Berjuang bersama memang menyenangkan. Bukan cuma bisa saling menyemangati saat salah satu dari kalian merasa lelah. Tapi pengalaman ini jadi cara lain untuk belajar saling menghargai. Sementara berbeda lagi ceritanya, kalau kalian berjuang bersama dengan kondisi LDR-an. Kamu di sini berusaha menekuni pekerjaanmu, sedangkan cowokmu di sana pun tengah berjuang demi masa depan. Sulit, tak perlu ditanya lagi. Tapi dalam kesulitan itu sendiri ada beberapa hal ini juga yang pasti dirasakan olehmu. Kalau baper dilemesin saja ya!

1. Saat cowokmu berjuang di perantauan, sedih pasti dirasa. Tapi sayangnya, pundaknya tak selalu ada untukmu menyandarkan kepala

Sedih sih tapi… via www.unsplash.com

Di saat yang lain bisa peluk-peluk manja dengan pacarnya. Kamu hanya bisa membayangkan sosoknya, atau ya mendengar suaranya saja.

2. Seiring berjalannya waktu, kamu tak lagi sesedih dulu. Karena cowokmu di sana pun meyakinkanmu jika jarak tak akan menghancurkan kalian

Bangga aku sama kamu! via www.unsplash.com

Butuh waktu yang lama memang untuk bisa terbiasa sampai akhirnya tak terus didera kesedihan. Tapi yang jelas, kamu lebih tenang karena cowokmu sendiri tak pernah berhenti meyakinkanmu, bahwa kalian lebih kuat dari jarak yang ada.

3. Rasa-rasa bangga akan perjuangan cowokmu di sana, membuatmu terpacu untuk sama-sama meraih mimpi meski ada di belahan bumi yang berbeda

Advertisement

Kamu jadi motivasiku 🙂 via www.unsplash.com

Keseriusan cowokmu berjuang di tanah rantau pun jadi motivasi tersendiri untukmu ikut berjuang di sini. Kalau dia kuat dan bisa mewujudkan mimpi-mimpinya, kenapa kamu tak bisa?

4. Saat melihat pasangan lain mesra-mesraan di depan mata, rasa iri pasti ada. Tapi mau bagaimana lagi? Kamu memang harus bisa menahan diri

Iri sih. Tapi mau gimana lagi? via www.logancoleblog.com

Iri saat melihat melihat pasangan yang mesra-mesraan di depan mata itu manusiawi. Tapi mau bagaimana lagi? Kondisinya membuatmu mau tak mau harus bisa menahan diri untuk tak rindu hingga berlebih. Dan pastinya kondisi juga yang mengharuskanmu untuk selalu sabar.

5. Sama halnya saat yang lain asyik memamerkan foto dengan pasangan. Sedangkan kamu hanya bisa melihat foto-foto kalian yang dulu, sambil menahan rindu

Cuma bisa liatin foto-foto yang dulu via www.unsplash.com

Saat melihat saudara, teman, atau siapapun yang sedang memamerkan kemesraan bersama pasangannya di sosmed, kamu cuma bisa berujar, kapan ya aku bisa foto mesra kayak gini sama dia? Ah, nunggu dia pulang aja masih lama. Dan akhirnya, kamu cuma bisa untuk mengamati foto-foto lama kalian sembari menenangkan rindu.

6. Tahu dia di sana punya tanggung jawab yang lain. Kamu pun belajar rasanya mengatur rindumu agar tak membuatnya khawatir denganmu

RIndu 🙁 via www.unsplash.com

Perlahan tapi pasti, kamu tak lagi merengek-rengek rindu seperti awal-awal LDR-an. Sebab kamu tak ingin rindumu ini membuatnya tak bisa fokus dengan tanggung jawabnya di sana yang jauh lebih penting.

7. Melihat teman-temanmu galau karena baru ditinggal pacarnya, kamu pun merasa “Ah biasa aja. Baru juga ditinggal sebentar,”

Ah baru segitu aja udah galau via www.unsplash.com

Sombong sih kesannya, tapi kenyataanya memang kamu sudah berhasil melewati masa-masa awal LDR-an yang sulitnya tak perlu ditanya.

8. Saat detik-detik pertemuan kalian kian dekat. Kamu berusaha menenangkan rasa-rasa grogi, sebab pertemuanmu dan dia ini berharga sekali

pertemuan yag dinanti via da-photo.co.uk

Wajar sih kalau kamu deg-degan bahkan sedikit grogi saat membayangkan pertemuan kalian. Secara sudah berbulan-bulan tak jumpa, kalau pun berbicara hanya lewat chat atau telepon saja. Sementara bertemu langsung mengharuskan bertatapan dengan sosoknya. Tapi demi menuntaskan rindu, kamu harus bisa mengesampingkan kecanggungan itu.

9. Saat dia bisa kamu peluk kembali, rasa iri dengan pasangan lain pun hilang begitu saja

Akhirnya! via da-photo.co.uk

Jangakan pelukan, tatapan mata secara langsung saja sebenarnya sudah membuat rasa-rasa iri yang dulu ada itu luruh seketika. Akhirnya, kamu bisa seperti pasangan-pasangan lain. Bercengkerama langsung, tanpa ada jarak yang menjadi sekat di antara kalian.

10. Waktupun berjalan begitu cepat. Cowokmu pun harus kembali ke perantauan. Rasanya nggak adil, tapi mau bagaimana lagi?

Waktu cepat berlalu via www.dev.dota2.com

Menunggunya lama, tapi bertemunya sebentar. Tak adil memang rasanya, tapi ya seperti inilah risiko yang harus kalian telan bersama-sama. Ingat saja kesabaran ini kelak akan tetap dibayar seadil-adilnya.

11. Kamu pun jadi punya kedekatan tersendiri dengan tempat-tempat seperti stasiun kereta atau bandara, sebab di sana rindu tumbuh dan hilang

Jadi tempat yang penuh arti via www.allswalls.com

Bukan berlebihan, tapi memang rasanya momen mengantar atau menjemput dia seperti halnya di film-film romansa yang kamu lihat. Ternyata tempat-tempat seperti bandara dan stasiun kereta jadi punya cerita tersendiri untukmu. Mengingat di tempat-tempat itu rindu berawal juga berakhir.

Sama-sama berjuang walaupun berbeda pijakan memang penuh tantangan. Berbagai perasaan pun satu persatu kamu rasakan. Sedih, bangga, lega sampai rasa-rasa tak adil mengingat waktu berjalan seakan tak berirama, kadang lambat kadang cepat. Di samping semua itu, kamu dan dia pelan-pelan belajar untuk yakin, bahwa berjuang bersama tak akan sia-sia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya