Kasmaran sebenarnya mampu memberi warna dalam hidup kita. Secara tidak sadar, jatuh hati pada seseorang memberikan kita gairah dan motivasi baru. Suasana hati yang naik turun layaknya roller coaster justru membuatmu selalu antusias.

Namun, rasa suka satu arah tanpa kejelasan juga mampu membuatmu tersesat dalam labirin perasaan yang lambat laun akan menghisap energimu. Tidak ada siapa pun yang suka terombang-ambing berlarut-larut tak tentu arah. Kamu akan berpikir seolah perasaanmu seolah dipermainkan olehnya, padahal kamu hanya kurang berusaha. Oleh karena itu akhiri kebimbanganmu sampai di sini saja, dan cari kepastian akan perasaanmu melalui langkah-langkah berikut ini, ya!

1. Rasa suka tak akan tersampaikan jika kamu hanya diam. Coba ajaklah dia berbincang agar keberadaanmu disadarinya.

Ajak dia bicara, agar dia tahu kamu ada. via le-gifsforyou.tumblr.com

Percuma kalau kamu berharap dia bisa membaca pikiranmu. Cepat atau lambat kamu akan frustrasi sendiri ketika melihat tanggapannya yang masih begitu-begitu saja. Mencari informasi tentang dirinya secara diam-diam dan satu pihak pun tidak akan membuatnya semakin dekat denganmu; malahan terdengar tidak sehat.

Cobalah kumpulkan keberanianmu untuk bergerak sekarang juga. Langkahkan kakimu menuju tingkat berikutnya. Sapa dia, berkenalanlah dengannya. Awali dengan sederhana. Buat dia tahu kalau kamu ada dan tertarik padanya. Namun lakukan dengan perlahan dan sesantai mungkin agar dia tidak merasa terintimidasi. Bisa juga dengan meminta bantuan temanmu yang sudah mengenal sosoknya untuk memperkenalkan kalian berdua, sehingga perkenalan kalian terasa lebih natural.

Advertisement

Perbincangan ringan sedikit demi sedikit dapat meruntuhkan tembok di antara kalian berdua dan memberikan jalan bagimu untuk bisa semakin dekat dengannya.

2. Beranikan dirimu untuk bergabung dalam lingkaran pergaulannya. Kamu bisa tahu lebih banyak tentang dia, begitu juga sebaliknya.

akrabkan diri dengan lingkungan pergaulannya, kenali dia lebih dalam via www.welovedates.com

Setelah kamu berhasil menyapanya, mungkin langsung mengajaknya jalan berdua saja terdengar terlalu berani dan berlebihan. Maka dari itu, cobalah untuk mengenalnya lebih jauh melalui lingkungan pergaulannya. Jadilah salah satu ‘kenalannya’, ikutilah kegiatan yang digelutinya. Nongkrong bersama dia dan teman-temannya juga bisa kamu coba.

Saat sedang berkumpul bersama itu kamu bisa mencuri-curi waktu untuk menarik perhatiannya sekaligus mengobrol berdua saja. Gali lebih dalam tentang karakternya dari sumber terpercaya yaitu dia sendiri. Cari tahu hobinya, seleranya dan hal-hal lain yang bisa menghubungkan kalian berdua.

Langkah ini penting bagimu untuk mengetahui apakah dia pantas untuk kamu cintai. Bisa saja setelah mengenalnya lebih jauh pandanganmu terhadapnya berubah. Karena tidak selamanya dia sesuai dengan bayanganmu selama ini, waktu kamu hanya mengaguminya dalam diam.

3. Saat kalian sudah cukup dekat dan rasa sukamu semakin hebat, beranikan diri menyatakan perasaan dan keinginan untuk menjalin hubungan spesial.

jika hatimu sudah mantap ajak dia jalan berdua saja via www.adolescents.cat

Apabila kamu sudah semakin akrab dengannya dan kamu pun masih yakin bahwa dia tetap pantas kamu suka, maka inilah saatnya untuk mulai memperjelas intensimu dalam mendekatinya. Ungkapkan perasaanmu secara halus. Perlahan tapi pasti buat dia paham bahwa kamu menyukainya lebih dari teman biasa.

Mulai ajak dia pergi berdua saja. Pancing dia untuk mengobrol khusus empat mata saja. Perhatikan reaksinya: apakah dia antusias atau terkesan malas. Apakah dia menerima ajakanmu untuk jalan berdua saja atau selalu punya alasan menghindar. Bagaimana cara dia membalas telepon dan pesan-pesan darimu juga bisa dipertimbangkan karena sebenarnya kadar ketertarikannya dia padamu sudah bisa kamu lihat dari sini.

4. Pendapat sahabat tentang dia tetap harus kamu pertimbangkan, karena merekalah yang sebenarnya paling memahamimu.

pendapat sahabat jangan diabaikan via favim.com

“Aku rasa kamu sebaiknya nggak sama dia deh, kudengar dia gampang gonta-ganti pacar!”

Atau

“Aku fine-fine aja sama dia. Anaknya sopan dan nggak urakan. Cieee…kalau jadian jangan lupain kita-kita, ya.”

Ketika temanmu berkomentar tentang orang yang sedang kamu dekati, jangan pandang sebelah mata pendapat mereka. Tidak jarang ketika tanggapan itu terdengar buruk, kamu akan berpikir negatif, merasa temanmu hanya iri atau tak ingin melihatmu bersama sosok yang kamu taksir.

Tapi sebagian besar nasihat teman-temanmu adalah demi kebaikanmu juga. Sahabat-sahabatmu tidak dibutakan oleh rasa suka seperti yang kamu rasakan kepadanya, sehingga pandangan mereka bisa lebih obyektif dalam melihat kondisi hubungan kalian berdua.

5. Jika seluruh usaha yang sudah dilakukan tak juga mendapat sambutan, lapangkan hati dan belajarlah untuk merelakan.

setelah semua usahamu dia masih bergeming, maka relakan saja via zaba-kznw.pinger.pl

Ada kalanya, bahkan setelah seluruh usaha dan perhatian yang kamu curahkan, hatinya tetap bergeming. Bukan tak mungkin, ternyata dia memang tidak memiliki perasaan khusus padamu. Jika masih ragu, wajar bagimu bila ingin jujur mengutarakan perasaanmu kepadanya dan lihat reaksinya. Ini untuk menghapuskan rasa penasaranmu atas apa yang dia pikirkan tentang hubungan kalian.

Apabila akhirnya jelas dia bukan untukmu, ya, rasanya memang sakit. Namun kenyataan itu harus kamu terima dengan lapang dada dan ikhlas. Memaksanya untuk membalas perasaanmu tidak akan memberikan kebahagiaan yang kamu idamkan.

Tak ada gunanya berlama-lama meratapinya, tenggelam dalam rasa nelangsa atau putus asa. Ingat bahwa dia bukan satu-satunya orang yang bisa jadi tempatmu melabuhkan hati.

6. Jangan terus-terusan menaruh harapan, berhentilah memikirkan dirinya agar hidupmu tak semakin tersiksa.

melupakannya adalah cara terbaik via mery.jp

Tak jarang, perasaan penuh harap masih tersisa di dalam batin. Meskipun sudah jelas dia bukan untukmu, selalu ada secercah harap yang tersisa untuk mendapatkan perhatiannya.

Jangan buang waktumu, tak perlu buat dirimu hanyut dalam kesia-siaan. Lupakanlah dia, alihkan pikiranmu sedikit demi sedikit dari sosoknya. Cobalah untuk membuka hatimu buat orang-orang lain di sekitar yang bisa jadi klop denganmu.

Perluas sudut pandang dan horisonmu, tak ada gunanya mengharapkan orang yang tak menghargai seluruh usahamu selama ini.

7. Rasa sukamu memang harus disudahi. Kuatkan diri dan mulailah menjauhi dia yang sempat membuatmu jatuh hati.

sudahi rasa sedihmu via bestie.vn

Kalau kamu masih sulit lepas dari bayang-bayangnya mungkin karena tanpa sadar kamu masih beredar di sekitarnya. Tidak mustahil kamu masih mencoba bertemu dengannya atau mengamati sosoknya meski kamu sudah tahu bahwa kalian tak akan bersatu.

Perkokoh mentalmu, dan apabila perlu beri jarak antara dirimu dan dirinya. Berhenti berada di sekitarnya, stop berusaha bertemu dengannya. Alihkan perhatianmu pada hal-hal lain yang lebih menarik. Lakukan aktivitas positif dan kelilingi dirimu dengan orang-orang yang positif pula.

8. Daripada merutuki perasaan dan menyalahkan keadaan, lebih baik berbenah diri memperbaiki segala kekurangan.

refleksi diri juga penting via anupam19dubey.wordpress.com

Tak jarang ketika perasaanmu kandas tak berbalas, kamu sibuk menyalahkan faktor-faktor di luar dirimu sendiri. Menerima kritik memang berat, apalagi bersama penolakan. Rasaya mungkin seolah sudah jatuh tertimpa tangga.

Namun pada akhirnya kamu juga perlu melakukan refleksi atas dirimu selama ini. Kalau perlu mintalah pendapat dari orang terdekat. Apa saja yang sudah kamu lakukan saat kamu tengah melakukan pendekatan dengannya. Contohnya bisa jadi kamu terlalu berpura-pura dan tidak menjadi diri sendiri saat di depannya sehingga ia mendapatkan impresi yang salah, dan semacamnya.

Tak ada satu pun dari kita yang mau tenggelam dalam ketidakpastian tanpa akhir. Ambil langkah pertamamu sekarang juga, beranikan dirimu untuk maju menyongsongnya dan keluar dari teka-teki perasaanmu yang tak kunjung mendapatkan jawaban. Dengan begitu kamu dapat mengoptimalkan pikiran dan hatimu untuk menyambut hal-hal baik lain yang menunggu di masa depan.