Dan diantara kegundahgulanaan, ada saja tawa dengan arogansi-arogansinya untuk menyiarkan pada dunia bahwa: saya tidak apa-apa

Pada Hipwee Jurnal sebelumnya, saya bercerita tentang hidup saya yang membosankan dan tanpa masalah. Setelah ditelusuri, saya tetap pernah punya masalah. Meskipun permasalahan saya tergolong klasik dan dialami hampir setengah dari populasi cewek di Indonesia: diselingkuhi.

Bicara melankolia cinta, saya selalu gemas dan rasanya ingin tertawa. Bukan karena apa, tapi cinta bagi saya adalah sebuah titik lemah manusia yang dengan itu sangat mudah menciptakan gulana. Saya begini karena saya pernah mengalaminya. Menaruh hati sepenuhnya pada seorang pemuda yang saya kira akan menjadi selamanya. Tapi nyatanya? Hubungan kami hancur juga. Kadang saya pun curhat nggak jelas di blog saya yang sudah banyak sarang laba-labanya.

Tapi sebagai manusia yang punya logika, kalau dipikir lama-lama bukan sepenuhnya salah dia yang memutuskan mendua. Mungkin sebagian adalah salah saya juga (dan kamu yang pernah jadi korban). Bukannya membela dia, percayalah saya benci setengah mati dengannya bahkan hingga saat ini. Tapi introspeksi diri tidak ada salahnya.

Manusia dekat dengan rasa memiliki, yang akhirnya membuatnya merasa sangat takut kehilangan

Kita adalah invidu yang bebas menentukan kemanapun arah kita berjalan via thinglink.com

Advertisement

Kesalahan terbesar dari kehilangan seseorang adalah bagaimana memaknai rasa ingin memiliki. Saat itu adalah saat terakhir saya merasa berhak atas seseorang, saya sadar saya sebenarnya nggak berhak seinci pun atas dirinya. Manusia adalah makhluk yang mudah berubah, percayalah meskipun saat ini kamu sedang memeluk seseorang tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menjamin kalau dia milikmu sampai besok. Dulu saya terlalu optimis untuk menjadikannya yang terakhir, semua berjalan seperti semestinya hingga satu tahun kemudian terlihat siapa sebenarnya orang yang saya hadapi.

Semakin kamu memenjarakan seseorang, semakin ingin dia bebas. Ungkapan ini mungkin benar adanya

Brendon Urie malof via tumblr.com

Mungkin di antara kalian masih juga ada yang protektifnya minta ampun ke pacar. Jangan salah, itu merupakan kesalahan besar yang mungkin nggak kamu sadari. Saya dulu sebenarnya nggak terlalu protektif, tapi terbawa flow protektif yang dibawa si dia. Saya yang akhirnya ingin bebas. Tapi keinginan bebas saya ini nggak kebablasan, dia pun yang akhirnya selingkuh duluan. Nah!

Banyak kesalahpahaman yang terjadi saat itu. Mulai saat itu pun bisikan seksis tentang bagaimana saya menilai laki-laki jadi tergeneralisasi: “Ah, namanya juga cowok!” Akibatnya sampai sekarang saya sulit mempercayai mahluk yang katanya dari Mars itu. Meskipun saya masih jadi pengagum mereka secara diam-diam, tapi rasa curiga akan tabiatnya yang kebanyakan buruk sulit hilang.

Nggak sadar kalau semua hal fana di dunia ini nggak ada yang berakhir selamanya. Terlalu optimis nggak sehat boy…

Padahal hatinya sedang miris via www.huffingtonpost.com

Terlalu filosofis memang kalau bicara soal kefanaan. Saya nggak akan kasih pelajaran filsafat kok disini, kalem. Perlu diingat aja kalau keberadaan kita mungkin fana, buktinya belum ada bukti kalau manusia bisa hidup selamanya. Kalau kamu menyangkal dengan memberikan bukti kalau Edward Cullen bisa abadi ya saya ketawa aja deh!

Apalagi remah-remah cinta yang rasa candunya melebihi psikotropika, ah… sudah lupakan. Kalau pun sedang jatuh cinta, nikmatilah itu sebagai hadiah. Kamu nggak akan tahu siapa yang sedang menderita ditengah tawa, dan yang akan bahagia saat kamu berduka. Mantan saya yang itu, ya yang itu, mungkin saat ini sedang santai di teras dengan istri dan calon bayi lucunya. No offense bro, kamu berhak mendapatkan kehidupan yang indah juga.

Kalau kamu merasa hancur saat diselingkuhi, kamu terlalu tidak percaya diri untuk dapat pengganti yang baik

Ya, saya dan topeng iron man memang sedekat ini via www.hipwee.com

“If someone leaveas its because someone else is about to arrive” Paulo Coelho

Seminggu putus cinta dan patah hati bodoh itu akhirnya bikin saya sadar kalau saya nggak boleh menyedihkan. Paling tidak jangan kelihatan menyedihkan deh, kamu nggak mau kan dikasihani karena hal receh begini? Kalau kamu terlalu hancur, justru itu karena kamu nggak percaya diri untuk dapat seorang pengganti. Kalau Tuhan nggak menciptakan pelangi selepas hujan, bukan tidak mungkin ada yang datang selepas kamu merasakan kesedihan. Saya cepet kok dapat pengganti dia. Meskipun akhirnya putus juga karena terhalang restu orangtua. ;(

Kesimpulannya saya bersyukur dengan ini saya pernah bodoh dan menyadari kalau sebuah pelajaran yang paling ces pleng ya pengalaman pribadi. Setelah sabar dua bulan berstatus, ‘pacar yang menunggu kekasihnya berhenti selingkuh’ saya diputuskan juga. Yah, saya tahu kalau kesabaran kadang nggak selalu berbuah manis kalau nggak dikasih gula. Tapi dengan ini saya makin percaya kalau saya adalah perempuan yang paling setia di dunia. Sumpah, suka sama orang saja saya nggak bisa ‘selingkuh’, apalagi kalau lebih serius dari sekedar suka.

HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Baca tulisan #HipweeJurnal dari penulis lainnya di sini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya