Tujuanmu membagikan foto bersama pacar memang tak selalu untuk pamer, atau meminta pengakuan dari pasangan serta orang lain. Ada kalanya kamu membagikan momen bersamanya ini murni, supaya kelak tak hanya bisa diingat tapi juga dirasakan lagi olehmu. Tapi biasanya kalau sudah sekali mengunggah foto bersama pasangannya, maka besok-besok jadi akan lebih sering lagi. Bahkan album sosial mediamu isinya bisa foto kalian saja. Diperparah lagi, kalau gaya foto kalian selalu sama saja dari waktu ke waktu.

Bukannya iri atau tak ingin ikut campur urusanmu ini. Tapi memang harusnya kamu tahu diri, mengunggah foto bersama sesuai kebutuhan dan tak sekadar pamer kemesraan. Toh kalau tujuannya pun ingin membuat orang suka dengan apapun yang ada di sosial mediamu, ya kamu memang harus perhatikan lagi soal pengunggahan foto bersama pasangan. Setidaknya beberapa hal yang Hipwee Hubungan uraikan di artikel kali ini bisa kamu terapkan. Biar kamu pun nggak dinyiyirin, “iyuh banget sih foto-fotonya!”

1. Mengunggah foto bareng pacar baiknya memang janga terlalu sering, bukan cuma menghindari bosan tapi biar duniamu pun tak dilihat sempit oleh orang

Diberi jeda via www.benjhaisch.com

Rasa-rasa ingin mengunggah semua foto berdua dengan pasangan memang sulit sekali untuk ditampik. Tapi, kalau kamu nggak mau disebut sebagai pasangan alay yang isi media sosialnya hanya foto berdua saja, mengambil jeda pengunggahan foto harus kamu pertimbangkan. Tak perlu ada hitungannya juga, tapi setidaknya jeda yang kamu lakukan ini terlihat natural. Sebab jeda ini tak hanya mencegah kebosanan orang yang jadi bagian sosial mediamu, tapi biar mereka pun tahu kalau duniamu tak pacarmu melulu.

2. Karena media sosial punya banyak pengguna, pose kalian berdua memang sebaiknya yang wajar-wajar saja

Yang wajar-wajar aja~ via www.stocksnap.io

Advertisement

Media sosial itu universal, jadi siapapun bisa mengakses konten di dalamnya. Itu berarti kamu sebagai pengguna juga harus bertanggungjawab atas aapapun yang kamu unggah di sana. Biar nggak menuai hal-hal yang nggak diinginkan, sebaiknya kamu mengunggah foto-foto dengan pose yang wajar alias sopan. Contohnya seperti pegangan tangan, duduk bersebelahan, apapun yang tak mengundang penilaian tak baik dari orang.

3. Biar tak terkesan pencitraan sebagai pasangan romantis, ‘kan tak ada salahnya mengunggah foto konyol dengan pasangan sesekali

Diselingi foto-foto konyol via www.logancoleblog.com

Selain foto kemesraan, kamu juga bisa mengunggah kekonyolan kalian berdua. Tujuaannya ya biar tak dibilang pamer atau lebay, karena selalu mengumbar kemesraan. Sementara hubungan kalian pun pasti ada suka, duka dan leluconnya juga ‘kan?! Setidaknya apa yang ada di sosila media sesuai dengan di dunia nyata. Jangan seperti yang sudah-sudah, kelihatannya mesra, tapi ternyata hubungannya penuh luka. Atau jangan juga seperti mereka yang suka drama, yang berantem sebentar sudah curhat di status sosial media.

4. Bunyi caption pun punya andil besar untuk membentuk penilaian orang, puitis tak masalah, tapi jangan berlebihan juga seperti selalu bilang ‘sayang….’

puitisnya jangan kebangetan 🙂 via www.logancoleblog.com

Nggak hanya pose kalian di dalam foto yang akan menimbulkan respon iyuuuh dari orang lain. Namun apa yang menjadi keterangan atau caption yang kamu tuliskan di sana juga bisa memengaruhi pandangan orang terhadap kalian. Sebaiknya kamu menghindari menuliskan caption secara berlebihan. Contohnya seperti menuliskan kata-kata yang puitisnya kebangetan. Mungkin maksudmu ingin lebih romantis sama pasangan, namun pada akhirnya kamu akan mendapat pandangan iyuuh dari siapa aja yang melihat.

5. Menahan diri supaya tak memanggil pasangan dengan mama-papa atau ayah-bunda, padahal kalian belum menikah

captionnya biasa aja ya~ via www.nessakphotography.com

Sekarang udah bukan masanya lagi panggilan sayang yang berlebihan seperti mimi-pipi, ayah-bunda atau yang lainnya. Kecuali kalau kalian sudah halal sih nggak masalah. Namun kalau masih dalam tahap pacaran, sebaiknya penggunaan panggilan sayang tersebut jangan digunakan dulu. Rasanya panggilan ‘sayang’ atau bahkan langsung namanya saja sudah cukup untuk kebutuhan bersosial media ‘kan?

Wahai ayah, kapan kamu kembali dari perantauan?

Bunda udah jenuh merindumu di sini sendirian 🙁

6. Harusnya memang foto di media sosialmu tak dengan pacar melulu, tapi selain teman pun bisa bersama keluarganya juga atau keluargamu sendiri

Lagi sama keluarganya~ via www.pexels.com

Ingin berbagi momen berdua namun nggak mau dicap sebagai pasangan alay? Mengunggah foto kalian dengan keluarga bisa kamu jadikan pilihan. Baik keluarganya atau keluargamu, dua-duanya sah-sah saja. Toh hubungan ini aslinya tak hanya kamu dan dia, tapi kelak keluarga dia sudah pasti akan jadi keluargamu, begitu juga sebaliknya. Biar orang pun tahu kalau hubungan kalian pun sudah mendapat restu dari keluarga.

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu ingin mengunggah foto kebersamaanmu dengan pacar. Namun kamu harus memperhatikan beberapa hal agar nggak dikira alay atau bahkan spam timeline orang. Dari ke-enam hal di atas, mana nih yang pernah kamu dan dia coba?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya