomong soal badai Irma, katanya saking hebatnya badai ini bisa menerbangkan rumah, gedung, dan pepohonan lho! Pemulihannya bakal bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Belum lagi hujan yang dibawa, bisa menimbulkan banjir dan longsor. Fix, ini sih bencana terburuk sepanjang sejarah!

Tapi bicara soal badai Harvey dan Irma, keduanya punya huruf depan yang berurutan sesuai kejadiannya. Ternyata badai-badai yang telah dan akan melanda Amerika memang diberi nama urut sesuai abjad!

Namanya sudah diatur via www.operationhope.org

Sudah sejak lama Amerika menggunakan metode penamaan badai yang menyerang wilayahnya. Alasannya sih sederhana, supaya memudahkan pengucapan atau penandaannya. Manfaat ini banyak dirasakan oleh para ilmuwan atau jurnalis. Ya sekarang coba bayangkan misal di daerah A terjadi badai, biasanya media akan menyebutnya sebagai “badai yang menerjang daerah A”. Selain kurang efektif, memakai nama daerah yang terlanda juga rawan salah. Belum lagi kalau di daerah A sudah pernah beberapa kali terjadi badai. Haruskah menambahkan tanggal di setiap penyebutannya biar membedakan? Ribet banget ‘kan?

Bahkan untuk badai-badai yang terjadi 2020 mendatang sudah ada calon-calon namanya lho!

Semoga namanya tidak terpakai… via weatherplus.blog.palmbeachpost.com

Penamaan badai di tiap tahun sudah tercatat beberapa tahun sebelumnya. Aturannya, nama badai yang pertama kali terjadi di tahun tersebut diawali dengan huruf A, selanjutnya B, C, D, dan seterusnya. Nama orang dipilih supaya mudah mengingat. Tapi entah kenapa, daftar nama badai cuma sampai huruf ‘W’ aja. Sedangkan kalau badai di tahun itu lebih dari 23 kali, namanya akan dilanjutkan dengan alfabet Yunani mulai dari Alpha, Beta, Gamma, dan lain-lain.

Nah, daftar nama ini dibuat untuk 6 tahun. Setelah tahun ke-7, penamaannya akan kembali lagi ke tahun pertama. Begitu seterusnya. Lalu mungkin nggak sih ada nama-nama yang nggak dipakai? Jawabannya ada. Ini berlaku untuk badai yang sifatnya paling mematikan. Seperti badai Katrina yang pernah terjadi di Amerika 2005 silam, yang selanjutnya namanya nggak akan dipakai lagi.

Buat semua korban bencana badai Harvey dan Irma, kita doakan aja semoga bisa segera pulih ya! Stay safe, guys!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya