Umur tidak bisa menjadi tolak ukur untuk mematok kedewasaan seseorang. Pun dalam menjalin sebuah hubungan yang lebih dari sekadar teman. Di fase yang telah masuk menuju tahap lebih serius ini, kalian berdua tak akan bosan untuk saling mengingatkan dan belajar menjalani hubungan yang tak lagi kekanakan.

Sedewasa apapun kalian, selisih paham pasti akan menghiasi hari-hari kalian. Dari permasalahan dan penyelesaian yang kalian lakukan, sudah bisa ditebak pada titik apa hubungan kalian ini. Yang kekanakan atau yang sudah dewasa. Karena terdapat pembeda yang cukup signifikan. Jika kalian marahan karena meributkan beberapa perihal di bawah ini, tenang…. Tandanya hubungan kalian sudah serius dan jauh melampaui hubungan layaknya anak baru kemaren jatuh cinta.

1. Marahan karena dicuekin karena kerjaan udah bukan waktunya. Marah karena dia makan nggak teratur demi kesehatannya–itu lebih masuk akal.

Kesehatanmu dijaga ya, Sayang! via unsplash.com

Agar sebuah hubungan bisa tetap berjalan, komunikasi yang lancar menjadi kunci mutlaknya. Saling bertukar kabar melalui sms atau segala messaging yang membantu kelancaran komunikasi, tak boleh kamu lewatkan. Tapi, mengenai intensitas tak perlulah kamu saling berkabar tiap menit. Masih banyak keperluan yang perlu diselesaikan daripada melulu membalas chat yang isinya hanya…

“Sayang lagi ngapain? Mikirin aku nggak?”

Advertisement

Untuk hubunganmu yang sudah melewati fase labil seperti itu, pertanyaan perihal pola makan dan kesehatan akan lebih masuk akal. Seperti…

“Sudah makan siang? Kesehatan dijaga ya, supaya bisa makin giat mengais rejeki untuk menikah nanti,”

Jika kamu melewatkan makan siang, pasanganmu berhak kok untuk marah. Tanpa kesehatan, mimpi indah yang telah kalian rajut di masa yang akan datang akan terhambat.

2. Sudah bukan masanya ngambek gara-gara lupa tanggal jadian. Marah karena lupa menyisihkan sebagian gaji untuk cicil KPR bersama lebih penting untuk saat ini.

Rumah masa depan apa kabar? via www.dwell.com

“Sayang, kamu nggak lupa kan ini hari apa?”
“Hari Minggu. Kenapa Emang?”
“Oh, jadi kamu lupa kalo sekarang hari anniversary kita?! Oke, aku marah!”

Mengingat momen indah yang berarti dalam hubungan kalian memang perlu. Dengan mengingat, kalian dapat merasakan segala suka duka yang telah kalian lalui bersama, supaya lebih bisa berkaca untuk hubungan yang lebih
baik.

Semakin banyak pekerjaan, ingatanmu pun akan terkikis. Bahkan tak jarang kamu melupakan momen spesial seperti tanggal jadian kalian. Tak perlulah kamu marah, karena tanggal hanya sekadar angka. Hubungan yang dewasa itu bukan marah karena lupa tanggal anniversary. Dibuat marah karena pasangan lupa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk cicilan KPR itu lebih pas dan masuk akal.

“Oh iya, udah tanggal 5. Uang buat nyiyil KPR jangan kepake yah.”
“Waduh, kayaknya udah kepake buat beli sepatu, Sayang. Maaf, yah.”
“NGGAK!”

Akan ada waktunya kalian untuk mengalamai cekcok kecil perkara hal seperti itu. Karena hubungan yang terjalian diantara tak sekedar serius tanpa ada pandangan masa depan. Kalau nggak serius dan nggak ada keinginan untuk membangun rumah bersama, sudahi sajalah.

3. Bilang terserah untuk memutuskan makan apa memang menyulut pertengkaran. Tapi akan ada waktunya bilang terserah ketika gagal bikin makanan kesukaan pasangan.

TERSERAH MAS via www.thismamaloves.com

“Sayang, kamu habis masak apa sih? Kok bete gitu mukanya.”
“Aku bikin makanan kesukaan kamu yang diajarin Mama kamu kemaren. Aduh tapi rasanya nggak sama. Bete ah. Nggak tau, terserah!”

Akan tiba saatnya kamu akan mendapat dampratan secara tiba-tiba dari pasangan wanitamu. Bukan ribut gara-gara “terserah” ketika menentukan makan apa dan dimana. Bisa jadi, perasaan tidak menyenangkan itu datang ketika dia benar-benar putus asa ketika menyiapkan masakan kesukaanmu.

Mendengar dia berucap “terserah”, terasa lebih ngeri sih. Tapi, kamu pun akan dibuat senang karena sedikit usaha untuk menunjukkan keseriusannya untuk membahagiakanmu. Paling tidak melalui makanan kesukaanmu. Sayang, nggak apa-apa kamu marah dan sebel, ini yang bikin makin sayang. Uwuwuwuw~

4. Sudah saatnya kamu ngambek karena dia tak segera ngenalin kamu ke orangtuanya. Lebih penuh arti daripada marah karena batal kencan kekanakkan yang menghamburkan uang.

Kenalin ke keluargamu, Sayang. via miamimet.blogspot.co.id

Tak hanya mengenal lebih dekat mengenai kepribadian dan kebiasaan anehnya, kamu pun harus mengenali tentang orang-orang terdekatnya. Orangtua, saudara, bahkan sahabatnya perlu kamu ambil hatinya. Bukan untuk cari perhatian, karena merekalah yang mengetahui hampir semua kebiasaan yang tak kamu ketahui. Apa kamu mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada calon keluarga masa depanmu?

“Sayang, aku mau main ke rumah ya. Pingin ketemu sama Mama kamu.”

“Wah, kayaknya di rumah lagi nggak ada orang.”

“Kenapa setiap aku mau ketemu orangtua kamu, rumah selalu kosong, sih? Kamu malu ngenalin aku sebagai pacar kamu?”

Karena akan ada saatnya kamu ingin menjadi bagian dari keluarganya akan lebih berkesan daripada sekadar kencan yang menghabiskan uang. Di level hubungan yang lebih serius ini, kamu tidak akan dibuat marah karena batal untuk nonton bareng di bioskop atau sekadar duduk-duduk manis di tempat tongkrongan kesayangan. Ketika dia menunda untuk mengenalkanmu kepada keluarganya, sudah sewajarnya jika kamu marah. Karena prioritas yang kamu inginkan sekarang tak hanya dia, tapi juga keluarganya.

Tak hanya mengobrol, dekatkan lebih dalam lagi pada mereka di banyak kesempatan. Absen untuk menghadiri acara keluarganya hanya akan membuatmu terlihat tak spesial. Untuk bisa merebut hati, kamu harus berperilaku baik dan bisa diandalkan. Dalam hal waktu misalnya. Untuk kesempatan berharga ini, paling tidak jadilah sosok yang tidak banyak janji, tapi usaha nyata. Supaya jika kalian berjodoh kelak, keluarga pun tidak ragu dengan kesiapsiagaanmu.

5. Jangan kaget jika dia marah karena hal kecil, seperti baju ke kondangan. Sebenarnya dia nggak mau kamu terlihat nggak menarik di depan temen-temennya.

Supaya penuh persiapan dan bisa diandalkan via www.instagram.com

“Kamu ke kondangan mau pake sandal gunung gitu? Ganti sekarang!”
“Ya ampun, kan cuma bentar. Males pake fantofel.”
“Ke kondangan aja kamu kayak gini. Gimana mau ketemu orangtuaku ntar!”

Sudah saatnya kamu meluangkan waktu untuk menjaga penampilan supaya memiliki kesan yang rapi. Apalagi ketika kamu datang ke acara resmi seperti kondangan yang didatangi oleh banyak orang. Jika dia marah perkara penampilanmu yang seadanya tanpa usaha lebih, hal itu sudah wajar bila terjadi.

Hal ini bukannya tanpa alasan, karena dia tak ingin kamu terlalu nyaman dan kebablasan dengan penampilan santaimu. Ini hanya wujud dari rasa insecure-nya, karena dia ingin kamu terlihat nggak malu-maluin ketika bertemu dengan sahabat dan keluarganya. Supaya kamu terlihat bisa diandalkan dan dan membuatnya bangga telah melabuhkan hatinya padamu.

6. Keseriusanmu sedang diuji, ketika harus dihadapkan dengan ngambeknya dia karena batal keluar sama orangtua. Menyatukan kamu dengan orangtuanya adalah misi yang tak ingin digagalkan.

Serius itu harus diwujudkan. via community.sparknotes.com

“Halo, Sayang. Kayaknya hari ini aku nggak bisa jalan bareng mama papa kamu deh. Tiba-tiba aku mager.”

“Apa?! MAGER?! Kalau nggak serius, jangan harap bisa ketemu sama orangtuaku?!”

Untuk merekatkan hubungan, kamu perlu menghabiskan quality time bersama keluarga pasanganmu. Apa salahnya kalian bisa duduk santai sambil menikmati hidangan makan malam bersama? Mengenali karakter Ayah dan Ibunya, atau mengambil hati saudaranya. Tak hanya itu, mentalmu pun akan terlatih untuk menjadi sosok yang tahan banting untuk meluluhkan hati Ayahnya untuk membahagiakan anaknya.

Asal kamu tahu satu hal, jangan sesekali kamu bermain-main dengan waktu dan kepercayaan yang sudah diberikan pasangan dan orang tuanya. Tetiba membatalkan rencana ini akan membuat pasanganmu marah dan jengkel karena
hal seperti ini. Jangan sesekali melakukan hal ini jika ingin restu turun dari orangtuanya.

Kamu nggak perlu khawatir. Jika kamu sudah melewati fase marahan yang serius seperti ini, hal ini menandakan bahwa kalian sedang menjalani hubungan yang serius. Karena mempersoalkan hal-hal krusial seperti ini, butuh usaha yang panjang untuk berani mencicil rumah masa depan bersama hingga mengambil hati keluarganya. Penyelesaian masalah ini, kamu hanya perlu membicarakan secara baik-baik dan kepala dingin. Semoga hubungan kalian langgeng hingga duduk di pelaminan ya, guys.