Menjalin sebuah hubungan apalagi hubungan yang dewasa dan serius memang tak semudah yang dibayangkan. Banyak problematika yang pasti ditemui, termasuk sikap posesif dari salah satu pihak. Memang, posesif selama ini diyakini sebagai bukti atau tanda sayang kepada pasangan.

Namun, tak sedikit dari pasangan-pasangan ini justru menyalahgunakan sikap posesif yang seharusnya berdampak positif ini, menjadi posesif yang membelenggu dan sangat mengganggu. Mengekang dan menguntit berlebihan segala aktivitas pasangan, misalnya.

Sudahlah, jika kalian berjodoh, takdir itu takkan lari kemana.

Di sini, Hipwee akan membagikan beberapa kriteria posesif yang baik dan berdampak positif bagi hubungan kalian, yang selama ini telah diusahakan dengan susah payah.

Sadarkah kamu, tak ada pasangan yang mau dikekang dan diatur berlebihan. Biasa saja, namun pasti.

Biasa tapi pasti via unsplash.com

Advertisement

Jika kalian menyadari bahwa hubungan ini telah sampai pada taraf dewasa, seharusnya kalian juga tahu bahwa setiap pasangan memiliki peranan masing-masing termasuk privacy. Meskipun durasi pertemuan kalian sudah tak bisa dibilang sebentar, tak ada salahnya kalian juga memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menikmati kehidupan yang seharusnya memang menjadi haknya.

Mengecek handhpone atau mengetahui password email itu sah-sah saja, jika kalian tahu batasan di mana ia juga punya ruang terlapang untuk dirinya sendiri.

Terus menerus mengekang hanya akan menimbulkan rasa bosan, lama-kelamaan hubungan kalian yang dipertaruhkan.

Hubungan kalian yan dipertaruhkan via unsplash.com

Dari banyaknya kriteria pasangan, kebanyakan dari mereka adalah sosok yang risih dengan berbagai aturan atau kekangan yang justru sangat mengganggu. Banyaknya larangan ini dan itu, tak jarang membuahkan amarah yang bisa juga berujung pada rasa dendam berlebihan pada pasangannya sendiri.

Bayangkan saja jika tabungan amarah itu terus berangsur-angsur tumbuh menjadi perasaan tak suka hingga mengakhiri hubunganlah yang menjadi solusinya.

Jika posesif berlebihan itu diharuskan, apakah kamu lupa kalau masing-masing tujuan hidup kalian berdua harus segera diwujudkan?

emang harus ya? via huffingtonpost.com

Ingat, menjadi sepasang kekasih buka berarti kalian memiliki hak penuh atas hidup pasangan. Justru cita-cita dan tujuan hidup yang berbeda itulah sumber kekuatan hubungan kalian untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dan meyakinkan.

Takdir hidup kalian pun sudah berbeda, yakni menjadi pria dan wanita yang tentunya memiliki peranan masing-masing dalam menjalani hidup. Tak perlu risau berlebihan, buatlah komitmen secara ‘bulat’ mengenai peran tadi, hingga kalian menemukan apa itu artinya saling menghargai.

Merasa benar-benar memiliki itu memang membahagiakan, tapi apakah kamu tega melangkahi keluarga, sahabat dan lingkungannya demi keegoisan semata?

dia bukan cuma buatmu via loeizly.blogspot.com

Kamu harusnya paham betul bahwa pasanganmu itu terlahir dari sebuah keluarga dan terbentuk dari lingkungannya yang lebih dulu ia temui, jauh sebelum bertemu denganmu.
Dia juga punya kewajiban untuk menyambangi orang-orang tersayang selain kamu, membahagiakan teman dan lingkungannya dengan caranya sendiri serta memberikan yang terbaik bagi mereka yang telah berjasa sepanjang usianya.

Di sini, keharusan menjadi pasangan yang bijak akan menjadi pekerjaan rumah terberatmu, demi perjalanan hubungan yang masih panjang dan yang diharap-harapkan selama ini.

Mulai sekarang, junjung tinggilah arti sebuah kepercayaan yang nantinya akan berujung manis pada kesetiaan.

kalian udah dewasa ‘kan? via blog.noonswooapp.com

Selain ketertarikan dan kecocokan satu sama lain, saling percaya adalah salah satu hal terpenting dalam menjalin sebuah hubungan. Tak perlu berlebihan untuk meminta pasanganmu terus percaya terhadapmu, cukup tunjukkan bahwa kamu pun mampu menanamkan sikap percaya padanya, pun saat semua orang berkata yang tidak-tidak tentang pasanganmu.

Jika dia baik dan memang berjodoh denganmu, dengan sendirinya dia juga akan menjadikan kepercayaan sebagai singgasana tertinggi dalam hubungan kalian. Kalau sudah begini, kalian tak perlu repot-repot lagi untuk mengokohkan pondasi kesetiaan. Come on, jangan jadi manusia buta harapan hanya karena tak mampu menanam kepercayaan.

Tenang, saat ini dia belum mati rasa. Dia masih bisa merasakan kehadiranmu tanpa harus kamu gembor-gemborkan sebuah kekangan.

nggak usah koar-koar via shutterstock.com

Pasangan yang baik adalah ia yang senantiasa memperlakukan pasangannya layaknya manusia, bukan sebagai sosok lain. Kamu juga pastinya tahu kalau pasanganmu telah dikaruniai mata, telinga dan hati sebagai indera terbaik dalam merasakan kehadiranmu di sisinya. Tanpa kamu berkoar-koar keras pun, dia akan tahu bahwa kamu peduli dan sayang kepadanya dengan cara-cara yang kamu terapkan sebagai sesama manusia.

Kelak jika dia memang jodohmu, dia juga takkan lari kemana-mana. Terus perjuangkan dia dengan halus, sabar dan penuh perhatian.

takkan lari gunung dikejar via quotesgram.com

Seperti yang kamu tahu, Tuhan itu tak pernah tidur bahkan Ia juga telah menyempatkan diri untuk menggariskan siapa jodohmu kelak. Kamu hanya perlu berusaha mendapatkan sosok yang tepat dan pas untuk mengisi relung hatimu. Kamu sama sekali tak perlu mati-matian mengekang seseorang yang justru akan menjauh dari pandangan jika terus-terusan kamu ‘dekap’ dengan aturan-aturan tak jelas. Aturlah dia sesuai porsimu, kekanglah dia tanpa mendustai takdir jodoh yang telah Tuhan gariskan.
Akan lebih baik, jika semua aturan serta kekangan berlebihan tadi digantikan dengan manisnya sebuah kepercayaan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya