Bagi wanita, menentukan pendamping hidup jelas mudah perkara mudah. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, karena bagaimana pun menikah sepatutnya hanya sekali untuk selamanya. Pertanyaan seperti,

“Apakah dia pria yang bisa diandalkan? Apakah dia bertanggung jawab dan bisa jadi teladan? Apakah memilih dirinya akan membawa kebaikan?”

adalah beberapa yang pasti akan muncul di benak wanita. Pasalnya peran seorang pria yang kelak menyandang status sebagai ayah dalam sebuah keluarga tentu sangatlah penting.

“Hey pria yang kelak jadi ayah dari anak-anakku, inilah hal-hal yang kuharapkan ada dalam dirimu…”

1. Aku berharap kamu selalu punya waktu. Kehadiran dan pendampingan itu yang paling dibutuhkan anak-anakmu.

kamu selalu punya waktu via www.huffingtonpost.ca

Advertisement

Waktu terkadang bisa jadi sesuatu yang mahal harganya. Tanggung jawab sebagai kepala keluarga membuatmu menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja. Kebiasaan lembur di kantor dan kewajiban tugas keluar kota memaksa anak-anakmu harus rela jauh-jauh dari ayahnya.

Tentu hal ini yang tak aku harapkan. Sebagai orang tua, aku ingin kamu bisa membagi waktumu dengan sebaik-baiknya. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga hingga tak satu pun momen bersama anak-anak yang kamu lewatkan. Kata pertama yang muncul dari mulutnya, langkah-langkah kaki pertamanya, dan setiap tumbuh kebangnya – semoga tak kamu lewatkan begitu saja.

2. Anak cenderung mencontoh orang tuanya. Semoga kamu punya hal-hal baik yang dapat diikuti mereka.

jadi panutan yang baik via www.superstarlifestyle.com

Meski tak selalu terjadi, tapi anak-anak memang seringkali mencontoh perilaku orang tuanya. Bahkan mulai dari hal-hal besar hingga kebiasaan-kebiasaan kecil misalnya. Itulah mengapa aku berharap kamu punya hal-hal baik dalam dirimu. Kebiasaan bangun pagi, sikapmu yang suka memberi, atau gaya bicaramu yang tenang adalah hal-hal yang aku syukuri. Kebiasaan baik itulah yang semoga diikuti anak-anakmu nanti.

3. Aku berjanji untuk jadi ibu yang selalu siaga. Tapi saat aku tak berdaya, semoga kamu bersedia menggantikannya.

kamu melakukan peranmu via cutedadswithcutebabies.tumblr.com

“Lho…kok adik belum diganti popoknya, Ma?”

“Maaf sebentar lagi, Pa. Tanggung banget nih lagi masak.”

“Oh, gitu. Ya udah, biar aku aja yang ganti, Ma.”

Percakapan di atas mungkin terdengar sederhana. Tapi tahukah kamu bahwa momen itu kelak akan sangat berharga? Sebagai seorang istri sekaligus ibu, aku tentu tak akan sengaja membiarkanmu melakukan tugasku. Seperti kamu, aku pun ingin berusaha jadi ibu yang baik – yang sanggup menyelesaikan kewajiban dan tugas-tugasnya dengan baik. Tapi seperti kamu pula, aku juga manusia biasa yang kadang berbuat alpa. Dan saat aku ada dalam kondisi itu, bahagia rasanya jika kamu mau turun tangan untuk membantu.

4. Jangan marah jika anakmu nanti ngotot jadi musisi, bukannya calon pegawai negeri. Percayalah bahwa cara berpikir yang terbuka menjadikanmu semakin dihormati.

kamu yang berpikiran terbuka via fuxkingdallas.tumblr.com

“Pa, boleh gak kalau aku ambil Jurusan Musik.”

“Ngapain kuliah musik, masuk Ekonomi atau Kedokteran sajalah yang jelas masa depannya.”

