Film adalah sebuah media atau alat bantu untuk berkomunikasi. Banyak pesan yang bisa disampaikan melalui sebuah film. Nggak hanya hiburan, tetapi juga pesan moral dan berbagai pelajaran hidup.

Sayangnya, saat ini film yang penuh pesan moral untuk anak-anak nggak begitu banyak hadir di layar kaca maupun layar lebar. Anak-anak dan orang tua pun kebingungan mencari tontonan yang pas dan mendidik. Tapi sebenarnya, kita nggak harus menanti film terbaru untuk menjadi tontonan anak-anak. Ada beberapa film zaman dulu yang menarik, mendidik, dan sarat akan pesan moral. Ini di antaranya:

1. Memahami Kerja Sama dan Persahabatan Lewat Film Petualangan Sherina

Petualangan yang mengeratkan persahabatan Sherina dan Sadam via fitrotulaini.blogspot.com

Masih ingat dengan film ini? Harusnya sih masih. Bagaimana bisa lupa sama salah satu film fenomenal saat kita kecil dulu. Film yang hadir di tahun 2000 ini menceritakan tentang petualangan 2 orang sahabat, yaitu Sherina dan Sadam. Mereka berdua tadinya hanya ingin berwisata keliling perkebunan milik keluarga Sadam. Tapi ternyata, ada penculik-penculik suruhan pengusaha licik yang mengincar mereka. Terpaksa deh mereka berkeliling hutan semalam suntuk.

Anak-anak saat ini perlu banget untuk menonton film Petualangan Sherina. Selain karena ini salah satu pelopor film anak Indonesia, Petualangan Sherina juga sarat akan pesan moral. Kita diperlihatkan bagaimana kerja sama yang apik akan membuat segalanya terasa mudah dan membuahkan hasil memuaskan. Buktinya, Sherina dan Sadam berhasil menangkap pencuri dan pengusaha licik tersebut.

Advertisement

“Sherina, kalau kamu tidak mengenal temanmu lebih dekat, mana mungkin kamu tahu kenapa dia nakal?”

— Bu Darmawan

Nggak hanya itu, melalui film ini kita juga bisa belajar untuk lebih bijaksana dalam menilai seseorang. Seperti Sherina yang tadinya menilai Sadam adalah anak nakal. Tapi setelah berusaha mengenal Sadam dengan lebih dekat, Sherina pun tahu kalau Sadam hanya ingin lebih dibebaskan oleh orang tuanya dan bisa bermain bersama teman-teman lainnya.

2. Jadilah Sosok yang Berani dan Tidak Mudah Menyerah Seperti Mulan

Mulan berani mewujudkan cita-citanya via grantstevens.wordpress.com

Nggak selamanya prajurit itu adalah seorang pria. Buktinya, Mulan yang seorang wanita saja bisa menyamai bahkan melampaui kemampuan para prajurit pria di Cina. Saat itu, Mulan menyamar sebagai pria supaya bisa masuk ke dalam satuan prajurit Cina untuk menggantikan ayahnya yang sudah tua. Namun, lama kelamaan akhirnya identitasnya terungkap juga. Awalnya, Mulan merasa terpuruk, tapi dengan semangat dan dukungan orang-orang tersayang, ia berhasil bangkit dan akhirnya berhasil mengalahkan Shan Yu, musuh mereka.

The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all

— The Emperor

Sayang sekali film sebagus ini sudah jarang diputar dan ditonton, terutama oleh anak-anak. Padahal, banyak sekali makna dan pesan moral yang bisa didapatkan oleh mereka. Mulai dari mengajarkan untuk nggak mudah menyerah dengan keadaan hingga mengajak anak-anak untuk punya cita-cita dan keinginan yang harus terus diperjuangkan.

3. Jumanji: Mengajarkan Untuk Bijak Dalam Mengambil Pilihan

Film yang mengajarkan kebijaksanaan dalam memilih via drafthouse.com

Pasti di antara kamu ada yang dulu ingin punya mainan Jumanji ini. Yap! Mainan yang jadi sorot utama film Jumanji ini kayaknya memang kelihatan seru banget. Cara bermainnya hampir sama seperti permainan monopoli. Hanya saja, setiap tulisan di kartu yang para tokoh ambil akan menjadi kenyataan. Ada yang menyenangkan, ada pula yang menyeramkan. Dan nggak menutup kemungkinan, mereka akan terjebak di dunia yang mereka masuki kalau nggak bisa menyelesaikan misinya. Hiii.. seram, ya?

Walaupun seram, tapi banyak pelajaran lho yang bisa diambil dari film ini dan berguna banget untuk anak-anak. Salah satunya adalah kita diajarkan untuk nggak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, karena kalau salah pilih bisa-bisa akan membahayakanmu nantinya.

