Tingkat akhir perkuliahan merupakan masa di mana tenaga, waktu, dan pikiran terkuras. Terutama pikiran, ada lima hal yang biasanya baru disadari seseorang yang berada pada posisi ini, karena selama beberapa tahun merasakan pahit-manisnya dunia kuliah dan bergaul. Apa saja lima hal tersebut? Yuk baca!

 

1. Waktu yang tidak bisa terulang

Waktu yang tidak bisa terulang

Waktu yang tidak bisa terulang via http://www.jobhuntersbible.com

Kenapa dulu aku kebanyakan nongkrong dan gosipin hidup orang lain, ya? Bukannya belajar cara menulis skripsi yang benar?

Hayo, siapa yang berpikiran seperti di atas? Yup! Waktu adalah pelari yang sangat cepat. Kamu yang sekarang bernasib sebagai mahasiswa tingkat akhir biasanya baru menyadari waktu yang telah kamu gunakan berharga atau sebaliknya. Kalau kamu merasa waktu tersebut berharga karena diisi oleh hal-hal yang bermanfaat, kamu cederung bersyukur dan menjadikannya titik tolak untuk melakukan hal-hal lain, yang tentu mendatangkan manfaat untukmu. Jika kamu merasa waktu tersebut habis percuma, kamu cenderung menyesalinya.

2. Belajar hal-hal kecil

Belajar, yuk!

Belajar, yuk! via http://startupsclubpost.com

Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit!

Okey, segalanya dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Masa menyusun skripsi adalah masa di mana kamu harus doyan baca, nulis, dan diskusi dengan orang lain. Kalau kamu adalah tipe orang yang tidak suka dan tidak biasa ‘membaca’, kamu akan kesulitan dalam menyusun karya tulis menuju gelar sarjanamu itu! Sedikit ataupun banyak, kamu akan bertanya-tanya, “Kenapa tidak belajar dan membiasakan ‘baca’ dari dulu?”

3. Adakah sahabat sejati?

Adakah sahabat sejati?

Adakah sahabat sejati? via http://media2.intoday.in

Ohoo! Bertahun-tahun kamu kuliah, pasti banyak orang yang menjadi temanmu, baik saat nongkrong, kegiatan kampus, diskusi ilmiah, atau seputar hobi. Kamu akan merasa asyik dan nyaman bergaul dengan mereka. Itu hal yang wajar, karena itulah pertemanan. Namun, ketika kamu beranjak ke tingkat akhir, kamu lebih membutuhkan sosok seorang sahabat yang bisa menemani di segala situasi, terutama di saat kamu repot bimbingan dengan dosen. Saat-saat susah seperti itu, biasanya kamu menyadari siapa orang yang benar-benar menjadi temanmu, yang bisa kamu jadikan seorang sahabat.

4. Mimpi dan cita-cita

Reduksi mimipi dan angan-angan

Reduksi mimipi dan angan-angan via https://cdn.theatlantic.com

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia.

Ulala! Mimpi adalah hal ajaib yang dapat membuat seseorang sukses ataupun hancur. Jika sewaktu SMA kamu memiliki mimpi banyak: masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favorit, lulus dengan nilai cumlaude, menjadi dokter teladan sekaligus model terkenal yang juga punya bisnis online terbesar, dan mimpi-mimpi besar lainnya. Mimpi yang demikian condongnya kepada hal yang bersifat material, biasanya membuat kamu berkhayal sangat jauh menuju kesuksesan. Tapi ketika kamu berada di tingkat akhir perkuliahan, kamu akan mulai menyadari mana mimpi yang mampu kamu wujudkan. Kamu mulai bersikap realistis dan bisa jadi mulai bingung, mau kemana dan jadi apa setelah lulus?

5. Tingkat akhir udah bukan cari pacar lagi, tapi cari jodoh

Tingkat akhir udah bukan cari pacar lagi, tapi cari jodoh

Tingkat akhir udah bukan cari pacar lagi, tapi cari jodoh via http://images.askmen.com

Prikitiw! Ini dia bahasan yang paling rentan bagi mahasiswa tingkat akhir: JODOH! Ada yang menjalin hubungan asmara cukup lama, dan berkomitmen untuk menikah setelah lulus nanti. So pasti, wisuda adalah momen yang kamu tunggu-tunggu karena kebelet pengen dihalalin setelah jadi sarjana :D. Tapi, bagi kamu yang belum punya komitmen atau niatan baik buat beranjak ke jenjang yang serius, biasanya pas jadi mahasiswa tingkat akhir mulai mikir: “Ini orang serius apa nggak ke aku? Sayang apa nggak?” Selain itu, bagi para jomblo yang galaunya double (jodoh dan skripsi) biasanya program memantaskan diri lagi memuncak, karena mereka punya misi SIANIDA (siap nikah setelah wisuda).

6. Semangat mengubah sikap!

Semangat mengubah sikap!

Semangat mengubah sikap! via http://psychologyformarketers.com

Yup! Sikap menentukan kedudukan kamu di mata orang lain. Bagi kamu yang kuliah di jurusan keguruan, dituntut untuk bersikap bijak, sabar, dewasa, dan sikap-sikap yang mencerminkan seorang guru lainnya. Begitupula dengan kamu yang kuliah di jurusan lain seperti hukum, kedokteran, hubungan internasional, dan jurusan lainnya. Dengan sendirinya, kamu akan mengubah sikapmu sesuai dengan tuntutan yang kamu terima, walaupun perubahan tersebut berlaku dalam kurun waktu singkat.