Sampai hari ini aku masih tidak bisa menemukan setetes kesedihan setelah kau akhiri hubungan kita siang itu. Sudah lama memang perpisahan kita, tapi mungkin saja kau bertanya-tanya tentang kabarku saat ini. Kabarku baik kok, tak seperti yang mungkin kau harapkan. Jelas, tak ada mantan yang mengharapkan bekas kekasihnya akan baik-baik saja setelah berpisah, bukan?

Kau harus tahu satu hal tentangku saat ini. Aku bukanlah seorang yang dulu pernah kau kenal. Seseorang yang hidupnya selalu bergantung padamu, seseorang yang selalu kesusahan mengambil keputusan, atau seseorang yang selalu tak pernah bisa menjaga kebersihan kamarnya. Setelah lepas darimu, semua kini berubah. Tanpa berlarut kesedihan, ada banyak hal yang bisa kukerjakan, dan tampak menyenangkan.

Memang kamulah yang selalu mendukung keputusanku selama ini. Tapi bukan berarti aku tak bisa melakukannya seorang diri

Aku bisa jauh lebih baik. via unsplash.com

Setiap keputusan yang akan kuambil memang selalu kulemparkan padamu terlebih dulu untuk kita pertimbangkan bersama. Meski sering kali aku lebih mendengarkan pendapatmu yang masuk akal dan tak merugikan orang lain. Ya, memang kelemahanku saat itu adalah tak pernah bisa memutuskan segala sesuatu tanpa memedulikan perasaan orang lain. Berkat kamulah aku kini menjadi pribadi yang lebih peka untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan. Dan kini aku jauh lebih baik dalam hal itu.

Tanpamu saat ini, aku jauh bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Justru denganmu, semua terasa terhambat dan terkekang

Berkembang tanpamu. via www.pexels.com

Advertisement

Satu hal yang kusadari setelah lepas darimu, bahwa selama ini aku tak cukup maksimal untuk berkembang. Potensi diri yang ada pada diriku, tak pernah benar-benar terasah. Masih banyak potensi yang bisa kukembangkan sendiri. Seperti kemampuanku untuk membuka usaha bersama teman-temanku.

Selama bersamamu, teman hanyalah basa-basi, kawan hanyalah ilusi, dan sahabat itu tak pernah sejati. Kini aku menyesal untuk itu semua. Aku kehilangan semua teman dan sahabat baikku. Kau cukup berjasa dalam memberikan nelangsa pada kenangan manisku.

Jangan berpikir bahwa aku akan kuwalahan menghadapi hari-hari setelah ini. Berpisah denganmu, bisa membuatku makin ringan menanggung beban

Semua terasa lebih ringan. via www.pexels.com

Kesedihan itu wajar, tapi hidup terus berputar. Kenangan pahit atasmu hanyalah beban yang harus segera pendar.

Mungkin saat melepasku, kau lantas bahagia bersama lelaki dengan kekayaan yang tak lepas dari warisan orang tuanya itu. Mungkin di sinilah letak kekeliruanmu. Jangan senang dulu karena melihatku hancur setelah kau tinggal pergi. Tapi percayalah, aku tak bisa larut dalam kesedihan seperti yang kau bayangkan. Asal kau tahu, justru dengan kepergianmu, hidupku kini terasa lebih tentram. Langkahku nyaman untuk melangkah sendirian, tapak kakiku menjadi lebih ringan untuk melenggang, dan hidup seolah tanpa beban, seperti ketika ada kau di sisiku.

Mungkin memang kamu yang selama ini nyata ada di sisiku. Tapi doa-doa dari orangtua dan sahabat baikku tak akan pernah putus untuk kesuksesanku

Nyatanya, masih banyak orang yang sayang padaku. via www.huffingtonpost.ca

Tak bisa kumungkiri, kau memang selalu ada untukku saat itu. Selalu sedia ketika kubutuh, selalu siaga ketika kuperlu. Demikian halnya aku yang selalu siap ketika kau panggil untuk melakukan apapun atas nama cinta. Tapi pada dasarnya, kepergianmu tak mengubah banyak hal dalam hidupku. Aku masih terlalu kuat untuk melanjutkan hidupku sendiri. Masih ada orang-orang terdekatku yang tanpa lelah mendoakanku dalam diam, tanpa perlu menggembor-gemborkannya di media sosial. Sayang sekali, kau keliru lagi.

Sejatinya, kau bukanlah sesuatu yang layak kuperjuangkan. Meski aku sempat mempertaruhkan segala yang kupunya untukmu saat itu, cukup semua itu kubungkus dalam kotak kenangan. Kini, selamat berbahagia dengan pilihanmu. Semoga kau tak akan pernah menyesal telah meninggalkanku saat di mana aku tengah berjuang dalam proses memantaskan diri.

Salam,

Lelaki yang pernah mendoakanmu tanpa lelah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya