Bulan ini jadi bulan yang penting buat umat Hindu di Indonesia. Sebabnya, Hari Raya Nyepi yang juga menjadi tanda tahun baru Saka jatuh di bulan ini. Nyepi adalah hari di mana masyarakat Hindu menghabiskan 24 jam untuk merenungkan apa yang telah terjadi selama setahun terakhir, sekaligus menyiapkan ancang-ancang demi menjadi manusia yang lebih baik lagi di tahun yang baru. Hari Nyepi dihabiskan untuk beribadah, dan menahan diri dari menggunakan teknologi. Sangat bertolak belakang dengan tahun baru Masehi yang biasa dirayakan dengan gaduh.

Kalau ngomong soal Nyepi, pasti pikiran kalian langsung mengarah ke Pulau Dewata, Bali. Memang sebagian besar penduduk Hindu di Indonesia hidup di provinsi ini. Tapi, umat Hindu di Indonesia nggak cuma tinggal di Bali aja lho! Umat Hindu juga tersebar di beberapa daerah di Indonesia dan sebelum Hari Nyepi jatuh, mereka juga punya tempat-tempat untuk merayakan berbagai prosesi keagamaan yang termasuk dalam rangkaian perayaan Nyepi. Di mana saja tempat-tempat tersebut? Simak yuk!

Kamu Bisa Mengintip Upacara Penyucian Jalani Dhipuja di Tanah Lot-nya Malang, Pantai Balekambang.

Upacara di Balekambang via www.seputarmalang.com

Pantai Balekambang sering disebut sebagai Tanah Lot-nya Jawa Timur. Itu karena di salah satu sisi pantai terdapat pura yang hampir menyerupai Tanah Lot di Bali. Secara fungsinya, Pantai Balekambang juga masih sering digunakan oleh umat Hindu untuk bersembahyang, salah satunya menjelang Nyepi. Tiga hari sebelum hari raya Nyepi, upacara Jalani Dhipuja dilakukan di Pantai Balekambang. Tak berbeda dari upacara Melasti di Bali, inti dari Jalani Dhipuja adalah penyucian — penyucian manusia dan alam semesta.

Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu yang hendak mengikuti upacara di Pantai Balekambang ini telah datang ke pura untuk mempersiapkan jolen atau sesajen. Jolen yang dibawa sendiri terdiri dari lima unsur: buah-buahan, daun, bunga, air, dan dupa. Upacaranya dimulai pagi-pagi, dengan mengarak air suci dari pura kepada Pendeta Agung. Ada juga suguhan tarian untuk meminta doa kesejahteraan pada Tuhan, ditutup dengan larungan air suci dan seluruh sesajen ke laut.

Advertisement

Tapi, bagaimana dengan umat Hindu yang tidak tinggal di dekat pantai atau laut? Bagaimana mereka akan merayakan Melasti atau Jalani Dhipuja?

Mudah saja: mereka bisa pergi ke danau terdekat dan melakukan upacara penyucian di sana.

Candi Prambanan Adalah Candi Hindu. Wajar Saja Jika Dijadikan Lokasi Puncak Peringatan Hari Raya Nyepi.

Prosesi Nyepi di Candi Prambanan via sukiswantiyaeee.blogspot.com

Jika di Bali, Tawur Agung Kesanga dapat dilakukan di setiap banjar karena hampir setiap penduduknya merayakan. Namun, umat minoritas Hindu yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya bisa merapat ke Candi Prambanan. Melihat perayaan Nyepi di Candi Prambanan ini cukup menarik. Biasanya di lapangan akan didirikan tenda untuk para umat yang hendak berdoa untuk keseimbangan dan harmoni alam semesta. Karena memiliki lokasi yang luas di area candi dan segi historis Candi Prambanan, tempat ini selalu menjadi pusat perayaan Nyepi di Indonesia. Tak sedikit umat Hindu datang dari beberapa daerah di luar Jogja untuk mengikuti prosesi Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan.

Tahun ini, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mengunjungi Prambanan khusus untuk ikut menghadiri Tawur Kesanga. Datang juga Sultan Hamengkubuwono X untuk mendampingi Presiden dan Ibu Negara.

Selama upacara, Presiden membagi-bagi amplop berisi Rp. 100.000 untuk kaum Hindu lanjut usia. Beda sama kita anak muda, ya, yang dikasih kesempatan buat selfie bareng aja udah girang. Walaupun kalau dikasih 100.000 juga gak nolak sih

Umat Hindu di Indonesia tak hanya tinggal di Bali, tapi juga di Lombok. Makanya, kamu bisa menemukan pawai ogoh-ogoh di sana!

Ogoh-ogoh di Mataram via doenklombok.wordpress.com

Tidak seperti di Bali yang benar-benar sepi selama perayaan Nyepi, di Lombok kamu masih bisa jalan-jalan meskipun banyak juga warganya yang merayakan Nyepi. Kamu bahkan juga bisa lho mengikuti keramaian beberapa perayaan Nyepi di Lombok. Salah satunya dengan mengikuti pawai ogoh-ogoh di ibukota NTB, Mataram. Ogoh-ogoh ini sebelumnya sudah dipersiapkan oleh pemuda-pemuda banjar di Mataram.

Arak-arakan ogoh-ogoh ini biasanya dilakukan di pusat kota Mataram. Banyak juga wisatawan yang menonton di sepanjang jalan. Penasaran? Yuk, mulai nabung buat datang ke Lombok tahun depan!

Sekelumit toleransi beragama di Indonesia masih bisa ditemukan di Makassar. Untuk memfasilitasi minoritas Hindu di sana, Pantai Losari kini dijadikan lokasi upacara Melasti.

Pantai Losari kini juga dijadikan tempat Upacara Melasti via indonesiaexplorer.net

Di tahun-tahun sebelumnya upacara Melasti bagi umat Hindu di Makassar biasa dilakukan di Pantai Akkarena. Namun, kini pemerintah kota Makassar mengizinkan umat Hindu untuk menggunakan anjungan Pantai Losari untuk Melasti. Prosesi Melasti di Makassar sendiri tidak memiliki banyak perbedaan dari upacara Melasti di Bali. Dengan dibukanya Pantai Losari untuk Melasti, umat Hindu yang berada di Makassar tidak perlu jauh-jauh jika ingin melakukan upacara. Pasalnya, letak Pantai Losari memang tidak jauh dari pusat kota. Ah, anggap saja ini bukti baik bahwa toleransi agama masih ada di Indonesia!

Di Indonesia, prosesi Nyepi tak hanya bisa kamu temukan di Bali saja. Umat Hindu di beberapa provinsi lain juga turut merayakannya. Bagaimana dengan prosesi Nyepi di kotamu? Apakah sama khusyuknya dengan perayaan di kota-kota di atas?

Semoga kamu melewati Hari Nyepi dengan penuh makna, ya. Seperti kata Menteri Agama kita:

Manusia perlu bercermin ke dalam dirinya sendiri. Dalam hening, manusia mendengarkan bisikan hati nurani yang suci, dan berusaha menghindarkan diri dari segala perbuatan tercela.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin