Lagu-lagu anak dari masa kecil kita adalah harta karun yang menyenangkan. Mendendangkan lagu-lagu itu bisa bikin kita ingat betapa polosnya kita dulu. Cara kita memahami lirik lagu-lagu itu saat ini pasti sudah beda, karena sekarang kita sudah dewasa.

Selain itu, mengenang masa kecil juga adalah cara ampuh untuk menjaga kewarasan hati. Maklum, dunia kita sekarang pasti penuh dengan tekanan, baik dari kampus maupun pekerjaan.

Nah, lagu-lagu masa kecil ini bisa melipur laramu dan membuatmu bersemangat lagi. Lagu-lagu apa saja sih yang Hipwee maksudkan? :”)

1. “Kemarin, Pamanku datang dari desa…”

Tasya bukan anak desa via www.youtube.com

Kemarin Paman datang,
Pamanku dari desa.
Dibawakannya rambutan, pisang
Dan sayur mayur segala rupa

Advertisement

Hayoo, siapa masih ingat lagu Tasya yang satu ini? Selain lagu Libur Telah Tiba dan Anak Gembala, lagu Paman Datang sempat menjadi hits di tahun 2000-an lho! Dari sinilah, kita yang tumbuh besar di kota belajar tentang damainya kehidupan desa. Ini pun jadi soundtrack ketika kita akan pulang ke kampung orangtua. Hatiku riang tidak terperi, terbayang sudah aku disana~

2. “Lihat segalanya lebih dekat. Maka kau akan mengerti…”

Lihatlah Lebih Dekat via kampungindian.blogspot.com

Mengapa bintang bersinar,
Mengapa air mengalir,
Mengapa dunia berputar?
Lihat segalanya lebih dekat
Dan kau akan mengerti

Siapa sih dari kamu yang dulu nggak nonton Petualangan Sherina? Taruhan deh, pasti dulu kamu seneng banget sama lagu yang satu ini. Ato mungkin dulu kamu juga pernah pura-pura main piano sambil lipsynch lagu ini?

Namun, coba deh sejenak kita renungkan makna dari lirik lagu ini. Dalem, ya? Lirik sedalam ini mungkin belum kita pahami sewaktu kecil, karena kita jatuh cinta pada nada menghanyutkan lagu ini saja. Coba deh, nyanyikan kembali lagu ini. Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti disini?

3. “Apa yang kuberikan untuk Mama, untuk Mama tersayang…”

lagu mengharukan untuk ibu via youtube.com

Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Jika kamu punya masa kecil yang bahagia, ibumu adalah pahlawannya. Sosok beliau yang penyayang, sabar mendengar, dan memaklumi selalu berhasil membuatmu merasa dicintai. Perasaan dicintai ini membawamu memutar otak: apa yang bisa kamu lakukan untuk membalas jasanya, sementara kamu tidak punya apa-apa?

Hingga sekarang, lagu ini masih sering dilantunkan di televisi. Daya magis kasih sayang ibu memang tak pernah lekang. Kamu bisa juga menyanyikan lagu ini untuk dijadikan sebagai hadiah Hari Ibu bulan Desember esok. Sudahkah kamu berencana meneleponnya dan memberi kejutan lagu ini padanya?

4. “Susan, Susan, Susan…”

Susan dan Kakak Ria via s259.photobucket.com

Susan, Susan, Susan
Besok gede mau jadi apa?
Aku kepingin pinter
Biar jadi dokter

Siapa sih yang gak kenal Susan, si boneka yang bisa nyanyi? Duo Susan dan Kak Ria Enes memang kondang di tahun 90-an. Kalau anak-anak sekarang punya Let It Go dari Frozen, kita punya Susan dan Kak Ria!

Hayooo… siapakah dari kamu dulu yang mau jadi dokter gara-gara Susan?

5. “Orang tak berilmu itu seperti tak bermata, kesandung… kejedot…”

Kesandung, kejedot via www.youtube.com

Karier Agnes Monica atau Agnez Mo berawal dari usia belia. Ketiga albumnya yang dilempar ke pasaran selalu sukses, tak terkecuali album keduanya yang berjudul Yess! Yang menjadi single andalan di album ini juga bertajuk Yess! dan dinyanyikan duet dengan sesama penyanyi cilik, Eza Yayang. Iramanya yang unik bisa bikin kamu bergoyang dan gak pernah bosen.

Bahkan di tengah lagu, Agnes dan Eza membawakan lirik dengan irama sedikit cepat, hampir seperti rap. Keren banget gak sih? Gak kalah lho sama lagunya Agnez Mo yang judulnya Coke Bottle, hehehe…

Orang tak berilmu itu seperti tak bermata ta..ta..
Kalau jalan meraba-raba bisa kesandung bisa kejedot
Kesandung kejedot, kesandung kejedot
Kesandung kejedot dot.. dot.. yeahh..

6. “Banjir lagi, banjir lagi! Aduh Komo bingung lagi!”

Bukan Si Komo deng via thenypost.com

Musim hujan gini, mungkin kamu harus dengerin lagu Banjir Lagi dari Kak Seto dan Si Komo. Tinggal di Jakarta? Coba deh mention Pak Ahok di Twitter dan usul supaya lagu ini didendangkan ke seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai.

Banjir lagi (Jir!!) banjir lagi (Jir!!)
aduh Komo bingung lagi.
Gara-gara kita-kita. buang sampah sembarangan.
Ayo kawan semua jaga kebersihan. Itulah kata Si Komo!

Kapan tuh terakhir kali kamu buang sampah sembarangan? Lima detik lalu? Yeh…

7. “Aku Sayang Kepadamu!”

kecil-kecil sayang banyak orang via www.bikermusic.net

Gak cuma lagu Dudidudidam lho yang tersohor! Nyanyian bertajuk Semua Ada Di Sini dari Enno Lerian juga termasuk dalam lagu top anak kecil di era 90-an. Kombinasi antara lirik lagu yang edukatif, melodi yang yang riang serta sisipan alunan alat musik tradisional membuat lagu ini layak kamu putar sekarang juga. Lirik tembang ini menggambarkan beragam kekayaan Indonesia yang wajib kita jaga dan syukuri. Lagu anak ini juga (ceritanya sih) mau mengobarkan semangat nasionalisme kita gitu…

Hei Indonesiaku
Tanah subur rakyat makmur
Hai Indonesiaku
Aku (Enno) sayang kepadamu

Cuma yang gak habis pikir, kenapa ya Mbak Eno harus pamer baju dan rambutnya di awal video klip? Ah, entahlah~

8. “Aku cinta rupiah! Biar dolar dimana-mana!”

aku cinta rupiah via www.youtube.com

“Aku cinta rupiah juga! Eh tapi hubungannya sama dolar dimana-mana apa, ya Ma? Hehehehe…”

Mungkin itu yang kamu pikirkan waktu kecil dulu. Berhubung kamu belum ngerti teori ekonomi inflasi-deflasi atau teori nilai tukar mata uang, lagu ini pun kamu sukai hanya karena liriknya yang ceria saja. Baru deh, saat kita dewasa kita mengerti maksudnya!

Lagu ini dibawakan oleh Cindy Cenora. Musiknya yang ceria dengan disisipi beberapa suara alat musik tradisional bikin lagu ini semakin semarak. Video klipnya juga lucu dengan gerakan tarian yang energik dari si penyanyi.

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

9. “Mama, Papa, Aku, Bolo-Bolo…”

bolo bolo bolo bolo via www.kasetlalu.com

Misteri yang sampai sekarang tak terpecahkan di antara anak-anak generasi 90-an:

BOLO-BOLO ITU ARTINYA APAAAA?

Lagu yang populer di tahun ’98 ini memang punya judul yang agak absurd. Kita gak tau apa artinya “bolo-bolo”, tapi tetep juga seneng nyanyiin. Apalagi kalo bukan karena iramanya yang enak didendangkan dan liriknya yang emang itu-itu aja mudah.

Video klipnya juga lucu karena hampir sepanjang lagu, Tina Toon kecil yang tembem dan ngegemesin itu joget-joget energik. Lain kali kalau mau karaokean sama teman, nyanyiin lagu ini aja ya!

Mama … bolo-bolo
Papa … bolo-bolo
Nenek … bolo-bolo
Kakek … bolo-bolo

Udah gitu doang? Iya. Isinya bolo-bolo semua? emang.

10. “Kebelet pipiiiis, kebelet pipiiis, kebelet pipiis, Papa!”

kebelet pipis papa via danni-sutradara.blogspot.com

kebelet pipis kebelet pipis
kebelet pipis, Papa
kepengen pipis kepengen pipis
kepengen pipis, Papa!

Sama kayak Bolo-Bolo, lagu Kebelet Pipis ini juga gak jelas. Hampir semua isi lagu didominasi kata “kebelet pipis” dan “kepengen pipis”. Tapi justru karena kata-katanya yang itu-itu aja, lagu ini jadi gampang diingat. Mungkin kamu sebel sendiri karena lagu ini gak pernah mau lenyap dari kepala.

PS: Gedenya ganteng lho si penyanyi ini, Mas Ciccio Manassero namanya. Ding! Kalau kamu masih bingung yang mana, itu lho… aktor di sinetron yang ada serigalanya.

Masih kebelet pipis, Mas Wingky? via ranwikmakitulung.blogspot.com

Nah, apakah lagu anak-anak favoritmu sudah masuk di daftar Hipwee? Kalau belom, tambahkan saja di kolom komentar, ya! 😀