“Tapi, Pah…” 🙁

Aku percaya kalau kamu pasti menginginkan segala yang terbaik untuk anak-anakmu. Tapi aku mohon, jadilah ayah yang berpikiran terbuka dan tidak kaku. Jangan jadi ayah yang keras atau bahkan diktator. Dengan sikap itu, aku justru khawatir anak-anak akan menjauhimu.

Setiap kali berbeda pendapat dengan mereka, pastikan untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Berusaha memberikan yang terbaik bukan berarti kita harus jadi orang tua yang suka memaksakan ‘kan? Dan semakin kamu bisa berdamai dengan mereka, maka rasa hormat dan kasih sayang anak-anak pun akan bertambah juga.

5. Ada kalanya anak-anakmu bersikap nakal. Namun sebaik-baik ayah adalah dia yang punya kesabaran maksimal.

ayah yang penyabar via vk.com

Sebagai ayah, pastilah kesabaranmu akan diuji. Anak mungkin saja bersikap nakal, melawan perintah orang tua, atau bahkan bersikap yang tak sepantasnya. Menghadapi mereka, tak seharusnya kamu bersikap keras atau kasar. Memang ada kalanya sikap keras itu diperlukan untuk meluruskan kenakalan mereka. Tapi percayalah bahwa lebih banyak bersabar justru seringkali ampuh untuk mengendalikan mereka.

6. Kita tak sepatutnya bertengkar di depan anak-anak. Kemauanmu menahan diri pasti membuatku bersyukur banyak-banyak.

tak berdebat di depan anak via elitedaily.com

Dalam proses membesarkan anak-anak, tentu ada saat dimana kita tak sependapat. Aku merasa les piano lebih tepat untuk anak, sedangkan kamu lebih suka jika anak les Matematika saja. Perbedaan pendapat membuat kita berdebat hebat, meskipun sebenarnya kita punya tujuan yang sama – memberikan yang terbaik untuk anak.

Saat kondisi ini terjadi, aku akan sangat menghargai jika kita bisa sama-sama berusaha menahan diri. Meredam ego pribadi dan berdebat dengan cara yang elegan. Tanpa perlu saling berteriak atau membentak apalagi di depan anak-anak, kita bisa duduk berdua bicara sambil minum teh hangat berdua.

7. Sebagai orang tua, kita punya tanggung jawab luar biasa. Beruntunglah anakku jika punya ayah yang mengajarkan tentang kebaikan dan agama.

mengajarkan tentang kebaikan via teetharejade.com

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang. Anak-anak kita yang terlahir ke dunia butuh bekal untuk bisa menjalaninya. Dan tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan dan memberikan bekal itu. Bukan cuma pendidikan atau bahkan urusan finansial. Lebih dari itu, anak-anak kita selayaknya mendapatkan bekal ilmu kebaikan dan agama sebagai pegangan hidupnya. Daan beruntung jika sebagai ayah, kamu bisa mencukupkan bekal masa depannya itu.

8. Kelak kamu memang tak harus jadi ayah yang sempurna. Tapi kemauanmu untuk berusaha membuatku semakin mantap menjalani masa depan bersama.

kamu tak harus jadi sempurna via kudago.com

Semoga harapan-harapanku ini tak membuatmu merasa terbebani. Tenang saja, toh kamu tak akan berjuang sendiri. Di sampingmu, ada aku yang akan menemani. Seperti kamu, aku pun akan berjuang agar bisa jadi ibu dan orang tua yang sebaik-baiknya.

Kamu tak harus jadi sempurna, tapi sungguh kemauanmu untuk berusaha sudah membuatku meremang mensyukurinya. Semoga kelak kamu bisa jadi pasangan yang aku andalkan. Semoga nantinya kamu pun bisa jadi ayah yang anak-anakmu banggakan.

Di dunia ini, tak ada manusia yang terlahir sempurna. Kedewasaan dan hal-hal baik dalam diri seringkali harus didapati lewat perjalanan dan proses yang panjang. 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya