Kamu salah kalau mengira kegemukan hanya masalah yang dialami penduduk negara maju. Karena nyatanya, di negara paling miskin sekalipun ada banyak orang yang mengalaminya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi obesitas, mulai dari kurang olahraga hingga diet yang tak sehat. Jangan kaget ya, jumlah penduduk penderita kegemukan di dunia telah meroket dalam 30 tahun terakhir. Ketika tahun 1980 hanya berjumlah 857 juta jiwa, data 2013 menunjukkan penderita obesitas mencapai 2 miliar orang atau hampir sepertiga penduduk dunia.

Bahkan pada tahun 2010, tercatat ada sebanyak 3 hingga 4 juta penduduk dunia yang meninggal karena komplikasi obesitas. Mungkin banyak orang mengira kalau Amerika Serikat bakal menduduki posisi teratas dalam daftar obesitas, tapi ternyata tidak lho.   Berikut ini daftar 8 negara dengan masalah kegemukan terparah di dunia.

1. Samoa ialah negara dengan penduduk tergemuk di dunia. 91% perempuan dan 80% laki-laki di kepulauan Pasifik ini menderita obesitas

83% dari orang Samoa mengalami masalah kelebihan berat badan

Meski terpisah antara Samoa dan American Samoa, obesitas adalah masalah bersama  via www.globalpovertyproject.com

2. Nauru, negara pulau kecil yang terjebak konsumerisme kapitalis. Terletak antara Hawai dan Selandia Baru, warga negara Nauru sekarang terbiasa konsumsi junk food impor

Sebelum ada junk food, tak ada masalah obesitas

Junk food digabung dengan gaya hidup yang santai, obesitas langsung meroket  via nauruproject.blogspot.com

3. Pengaruh konsumerisme dan diet asing juga ditengarai jadi penyebab melejitnya obesitas di  Cook Island. Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua terkena dampak negatif diet yang tidak sehat

pulau-pulau cantik kebanyakan berpenduduk gemuk karena pengaruh wisatawan asing

Negara pulau yang bak surga ini jadi hot spot tragedi kesehatan via cnn.com

4. Tokelau mungkin merupakan negara paling tidak terkenal di dunia, tapi masalah obesitasnya masuk peringkat teratas di dunia

Tokelau terletak di wilayah Selandia Baru, Samudra Pasifik Selatan

Tokelau terletak di wilayah Selandia Baru, Samudra Pasifik Selatan via luna42.com

5. Tonga juga negara kepulauan Pasifik yang punya masalah obesitas. 55% wanita Tonga mengalami kegemukan parah

dibanding laki-lakinya, jauh lebih banyak perempuan yang mengalaminya

Dibanding laki-lakinya, jauh lebih banyak perempuan yang mengalaminya via pri.org

6. Antara tahun 1964-2001, impor makanan di Kiribati meningkat hingga 6 kali lipat. Makanan impor umumnya makanan olahan yang mengandung banyak lemak dan tidak sehat

karena semua salah Amerika

Diet ala kapitalis yang penuh karbohidrat dan bahan pengawet via www.humanosphere.org

7. Di luar negara kepulauan Pasifik, Kuwait masuk daftar ini karena alasan yang hampir sama. Serangan franchise makanan asing mengubah pola makan warga

kalau Kuwait letaknya di Teluk Persia

Kalau di Kuwait, laki-laki yang lebih banyak terkena obesitas  via www.nutraingredients.com

8. Mikronesia, suatu kawasan yang berbatasan dengan Indonesia di barat daya. Penduduknya menyukai makanan asin dan makanan olahan yang tinggi lemak jenuhnya

Sejak 2015, diet mereka berubah karena saran-saran Amerika Serikat

Sejak 2015 diet mereka juga berubah drastis via planetearthandhumanity.blogspot.com

Advertisement

Sepertinya yang bisa terlihat jelas dalam daftar ini, kebanyakan atau hampir semua negara yang masuk adalah negara-negara kepulauan kecil di Lautan Pasifik. Kawasan yang dalam pikiran banyak orang digambarkan sebagai surga. Namun ternyata hampir semua negara-negara dengan pantai yang sempurna itu menderita obesitas. Penyebab utamanya ternyata adalah pengaruh asing seperti merebaknya franchise internasional seperti McDonald. Digabung dengan lifestyle yang santai khas orang kepulauan, kombinasi ini membawa dampak mematikan. Obesitas langsung melejit di surga-surga Pasifik ini.

Jadi kalau di Indonesia  fast food internasional masih tergolong sebagai makanan mahal, bersyukurlah! Bersyukurlah masyarakat Indonesia masih bisa memiliki akses kepada makanan-makanan sehat dan fresh dengan harga yang cukup terjangkau. Bayangkan jika minuman bersoda harganya lebih murah dibandingkan air putih seperti di Amerika Serikat atau negara-negara kepulauan itu, wah bisa berabe!

Masalah obesitas sudah selayaknya dipandang secara serius dan mendapat perhatian khusus. Entah itu obesitas pada anak ataupun dewasa, sama saja bahayanya. Obesitas sama sekali tak layak dianggap sepele, sebab bisa mengundang berbagai penyakit yang dapat berimbas pada kematian. Asupan konsumsi dan memperbanyak aktivitas fisik bisa jadi kunci utama untuk memecahkannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya