Banyak hal yang bisa membuat seseorang bisa disebut manusia normal. Salah satunya soal sakit. Manusia normal, dalam hidupnya, pasti pernah merasakan sakit. Entah sakit ringan atau parah, sakit adalah sebuah hal yang pastinya pernah dialami siapa saja. Meskipun harapan hidup bagi manusia semakin meningkat dari tahun ke tahun, ha ini tidak berarti bahwa manusia dijamin lepas dari penyakit. Pasti tetap akan ada saat di mana kamu jatuh sakit.

Bicara soal sakit, umumnya orang akan pergi ke dokter untuk bertanya atau mengonsultasikan tentang keadaannya. Harapannya, dokter bisa mengatasi lewat anjurannya atau rekomendasi obat. Namun kaum cowok biasanya kerap menyepelekan pergi ke dokter kalau lagi sakit. Kira-kira apa aja ya yang jadi alasan cowok malas ke dokter? Yuk, langsung disimak aja!

Bukan menyepelekan, tapi memang banyak cowok berpikir, “Ah besok paling sembuh.”

Cukup tidur aja

Cukup tidur aja via cdn.shutterstock.com

Bahwa cowok adalah kaum yang optimis bisa dilihat dari kasus ini. Menurut mayoritas cowok, sakitnya dia di hari ini akan sembuh dengan cepat di hari selanjutnya. Cukup dibuat istirahat, makan dijaga dan banyak minum, paling bisa langsung pulih kondisi tubuhnya. Jadi buat apa dibawa ke dokter?

Biaya dokter jadi pertimbangan lain cowok kerap mengurungkan niat untuk berobat

"Berapa, dok?"

“Berapa, dok?” via www.cancerfightersthrive.com

Tatkala masuk akhir bulan, kondisi keuangan seorang cowok sangat mungkin memasuki titik-titik kritis. Maka dari itu, pergi ke dokter karena sakit akan menjadi hal yang harus dipikir ulang dengan keras. Kita tahu sendirilah biaya dokter kadang nggak bisa diprediksi. Belum juga obat yang bisa kita nggak habis pikir harganya. Kamu bisa nilai masing-masing sih soal keadaan ini. Lagipula pernah punya pengalaman ke dokter juga ‘kan?

Cukup dengan minum obat atau jamu, nanti juga bakal balik lagi kondisi sehatnya

Diminum obat dulu

Diminum obat dulu via netdoctor.cdnds.net

Cowok selalu punya solusi sendiri soal kesakitannya. Ya, maklumlah, beberapa cowok selalu dituntut lebih mandiri sedari kecil. Jadi, ketika dia sakit, ya, mau nggak mau nyari jalan keluar sendiri, yaitu dengan minum obat atau beli jamu. Intinya, dokter ada di posisi terakhir setelah obat yang bisa dibeli di warung atau apotek.

Bukan meremehkan, tapi kalau sakitnya nggak parah sih, cowok bakal bilang, “Ah baru sakit gini doang. Masih bisa ditahan kok.”

Jangan kuatir

Jangan kuatir via cdn.shutterstock.com

Ya paham sendirilah kalau cowok memang suka rada bandel dan sok kuat kalau lagi menahan sakit. Apalagi kalau ditanya dan diajak ke dokter sama ceweknya. “Ah cuma gini doang kok. Masih bisa ditahan. Tenang aja,” kata cowok ke ceweknya yang menawarkan pergi ke dokter.

Takut disuntik. Meski jarang yang mengaku, faktanya beberapa cowok memang sangat takut dengan jarum

Jangan sampe ah, nanti malah disuntik

Jangan sampe ah, nanti malah disuntik via i.huffpost.com

Inilah salah satu hal yang ditakuti ketika datang ke dokter. Sosok dokter yang tertawa jahat sambil menunjukkan suntikannya terbayang-bayang di pikiran. Ya, nggak semua cowok kayak gini memang, tapi beberapa cowok memang ada yang sampai takut dengan jarum suntik. Dia bahkan punya cerita takut disuntik waktu zaman SD. Kalau sudah fobia gitu ‘kan susah juga.

Diagnosa yang akan disampaikan dokter nantinya takut jadi kepikiran. Malah memberi sugesti buruk

Takut ah sama diagnosa dokter

Takut ah sama diagnosa dokter via i.huffpost.com

Diagnosa dokter memang bisa bikin seseorang kepikiran. Apalagi kalau ternyata sakitnya lumayan parah. Akhirnya bakal banyak batasan yang dikemukakan si dokter dan kemudian akan menghantui hidup seseorang cowok. Begitulah alasan lain kenapa cowok malas pergi ke dokter. Niatnya ingin berobat, tapi malah kepikiran sama diagnosa yang dikasih tahu si dokter. Tapi kalau kamu menemukan ada yang kayak gini, coba didukung aja. Dikasih semangat juga biar paham pentingnya diagnosa dokter sedari dini.

Itulah kebanyakan alasan kenapa cowok malas ke dokter kalau lagi sakit. Dokter, ya, jadi pilihan terakhir kalau dirinya benar-benar merasa tak mampu ngapa-ngapain lagi. Sok kuat ‘kan? Memang sok kuat, padahal menurut peneliti Harvard University, itulah salah satu alasan kenapa cowok kebanyakan lebih cepat mati ketimbang cewek.