What, are you crying? You don’t cry, all right? You keep your chin up. Crying never helped anybody do anything, okay? You have a problem, you face it like a man

— Alan Parrish

4. Menghargai Pentingnya Belajar dan Bersekolah Melalui Film Denias: Senandung di Atas Awan

Film Denias memperlihatkan semangat bersekolah yang tinggi via www.asiapacificscreenacademy.com

Saat film ini muncul, sebenarnya kita sudah nggak kecil-kecil banget sih. Mungkin ada yang sudah SMP atau malah SMA. Tapi tetap saja, film Denias: Senandung di Atas Awan ini nggak boleh dilewatkan begitu saja. Film yang berlatar tempat di bumi Cendrawasih ini menceritakan tentang seorang anak bernama Denias yang berjuang hanya untuk bisa bersekolah. Ia bahkan sampai berkelana seorang diri ke kota supaya bisa mengenyam pendidikan formal dengan baik.

“Sekolahlah, Denias! Kalau kau pintar, gunung pun takut sama kamu”

— Ibu Denias

Adik-adik kita yang tumbuh di zaman sekarang ini perlu sekali menonton film ini, terutama untuk menumbuhkan semangat belajar yang sudah mulai layu tersebut. Melalu film ini, mereka akan tahu kalau di Indonesia masih banyak anak-anak yang ingin bersekolah namun tidak bisa karena berbagai halangan. Dengan begitu, mereka pun akan bisa lebih bersyukur akan kesempatan yang didapatkan untuk belajar dengan tenang.

5. The Lion King, Mengajarkan Kita Untuk Berdamai Dengan Masa Lalu dan Optimis Menyongsong Masa Depan

Banyak pesan moral yang ada di film The Lion King via www.thewallpapers.org

The Lion King adalah salah satu film legendaris hasil karya Walt Disney Productions. Film ini bercerita tentang seekor singa bernama Simba yang ingin merebut kembali kerajaan ayahnya, Mufasa, yang diambil alih oleh Scar, pamannya sendiri. Mufasa sendiri telah meninggal dunia karena didorong oleh Scar dan jatuh dari tebing saat menolong Simba. Ketika mengetahui bahwa Scar memerintah secara diktator, Simba tidak tinggal diam dan berusaha merebut kerajaan itu lagi.

Dari semua film animasi yang seirng diputar di TV, jarang sekali The Lion King menjadi salah satunya. Padahal, film ini begitu sarat akan makna kehidupan yang berguna untuk anak-anak sekarang. Kita bisa belajar untuk tidak merasa trauma dan dendam akan masa lalu. Justru melalui hal-hal menyakitkan di masa lalu, kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dan tidak melakukan kebodohan yang sama. Bagus ‘kan pesan moralnya?

Oh yes, the past can hurt. But you can either run from it or learn from it

— Rafiki

6. Jangan Suka Berbohong! Nanti Hidungnya Panjang Seperti Pinocchio

Lewat tokoh Pinocchio, adik-adik kita bisa belajar untuk tidak berbohong via fanpop.com

Nggak hanya The Lion King saja, tapi film tentang Pinocchio, si boneka kayu, ini juga jarang sekali ditayangkan ulang. Seandainya kamu lupa, film animasi Pinocchio ini bercerita tentang sebuah boneka kayu yang bisa hidup dan diperlakukan selayaknya anak kandung oleh Geppetto, sang pembuatnya. Pinocchio ini cukup nakal dan lucunya, hidung Pinocchio ini akan semakin panjang kalau dia berbohong. Dan seringnya, kenakalan dan kebohongan ini membuat Pinocchio berada dalam kesulitan.

Now remember, Pinocchio. Be a good boy and always let your conscience be your guide

— The Blue Fairy

Anak-anak zaman sekarang wajib banget nih untuk nonton Pinocchio. Film ini bisa mengajarkan mereka untuk tidak berbohong kepada siapapun, karena kebohongan yang kecil kalau dilakukan terus menerus akan menjadi besar dan menimbulkan masalah. Nggak hanya itu, film ini juga mengingatkan mereka untuk terus patuh dan mendengarkan apa kata orang tua, karena orang tua lebih paham mengenai kehidupan dibandingkan dengan mereka yang masih kecil.

7. Petualangan 100 Jam: Persahabatan Tidak Memandang Status Sosial

Persahabatan tidak membedakan status sosial via youtube.com

Saat kecil dulu, film Indonesia yang bertema anak-anak masih cukup jarang diproduksi. Tapi, ada beberapa yang cukup menarik perhatian, salah satunya Petualangan 100 Jam. Film yang dibintangi oleh Joshua dan Marshanda ini bercerita tentang perjuangan seorang anak bernama Budiman dan persahabatannya bersama Marsya. Budiman yang berasal dari desa, pergi ke Jakarta untuk membebaskan ayahnya yang menjadi korban keserakahan Pak Lurah di desanya. Di Jakarta ini, Budiman berusaha menegakkan keadilan dengan bantuan Marsya dan juga keluarganya.

