Kamu dan pasangan sudah sepakat untuk tidak bermain-main dengan hubungan yang kalian jalani. Entah itu sudah bertahun-tahun atau baru beberapa bulan, kalian setuju untuk mengakhiri hubungan pacaran ini dengan satu cara: pernikahan. Kondisi pribadi masing-masing pun mendukung; kalian sama-sama sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Namun sebelum resmi menapaki jenjang yang lebih serius, kalian terlebih dulu harus mendiskusikannya dengan orangtua. Karena di Indonesia, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan yang saling mencinta, tapi juga dua keluarga yang bisa jadi latar belakangnya berbeda.

Jadi bagaimana caranya memulai pembicaraan ini dengan orangtua atau keluarga inti lainnya? Bagaimana caranya membuktikan bahwa kamu dan dia memang sudah sama-sama “siap” maju ke tahap setelahnya? Jangan keburu galau dulu, karena di artikel ini Hipwee akan memberikan tips untuk “meng-kode” orang tua kamu agar merestui pilihan hidupmu. Simak baik-baik ya!

1. Lewat hal-hal sederhana, mulailah menunjukkan sikap dewasa di depan orangtua

Dengarkan curhat ortu via maslomedia.com

Karena sudah bersama mereka sejak kecil, banyak orangtua yang tidak sadar bahwa buah hatinya sudah mulai beranjak dewasa. Di mata mereka, anak tetaplah anak-anak. Makanya, mereka sering kali ragu apakah anaknya ini sudah benar-benar bisa menanggung tanggung jawab besar atau masih anak manja yang dikenalnya selama ini. Apalagi kalau orangtuamu sering memergoki kamu dan pacarmu ribut karena persoalan-persoalan sepele. “Kalau urusan foto yang di-upload di Facebook aja sampai bikin cemburu dan cekcok, gimana nanti kalau mereka udah punya anak? Gimana nanti kalau harus ngelola uang sama-sama?”

Advertisement

Jadi, mulailah untuk menjaga sikap di depan mereka. Tunjukkan bahwa kamu sudah menjadi pribadi yang sabar dan dewasa. Tak usah membayangkan kamu harus melakukan hal besar yang membuat mereka terpesona, kamu juga bisa menunjukkannya lewat hal-hal sederhana.

“Mas, bumbu dapur habis nih. Minta tolong beliin di warung depan, ya!”

“Oke Ma.” *meluncur, nggak pakai ngeluh*

“Dek, besok sepupu-sepupu dari Jakarta mau datang. Kamu jadi supir mereka ya. Ajak aja main ke Malioboro atau Keraton.”

“Okeee… Siap!”

Jika ingin menunjukkan sisi seriusmu, cobalah peka terhadap permasalahan yang ada di keluargamu dengan menyempatkan mendengarkan curhat orangtuamu. Dengan membantu atau memberi saran, niscaya mereka akan mulai percaya bahwa kamu memang sudah dewasa — bukan lagi anak kecil yang dulu mereka suapi makan dan timang-timang bergantian.

2. Libatkan dia dalam kegiatan penting keluarga. Inilah kesempatannya untuk membuktikan, dia memang calon menantu idaman.

Kesempatan dia bersinar! via www.bridalguide.com

Kalau Ayah-Ibumu tak kenal betul dengan pacarmu, mustahil mereka bisa percaya dialah jadi pasangan hidupmu. Perkenalkan dia pada orangtuamu. Bukan hanya memperkenalkan namanya, tapi tentu saja kepribadiannya. Buat dia dan orangtuamu berkegiatan bersama sehingga mereka bisa ngobrol dan saling mengenal satu sama lain.

Misalnya, ketika di rumahmu ada hajatan, ajaklah pacarmu untuk bantu-bantu di rumah.

“Hon, besok Papaku ultah. Di rumah ada syukuran kecil-kecilan. Kamu diundang tuh…”

“Oke, aku sekalian bantu siapin acara ya? Mungkin belanja bahan makan atau malah masak sekalian.”

Jangan terlalu sering menemaninya, biarkan dia bebas bergaul dengan anggota keluargamu yang lainnya. Syukur-syukur kalau mereka cepat akrab dan malah sudah saling melempar candaan di akhir acara.

3. Begitu juga sebaliknya: perkenalkanlah dirimu pada keluarga besarnya.

Kamu juga harus dekat dengan keluarganya via www.gaulgelaa.com

(menghirup napas dalam-dalam, berusaha biar nggak terlihat deg-degan) “Tante, saya bantu cuci piring ya. Daripada Tante sendirian yang nyuci sebanyak ini, hehehe…”

Tak hanya dia, kamu pun perlu beradaptasi dengan orangtua dan keluarganya. Jika kalian sudah sepakat akan segera melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius, mintalah padanya untuk melibatkanmu dalam kegiatan keluarganya. Cobalah mengenal kebiasaan keluarganya seperti cara mereka bercanda atau cara mereka bekerja sama.

Oh iya, jangan lupa ketika kamu akan pergi ke acara keluarga pacarmu, pamitlah pada orangtuamu. Dengan begitu, orangtuamu tahu bahwa kamu juga sudah mulai diterima di keluarganya.

