Di zaman ketika informasi melimpah ruah dan seringkali tanpa ‘tuan’ ini, emang sudah sewajarnya kita harus waspada dengan hoax atau berita palsu. Salah satu cara untuk menghindarinya ya dengan merujuk ke sumber-sumber berita atau informasi terpercaya. Kalau di Indonesia, kantor berita besar seperti Kompas atau Antara banyak jadi ‘pegangan’ masyarakat. Nah di skala global, pastinya semua orang sudah tahu CNN, New York Times, atau Washington Post yang reputasinya sudah teruji.

Tapi anehnya, Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, justru terus menerus menyebut media-media besar seperti CNN di atas sebagai “fake news” alias berita palsu! Menurut Trump, kebanyakan kantor berita internasional memiliki bias negatif terhadapnya. Terhitung sejak akhir 2016 lalu, dilansir dari Entertainment Weekly, sebanyak 73 tweets bertajuk “Fake News” pernah dipost Trump melalui akun pribadinya. Bahkan ia nggak segan me-mention akun Twitter media-media, seperti New York Times, CNN, NBC, Washington Post, dll.

Saking kesalnya karena hampir tidak ada media yang berpihak kepadanya, Trump baru saja mengumumkan ia akan membuka kantor beritanya sendiri. Waduh, beritanya berarti pro-Trump semua apa gimana ya?! Buat yang penasaran, simak bareng yuk ulasan Hipwee News & Feature ini!

Perang Trump VS Media ini sudah berlangsung cukup lama. Salah satu episode awalnya, adalah ketika CNN membuat berita perbandingan jumlah orang yang datang di acara inagurasi Trump dan Obama disertai bukti foto

Trump memilih nggak percaya bukti foto ini, malah menuduhnya fake news via thegatewaypundit.com

Tak hayal, CNN jadi media paling sering disebut Trump di Twitternya. Apalagi kalau bukan untuk di-nyinyirin?

Trump vs CNN via coed.com

Nggak cuma CNN yang sering dikritik Trump, beberapa media besar lain juga sama. Nah kira-kira bisa diilustrasikan seperti gambar di bawah ini sih

Advertisement

Kayaknya media sekarang saling berlomba membuktikan kebohongan-kebohongan Trump ya via www.iamtrump.org

Pada Februari lalu, berbagai media salah satunya Washington Post mengatakan Trump bohong lagi. Ia menyebut angka pengangguran dan kriminal AS selama pemerintahan Obama menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Padahal nggak 🙁

Padahal ini data resmi FBI via www.hipwee.com

Bukannya rajin memberi klarifikasi, ia justru melabeli berita di media-media tersebut “fake news“. Nyinyir di Twitter sering jadi pilihan presiden berambut blonde satu ini

Fake news vs twitter via liberalsbackwardsthink.com

Bisa jadi Trump justru menganggap media-media ini terlalu cinta sama dia, sampai-sampai semua hal tentangnya diangkat jadi berita

Love-hate relationship via imgflip.com

Saking gemesnya sama omongan Trump yang seringkali tanpa fakta, media-media besar sampai banyak yang buat series khusus untuk mengecek apakah omongan Trump bohong atau benar

Seperti program spesial fact-check NBC News ini via nbcnews.com

Sebenci ini Trump sama media-media mainstream AS. Saat ini ia memutuskan buat bikin media sendiri yang isinya kontradiksi pemberitaan tentangnya di media-media itu. Wow perang media nih, fix!

Sekesal ini Trump sama media via www.wbdaily.com

Beberapa waktu lalu Trump TV sudah mengeluarkan video “soft launch” yang dibawakan Lara Trump, menantunya sendiri. Lara memaparkan berbagai prestasi Trump karena menurutnya sudah terlalu banyak berita palsu di luar sana

Laura Trump yang dulunya memang berprofesi sebagai presenter didaulat untuk menjalankan kantor berita Trump ini via globalnews.ca

Seru sekaligus lucu sih ya kalau mengikuti berbagai kontroversi yang terjadi di Gedung Putih saat ini. Apalagi media-media AS juga sepertinya nggak kapok untuk menguak apa-apa saja statement Presiden Donald Trump. Tunggu saja apa yang akan dilakukan Trump di TVnya sendiri 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya