Ada banyak budaya di Indonesia saat menyambut Ramadan. Mulai dari ‘megengan’ hingga budaya pawai obor yang mengumandangkan sholawat dan doa-doa. Khusus untuk pawai obor, biasanya pesertanya adalah anak-anak. Dilangsungkan saat malam hari setelah sholat Isya’, pawai obor biasanya selalu menghangatkan suasana menjelang Ramadan tiba.

Namun hal yang sedikit berbeda terjadi pada pawai obor yang satu ini. Dilansir dari BBC, pawai obor yang diduga berlokasi di Jakarta ini mendadak viral di media sosial. Alih-alih kumandang sholawat dan doa yang damai dan menenangkan, pawai obor yang videonya viral di medsos ini turut memekikkan nyanyian ‘Bunuh Ahok Sekarang Juga‘. Sangat disayangkan…

Pawai Ramadan seharusnya jadi ajang penyebaran paham Islam yang damai. Bacaan sholawat dan doa yang dikumandangkan, bukan ajakan ‘bunuh’ seseorang

Sejak bertahun-tahun yang lalu pawai obor saat Ramadan sudah menjadi budaya di negara kita. Tujuannya adalah sebagai pengingat bahwa bulan puasa sudah tiba. Seharusnya sih ayat suci Al-Qur’an, bacaan sholawat hingga doa-doa dipanjatkan oleh anak-anak yang mengikuti pawai obor ini. Namun hal yang berbeda terjadi pada pawai obor kemarin. Alih-alih membaca sholawat dan bacaan-bacaan yang isinya menyejukkan, dalam pawai kali ini terselip ucapan ‘bunuh Ahok‘.

Kata-kata yang dinyanyikan dengan nada lagu anak-anak berjudul ‘Menanam Jagung‘ ini, sepertinya lanjutan dari demo-demo atas kasus penodaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahya Purnama yang ramai belakangan ini. Hal tersebut jelas sangat disayangkan, identitas pawai obor yang biasanya menghangatkan berubah panas karena nyanyian kebencian.

Belum lagi fakta bahwa anak-anak lah yang menyanyikannya. Pawai obor yang harusnya tempat anak-anak bermain dengan teman sebayanya, ini jadi sarat agenda politik

Anak-anak pasti bahagia saat pawai obor dulu. Bertemu teman sebayanya, sih… via www.bbc.com

Advertisement

Jujur saja, anak-anak tak mungkin tahu dan peduli soal kasus Ahok kalau bukan orang yang lebih tua yang mengajarkannya. Mereka masih polos, perkara politik seperti ini mereka jelas tak begitu peduli. Yah dunia mereka ‘kan masih dunia bermain.

Nah hal itu yang paling disesalkan oleh banyak pihak. Faktanya, dalam video yang beredar tersebut pekikan ‘bunuh Ahok‘ ini dinyanyikan oleh anak-anak. Biasanya anak-anak akan bernyanyi dan bergembira bersama teman-teman sebayanya saat pawai obor berlangsung. Kapan lagi coba bisa keliling kampung membawa obor sambil bernyanyi bersama teman-teman sebaya!? Sayangnya dalam kesempatan ini, mereka justru diajari untuk menyebarkan kebencian. Jelas tidak bisa dibenarkan sih ini.

Viralnya video pawai obor ‘bunuh ahok‘ ini tentu sontak dikritik banyak pihak. Terlepas dari pandangan politik yang berbeda, tak seharusnya anak-anak dibiarkan berlaku seperti ini

Ajarkan kedamaian dan nilai saling memaafkan, bukan justru kebencian buta via www.aktual.com

Anak-anak selayaknya kanvas putih dimana kita ‘menggambar’ masa depan bersama. Jika generasi penerus ini sudah diajarkan kebencian sedari dini, apalah jadinya masa depan negeri ini. Apalagi ketika perbedaan dijadikan alasan untuk membabi buta membenci seseorang. Akankah jauh lebih baik jika anak-anak ini justru diajari nilai perdamaian dan pentingnya bisa memaafkan. Terlebih lagi hidup di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama, toleransi itu penting sekali.

Sedih sih melihat video di atas. Masa anak-anak sekecil ini sudah diajarkan kalau membenci dan menuntut orang agar dibunuh itu, hal yang wajar dilakukan?! Janganlah renggut masa kecil mereka dengan kebencian. Tanamkanlah nilai dan prinsip yang baik supaya mereka bisa mencapai potensi terbaiknya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya