Kalau kamu bukan nenek-nenek/pemain musik profesional/ibu hamil/balerina, mungkin kamu nggak akan begitu peduli dengan musik klasik. Mungkin kamu juga malas mendengarkannya — berhubung nggak ada liriknya dan panjang satu komposisi bisa sampai dua jam. Tapi, tahukah kamu kalau musik klasik nggak harus membosankan?

1. Biar kamu semangat: Jacques Offenbach, ‘Orpheus in the Underworld’ (Can-Can)

Kemungkinan besar kamu udah pernah ngedenger komposisi ini sebelumnya, tanpa pernah tahu apa judulnya.

2. Bahagia itu sederhana: Roman Hoffstetter — ‘Serenade‘, Op. 3, No. 5

Kalau ungkapan ‘bahagia itu sederhana’ punya suara, demi Tuhan, pasti akan kedengaran seperti ini.

3. Buat nemenin jogging: Igor Stravinsky, ‘Rite of Spring’

Suara bassoon di pembukaannya pas untuk sesi pemanasan kamu, sebelum derit kasar biola dan jeritan oboe membuatmu ingin berlari tanpa pernah berhenti lagi. Waktu dipentaskan pertama kali, komposisi ini sampai memicu kerusuhan dan cakar-cakaran di antara para penontonnya.

4. Buat yang lagi patah hati: Franz Liszt, ‘Liebestraum no. 3

…Karena patah hati sambil ngedengerin lagu Adele sudah sedikit terlalu mainstream.

5. Musik dari firdaus: JS Bach, ‘Air’

Advertisement

Bayangkan suatu malam di penghujung musim panas. Kamu berdiri di tengah padang rumput, jari-jari kakimu bersentuhan dengan bumi. Kamu sendirian, namun nggak sedikitpun merasa kesepian. Kepalamu mendongak ke angkasa. Bintang-bintang bertaburan, buah-buah yang mekar dari malam yang kebiruan.

‘Air’ ditulis untuk melukiskan bayangan seperti itu.

6. Buat yang anti menye-menye: Sergei Prokofiev, ‘Dance of the Knights’

Kalau kamu nggak suka musik yang menye-menye cantik, coba dengar ‘Dance of the Knights’ dari Prokofiev. Buat kamu yang suka Star Wars, John Williams terinspirasi menulis lagu tema buat Darth Vader dari komposisi ini.

7. Buat para penggemar jazz: George Gershwin, ‘An American in Paris’

Para pecinta musik jazz kemungkinan besar sudah pernah mendengar ‘Rhapsody in Blue’. Nah, ‘An American in Paris’ adalah trek dari komposer yang sama. Kisahnya adalah tentang orang Amerika yang kangen parah sama rumah, walau akhirnya menyadari rasa cintanya pada Paris — kota tempatnya tinggal sekarang. Swing it, Baby!