Walaupun nggak semeledak Petualangan Sherina, film ini tetap menarik ditonton oleh anak-anak saat ini. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran, salah satunya adalah persahabatan Budiman dan Marsya yang tidak memandang status. Marsya yang berasal dari kalangan berada, tidak memperdulikan status Budiman yang berasal dari desa dan tetap membantunya tanpa syarat.

8. Pengen tahu rasanya punya 11 Saudara Kandung? Keseruannya Bisa Dilihat di Cheaper By The Dozen

Cheaper by The Dozen memberikan cerita tentang keluarga dengan cara yang hangat via www.film4.com

Film keluarga yang satu ini memang unik. Bagaimana nggak, film Cheaper By The Dozen ini menceritakan tentang kehidupan keluarga Baker yang memiliki 12 anak! Banyak sekali, ‘kan? Itulah yang menarik dan bisa memberi banyak pelajaran dari film ini.

Sarah Baker: “Great. In Midland we were a family. Now we’re a support system?

Lorraine Baker: “A family is a support system, Butch!

Melalui film ini, anak-anak bisa belajar bagaimana berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain. Mulai dari hidup saling berbagi, hingga bernegosiasi banyak hal dengan orang tua mengenai mimpi dan berbagai keputusan. Semuanya demi kehidupan keluarga dan bersaudara yang lebih harmonis.

9. Toy Story: Belajar Memaknai Persahabatan Bersama Mainan-Mainan Lucu

Belajar nilai-nilai persahabatan dari mainan di Toy Story via www.audvdbox.com

Pixar memang jagonya membuat film animasi menarik. Dari mainan saja, Pixar bisa membuat sebuah film penuh cerita dan sarat akan makna. Toy Story hadir di layar lebar pada tahun 1995. Film ini menceritakan tentang petualangan Woody, Buzz, dan mainan lain yang dimiliki oleh seorang anak laki-laki bernama Andy. Woody yang menjadi pemimpin para mainan ini awalnya merasa iri dengan kehadiran Buzz Lightyear, mainan baru Andy. Tapi saat Woody “diculik”, Buzz-lah yang berusaha keras menolongnya. Sejak saat itu, mereka menjadi sahabat tak terpisahkan.

Film ini memberikan banyak pesan berharga mengenai persahabatan dan kehidupan. Melalui tokoh Woody, kita diperlihatkan untuk nggak boleh merasa sombong dan paling kuat, karena suatu saat kita pasti membutuhkan bantuan orang lain; bahkan itu yang tadinya kita anggap musuh. Dan melalui persahabatan antara Woody dan Buzz, kita bisa belajar bahwa sebagai sahabat kita harus saling menguatkan.

Buzz, you’ve got wings! You glow in the dark! You talk! Your helmet does that, that *whoosh* thing! You are a cool toy!

— Woody

10. Melalui Finding Nemo, Anak-Anak Bisa Belajar Pentingnya Patuh Pada Orang Tua

Keluarga dan persahabatan diceritakan dengan menarik di Finding Nemo via moviefail.com

Finding Nemo merupakan salah satu film animasi yang cukup legendaris. Bercerita tentang seekor ikan badut bernama Nemo yang tertangkap jaring nelayan karena tidak mendengarkan kata ayahnya, Marlin. Tapi saat kehidupannya dipertaruhkan di jaring nelayan, Nemo menyadari banyak hal, termasuk rasa sesalnya karena tidak mendengarkan nasihat ayahnya. Akhirnya, Nemo berhasil berkumpul lagi bersama ayahnya berkat bantuan Dory, sahabat ayahnya.

Film Finding Nemo ini perlu untuk ditonton oleh anak-anak zaman sekarang. Pesan moralnya banyak banget dan bisa dijadikan contoh oleh anak-anak. Mulai dari rasa patuh kepada orang tua, persahabatan antara Marlin dan Dory, dan juga rasa gigih untuk tidak pernah menyerah.

When life gets you down, you know what you gotta do? Just keep swimming

— Dory

Itulah 10 film zaman dulu yang cocok untuk ditonton lagi oleh anak-anak zaman sekarang. Nggak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna yang bisa membantu pembentukkan pribadi yang lebih baik. Film apa yang paling berkesan bagimu ketika masih anak-anak? Apakah kamu mau mengajak adik, keponakan, sepupu dan adik-adik lainnya untuk menonton lagi film tersebut?