4. Tunjukkan bahwa kalian sudah bijak dalam urusan finansial. Orangtua yang sudah bekerja keras agar kamu berkecukupan, tak mungkin mau melepasmu hidup kekurangan.

Kalian juga perlu mandiri secara finansial via www.huffingtonpost.com

Jika kamu ingin membina hubungan yang serius dengan pasangan, tentu kalian juga perlu memikirkan kondisi finansial kalian. Apakah kalian sudah benar-benar mampu untuk hidup bebas dari bantuan finansial orang tua? Bukannya bermaksud materialistis. Namanya juga orangtua, tentu mereka tak ingin melihat anaknya hidup susah. Istilahnya, mereka sudah berjuang keras supaya anaknya bisa tumbuh berkecukupan, masa iya tiba-tiba pamit untuk hidup kekurangan?

Kamu bisa memulainya dengan membantu orang tua membayar tagihan rekening listrik atau telepon rumah. Tunjukkan kalau kamu tak hanya jago belanja, tapi juga mampu menghabiskan sebagian pendapatanmu untuk investasi seperti membayar asuransi atau tabungan berjangka.

Dengan begitu, kamu sudah mempersiapkan masa depanmu dengan baik.

5. Ceritakan pada orang tuamu bahwa teman-teman sebayamu sudah banyak yang menikah.

Teman-temanmu juga sudah banyak yang menikah

Manfaatkan musim kawinan dan undangan yang berdatangan dari teman-temanmu, baik teman kerja, kuliah, atau teman sekolahmu dulu. Inilah saat yang tepat buat kamu menyadarkan orangtuamu kalau memang sudah waktunya bagimu untuk menikah.

“Ma, inget si Niken nggak? Dia mau nikah lho minggu ini. Kalau Haris, nikahnya minggu depannya lagi. Bulan depan malah Rina yang nikah. Ih, nggak nyangka ya? Padahal aku kira dulu aku lho yang bakal nikah duluan dari Rina.”

Saat makan malam, ceritakan dengan santai bahwa akhir pekan besok kamu mendapat banyak undangan kawinan dari teman-teman sebayamu. Jangan lupa, katakan juga bahwa kamu akan pergi ke undangan itu bersama dengan pasanganmu.

“Aku nanti sama Kris, Ma. Tapi Mama ikut kita aja yuk, biar kita bertiga bareng ke sana?”

6. Ajaklah mereka mengunjungi sepupu atau tetangga yang baru saja punya anak.

“Papa sudah pantes punya cucu :p” via www.huffingtonpost.com

Mendengar kabar salah satu saudara baru saja melahirkan, tentu orang tuamu ikut girang. Temani beliau menengok cucu dari keponakannya itu. Lontarkan ledekan-ledekan kecil yang menyatakan bahwa kini mereka sudah sah dipanggil kakek/nenek. Kemudian, sembari tersenyum coba tanyakan pada orangtuamu, apakah kamu sudah pantas punya momongan?

7. Pelan-pelan, katakan pada orang tuamu bahwa kamu dan pasanganmu sudah siap untuk menempuh hidup baru.

Bicaralah dengan santai via cms.polimoli.com

Setelah memberi ‘sinyal’ yang cukup kuat seperti di atas tadi, mulailah berusaha dengan perlahan menyatakan pada orang tuamu secara langsung. Jangan katakan ini di waktu yang sembarang, kamu harus melontarkannya di momen yang tepat. Pahami mood orangtuamu hari itu, bila perlu ajak mereka makan malam di luar, atau untuk kesempatan yang istimewa ini, memasaklah untuk mereka. Mulailah obrolan pembuka yang ringan sehingga membuat kamu dan orangtuamu merasa santai. Lalu, mulailah bercerita bahwa kamu dan pasanganmu memiliki suatu rencana untuk masa depan.

“Jadi gini, Pak, Bu…”

8. Setelah mengutarakan niat seriusmu, saatnya kamu diam dan mendengarkan baik-baik semua nasihat orang tuamu.

mendengarkan nasihat orangtua via www.bespoke-bride.com

Mendengar rencanamu yang amat serius itu, tentu orang tuamu akan banyak menasihatimu. Ini saatnya kamu untuk diam dan mendengarkan nasihatnya. Kalau selama ini apa yang mereka katakan selalu masuk kuping kiri, keluar kuping kanan, kini cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Mungkin ini wejangan terakhir sebelum kamu benar-benar memiliki keluarga sendiri. Bergembiralah, karena wejangan yang panjang itu bisa jadi bentuk orang tuamu menyatakan dukungannya untuk langkah besar yang akan kamu tempuh.

9. Jika semuanya sudah lancar dilaksanakan, segara lakukan persiapan: acara di mana orangtuamu dan orangtuanya bertemu dan berkenalan.

Saatnya kedua orangtua kalian bertemu! via kennethlimphotography.com

Lampu hijau baik dari orangtuamu maupun orangtuanya sudah diberikan, kini saatnya kamu dan pasanganmu mempertemukan mereka. Jangan kaget ya kalau ternyata merekalah yang kemudian lebih semangat merencanakan pesta pernikahan kalian 🙂