Coba saja ada seorang pria yang nekat pakai rok dan jalan-jalan ke tempat umum. Sudah pasti semua orang akan memandang dengan aneh dan mulai mempertanyakan kewarasan orang yang bersangkutan. Mungkin cowok pakai rok sama anehnya dengan cowok pakai stiletto. Sementara itu cewek-cewek yang terbiasa pakai celana, pasti sudah sering mendapat komentar semacam: “Sekali-kali pakai rok dong, biar kayak cewek”. Seolah-olah untuk jadi cewek seutuhnya, harus mau pakai rok.

Selama ini rok memang identik dengan pakaian wanita. Segala busana resmi, mulai dari seragam sekolah, seragam kerja, hingga baju nikahan, formatnya sudah mutlak. Cewek pakai rok, cowok pakai celana. Padahal kalau dipikir-pikir secara fisiologis, tubuh cowok justru bukannya lebih cocok memakai rok ya? Pada awalnya rok memang busana uniseks, alias nggak bergender kok. Nggak percaya? Yuk, scroll ke bawah! Baca deh ulasan spesial Hipwee News & Feature ini!

Rok adalah pakaian tertua kedua dalam sejarah. Ternyata dulu para pria juga memakainya

Member Bigbang memakai busana pria Romawi via filmaandry.blogspot.co.id

Rok bisa dipakai untuk segala suasana, mulai dari kasual, keseharian, sampai formal. Tapi hanya satu kesan yang ditinggalkan, yaitu femininitas. Padahal dalam peradaban manusia, rok adalah salah satu jenis pakaian tertua. Pada kerajaan-kerajaan kuno zaman dahulu, rok dipakai oleh segala gender. Rok di zaman-zaman tersebut berbentuk semacam dress dan jubah. Seperti dalam tradisi Mesir ataupun Romawi kuno, rok dipakai oleh para pria tanpa meninggalkan sisi manly-nya.

Di kala itu, rok bukan semata busana. Ada simbol prestise dan level sosial yang ditunjukan dari sana

Rok sebagai simbol prestise via www.bbc.co.uk

Advertisement

Uniknya lagi, zaman dulu panjangnya rok menunjukkan prestise dan level sosial. Para bangsawan memakai baju tertutup dari atas sampai bawah, bahkan sampai menyapu lantai. Sementara yang posisi sosialnya lebih rendah biasanya memakai rok yang lebih pendek. Semakin kaya seseorang semakin panjang roknya, karena sebelum masa revolusi industri harga kain sangat mahal. Beda banget ya dengan sekarang, pakaian mewah dan mahal justru banyak yang kekurangan bahan.

Selain itu rok juga jadi simbol kecantikan. Dengan model rok mengembang pada bagian bawah seperti yang kita lihat di film-film Eropa kuno, pinggang perempuan terlihat semakin kecil.

Para pria yang senang berkuda mulai memakai celana agar lebih leluasa. Sementara para wanita yang tetap tinggal di rumah, tetap memakai rok

Wanita jarang memiliki kesempatan untuk berkuda atau keluar rumah via www.gannett.com

Celana mulai diperkenalkan saat orang mulai memakai kuda sebagai sarana transportasi. Rok dengan segala bentuknya dinilai kurang fleksibel untuk naik kuda. Karena itulah para pria mulai memakai celana. Sementara pada masa itu, perempuan masih lekat dengan hal-hal domestik yang tak harus menaiki kuda. Karena itulah, perempuan dianggap tidak perlu pakai celana. Hal ini semakin berkembang setelah revolusi industri. Ketika kehidupan semakin sibuk dan aktivitas manusia semakin banyak, celana semakin populer penggunaannya. Lambat laun mulai tercipta konsep baru, rok untuk perempuan dan celana untuk pria.

Pada awalnya hanya ada rok panjang. Berkat seorang desainer asal Inggris, kita kenal rok mini yang membuat pergerakan wanita lebih ringkas

Mini skirt via www.manrepeller.com

Seperti yang kita tahu, fashion selalu berubah seiring berjalannya waktu. Semakin lama rok nggak harus seperti era abad pertengahan, melainkan semakin disesuaikan dengan bentuk badan. Pada abad ke-19, bersamaan dengan meletusnya perang dunia, rok mulai berevolusi juga. Tuntutan untuk bergerak ringkas dan fleksibel, membuat perempuan mulai memakai rok yang lebih pendek yaitu sebatas lutut. Nah baru tahun 1960-an, berkat seorang desainer asal Inggris, Mary Quant, kita kenal yang namanya rok mini. Dan setelah rok mini, ada juga rok micro-mini, seperti yang sering dipakai tim cheerleader.

Bukan hanya manusianya saja, barang maupun hal-hal seperti warna juga tampaknya kini punya ‘gender’nya masing-masing. Pink untuk cewek biru untuk cowok. Rok untuk cewek, celana untuk cowok. Dan pada akhirnya, dapur untuk cewek dan kantor untuk cowok. Bila kamu melanggar, siap-siap saja dianggap menyimpang.

Sesederhana rok saja ternyata sejarahnya panjang ya. Sekarang rok bisa menjadi busana multifungsi, yang bisa dipakai segala suasana dan dipadukan dengan berbagai model atasan. Memang setiap zaman mengalami perkembangan. Meski rok seakan dilabeli sebagai pakaian wanita, di beberapa budaya rok masih dipakai oleh kaum pria kok. Termasuk budaya kita. Salah satunya adalah sarung yang umum dipakai oleh pria Indonesia. Secara teknis, sarung itu rok kok!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya