Sosial media memang menjanjikan banyak hal menyenangkan di dalamnya. Tak disangka, Facebook, Twitter, Path, Instagram, Youtube bahkan Snapchat dan masih banyak lagi sosial media lainnya, sudah merasuki kehidupan kita sehari-hari dan menjadi gaya hidup tersendiri buat para pemakainya. Sah-sah saja jika kita menikmati sosial media pada waktu senggang. Namun, apa yang terjadi jika kita malah serakah menggunakannya, hingga lupa waktu dan menjadi tak produktif karenanya> Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus segera kamu tinggalkan di saat bersosial media.

1. Stalking Sepanjang Waktu

Stalker sosial media via http://www.google.com

Menjad stalker alias pengintip akun sosial media pengguna lain, bukanlah lagi suatu hal yang tabu untuk dilakukan di zaman sekarang. Ada keasyikan tersendiri ketika melakukan stalking di sosial media. Motifnya pun bermacam-macam, mulai dari suka terhadap suatu hal hingga ingin mengetahui kehidupan seseorang serta masa lalunya. Saking asyiknya kita berselancar di akun sosial media seseorang, kita bahkan sampai lupa dengan diri kita sendiri, kita lupa waktu, dan lupa dengan aktivitas utama kita. Pertanyaannya adalah apakah kegiatan tersebut bermanfaat buat diri kita sendiri? Duh, jika sama sekali tidak, sebaiknya tinggalkan kebiasaan ini. Menjadi stalker sosial media boleh-boleh saja jika hal itu berguna buatmu. Belakangan ini banyak akun-akun sosial media yang menjanjikan sesuatu yang lebih positif buat kita. MIsalnya nih, laman-laman tentang ilmu pengetahuan yang pastinya bikin pengetahuanmu jadi lebih luas, seperti laman belajar bahasa asing, yang sudah sangat menjamur di sosial media saat ini. Nah, kamu tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhanmu.

2. Menghakimi Orang Lain

Semua bisa jadi hakim via http://www.google.com

Sosial media yang pada awalnya diciptakan hanya untuk membangun jaringan sosial pada masing-masing orang, kini, mempunyai fungsi dan peranan yang berbeda, salah satunya adalah sebagai sarana menghakimi orang lain yang kemudian merambah menjadi bullying. Kolom komentar yang sejatinya disediakan untuk tujuan yang positif, malah merambah menjadi sesuatu yang negatif, hal ini tentu saja membuat si pemilik akun tersebut merasa terganggu. Akibatnya beberapa diantaranya terpakasa mematikan akun mereka dan beberapa diantaranya malah membawa masalah tersebut ke meja hijau. Nah, buat kamu para pengguna aktif sosial media, sebaiknya tinggalin deh kebiasaan kamu yang satu ini, boleh-boleh saja memberikan pendapatmu di kolom komentar sosial media, asalkan tidak sarkastik apalagi sampai menghakimi orang lain, karena tiap manusai diciptakan berbeda-beda dan semua manusia itu tidaklah sempurna, pastilah akan selalu ada kesalahan-kesalahan dilakukan oleh tiap-tiap orang termasuk kamu. Karena itu bijaklah dalam menilai orang lain, berikanlah komentar yang merangkul bukan menghakimi.

3. Menomorduakan Etika

Advertisement

Berbicara sarkastik via http://www.google.com

Nah, yang ini masih berhubungan sama dengan yang nomor dua. Bersosial media yang positif tentulah harus dengan etika. Sayangnya, kebanyakan para pengguna aktif sosial media sering mengabaikan masalah ini. Bagi mereka, sosial media merupakan sebuah wadah yang bebas bagi mereka untuk berekspresi, hingga mengabaikan etika dan peraturan yang berlaku di sekitarnya. Kebebasan berekspresi memang boleh dilakukan, asal sesuai dengan etika dan peraturan yang berlaku di sekitarnya. Meskipun dunia maya, tak berarti kamu boleh asal memosting foto, video, atau tulisan yang melanggar etika dan peraturan yang berlaku. Lagipula di Indonesia, teknologi informasi juga sudah memiliki payung hukum tersendiri. Jadi, buat kamu yang punya hobi posting segala hal di sosial media, sebaiknya diperhatikan dan dipikir-pikir dulu deh tentang konten yang ingin kamu posting. Apakah hal tersebut bernada menyinggung, apakah hal tersebut sesuai dengan budaya kita, dsb. Jangan sampai kamu keras kepala dan menilai bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan itu masih batas wajar.

4. Curhat di Sosial Media

Curhat di sosial media via http://www.google.com

Curhat memang asyik. Kamu bisa merasakan kedamaian setelahnya. Pikiran jadi ringan dan hati pun jadi tenang. Namun, apa yang terjadi jika curhat yang kamu lakukan tersebut, bukan pada orang terdekatmu, namun di sosial media. Ehem, sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal tersebut, namun sepertinya berlebihan juga jika kamu harus mengumbar seluruh kehidupan pribadimu pada semua orang di sosial media. Coba dipikir-pikir lagi jika kamu hendak melakukan curhat di sosial media. Bukan belas kasihan yang kamu dapatkan, malahan, kamu bakal dibully. Kamu akan dicap kekanak-kanakan, tidak dewasa, karena tidak bisa mengontrol dirimu di depan banyak orang. So, jika tidak ingin harga dirimu jatuh, hanya karena masalah sepele. Sebaiknya, hentikan kebiasaan burukmu itu.

5. Suka Menyebarkan Berita Hoax

Berita hoax via http://www.google.com

Akhir-akhir ini sosial media dipenuhi dengan berbagai macam berita hoax. Seperti berita tentang penyakit yang diderita seseorang, kemudian meminta do'a untuk kesembuhan penyakit orang tersebut, hingga jalanan yang rusak parah akibat diterpa bencana alam. Hal ini tentunya sangat mengganggu bagi para pengguna aktif sosial media lainnya. Mungkin bukan kamu yang membuat berita hoax tersebut, namun, karena keisengan kamu, atau kamu memang sama sekali tidak begitu tahu bahwa berita tersebut hanyalah sebuah hoax,namun, dari berita yang kamu bagikan tersebut, orang bisa menilai pribadi kamu seperti apa. Kamu bisa dianggap kurang cerdas oleh orang-orang karena tidak bisa menilai mana yang benar dan mana yang asal-asalan. Karena pada dasarnya, para pengguna aktif sosial media biasanya menilai seseorang dari postingannya. Yah, daripada dibilang kurang cerdas, sebaiknya jelilah dulu dalam membaca dan menyebarkan informasi dari suatu laman-laman tertentu di sosial mediamu. Mending, cobalah menyebarkan hal-hal yang penting dan berguna bagi dirimu dan orang lain di sosial media.

Itu tadi 5 hal yang harus segera kamu tinggalkan saat bersosial media. Tulisan ini berdasarkan analisa pribadi penulis sendiri di dunia nyata serta pengalaman pribadi. Mungkin masih banyak hal yang berkaitan yang belum disampaikan oleh penulis. Namun kelima hal diatas dirasa sudah mencakup semuanya. Pesannya adalah bijaklah dalam bersosial media.