Doa Rio akhirnya terjawab juga. Target untuk mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan bergengsi Formula 1 akhirnya tercapai setelah 16 tahun perjuangannya.

Sebenarnya Rio Haryanto juga bekerja dalam diam. Namanya baru benar-benar menjadi sorotan saat dia mencari dana untuk bisa berpartisipasi di kompetensi bergengsi dunia, Formula 1. Dana partisipasi yang mencapai 15 juta Euro — atau setara 223 milyar Rupiah — menjadi perdebatan. Pantas nggak sih uang negara sebanyak itu dicurahkan demi satu orang?

Namun kepastian baru datang tadi malam, Setelah perdebatan dan bahkan juga ejekan, Rio resmi membalap di ajang Formula 1 musim depan bersama tim Manor-Mercedes. Rio akan menjadi partner Pascal Wehrlein, pembalap asal Jerman.

Terlepas dari ejekan ke arahnya, bukankah perjuangan Rio selama ini patut diakui kegigihannya?

Perlu dicatat: Rio bukan pembalap karbitan. Bakatnya sudah diasah sejak umur 6 tahun, dan sampai sekarang dia bertahan

Rio memang harus luntang lantung mencari dana dulu untuk bisa berkompetisi di ajang Formula 1. Karena itulah, dia menerima sebutan berkonotasi negatif “pay driver”. Tapi sebenarnya, fenomena pay driver ini sudah bukan hal baru di Formula 1. Bahkan pembalap legenda seperti Niki Lauda, Michael Schumacher dan Fernando Alonso juga pernah dilabeli pay driver.

Advertisement

Kalau pun pay driver, yang perlu dicatat adalah Rio bukan seorang pembalap karbitan! Selama 16 tahun, karier Rio tumbuh beriringan dengan bertambahnya umurnya. Prestasi dalam dunia balap diukir sejak umur 9 tahun di kancah nasional. Prestasinya di kancah internasional juga gak bisa diremehkan. Rio memenangi Formula BMW Asia Pasifik di tahun 2009 dan selama 4 tahun membalap di GP2, memenangi 3 balapan sepanjang tahun 2015.

Percaya deh, Bang Rio memang punya bakat yang bisa diandalkan.

Sirkuit-sirkuit balap legendaris F1 juga pernah Rio jajal sebelumnya. Dia bukan bocah kemarin sore yang hanya modal ganteng dan latar belakang keluarga berada

Sejak tahun 2008 Rio sudah mengembangkan sayapnya ke dunia balap internasional, meski hanya taraf se-Asia. Tahun-tahun setelahnya, karir Rio pun berkembang dengan pesat. Kompetisi seperti Formula BMW dan GP2 dijajal olehnya. Beberapa kali pula mengukir juara.

Di tahun 2010 Rio sudah berkesempatan menjadi salah satu pembalap muda indonesia yang ikut uji mobil F1, di Abu Dhabi. Lalu, di 2012 sampai 2015 Rio berpartisipasi penuh di ajang GP2 series. Setidaknya meski belum ikut ajang F1, Rio juga sudah merasakan sirkuit-sirkuit legendaris yang juga tuan rumah F1.

Dilihat dari uraian singkat sepak terjang Rio di atas, jadi keyakinan baru kalau isi kantong pengalaman Rio sudah cukup penuh sebagai modal ikut ke ajang bergensi dunia.

Stephen Fitzpatrick, pemilik Manor Racing saja mengakui perfoma Rio di GP2 sangat memikat. Jadi kami percaya kamu memang pembalap muda Indonesia yang punya potensi kuat

2015 GP2 Series Round 1 – Bahrain International Circuit, Bahrain (Sam Bloxham/GP2 Series Media Service) via www.motorsport.com

Cerita mulai dari bagaimana Rio sukses mencetak pole position di trek basah di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia. Sampai posisi podium di Silverstone, Inggris dan jalan raya Monte Carlo. Dipperkuat dengan pengakuan Stephen Fitzpatrickkalau, kalau perfoma Rio di GP2 sangat mengikat.

Kalau si bos besar saja sudah percaya dengan kemampuan Rio, kami pun merasa harus percaya kalau kamu memang pembalap muda Indonesia yang punya potensi kuat.

Kami juga mengiringi langkah bang Rio dengan doa yang giat, kok!

Bang Rio calon imam kami bersama, kami percaya kamu mampu mengharumkan nama Indonesia. Lakukan tugasmu dengan penuh semangat, ya! 🙂

Hipwee sebelumnya pernah mengulas sisi lain Rio sebagai calon Imam idaman buat kita semua ;p Diam-diam religius dan jago di arena balap, cewek-cewek pasti pada ngantri sih buat ditaarufin ;pp

Ah, yang pasti, lewat artikel ini Hipwee sekali lagi ingin mengucapkan selamat buat Rio. Perjuangannya yang panjang — 16 tahun, lho — akhirnya berbuah kesempatan berlaga di arena impiannya. Semoga saja, Rio bisa terus berkembang bahkan menjuarai beberapa Grand Prix Formula 1 yang akan dijajalnya. Jangan bilang ‘gak mungkin’ dulu, lah. Rio sudah berjuang sampai sejauh ini. Terlalu jauh untuk kemudian kita nyinyiri.

Lakukan tugasmu dengan penuh semangat, Bang Rio! Semoga berhasil mengharumkan nama Indonesia, dan semoga tetap menjadi calon imam kami bersama~