Bangsa Indonesia dengan 249,9 juta penduduk (survey tahun 2013) menjadi bukti bahwa bangsa ini memiliki jutaan potensi dalam setiap insan penduduknya. Potensi yang dapat menghantarkan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan pantas bersaing dengan bangsa lainnya. Potensi-potensi dari anak bangsalah yang menjadi tonggak awal revolusi bangsa. Pemikiran yang masih idealis, dan semangat pembaharuan akan menjadikan Indonesia yang baru dan maju. Satu hal yang diperlukan oleh bangsa luhur ini, yaitu Pendidikan. Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang. Semua bangsa maju dengan sumber daya manusia yang kompeten pasti memiliki sistem pendidikan yang sangat baik. Pendidikan menjadi penentu masa depan seorang. Pendidikan juga yang akan menjadi gerbang kesuksesan generasi muda kita dan generasi muda kitalah yang akan menjadi pintu gerbang bagi Indonesia untuk merengkuh kejayaannya.

 

1. Pendidikan Indonesia adalah Pendidikan Karakter

Apa itu pendidikan karakter?

Apa itu pendidikan karakter? via http://www.informasi-pendidikan.com

Zaman kian maju dan segalanya kian berkembang. Teknologi semakin canggih, hidup harus semakin gigih, dan norma semakin tersisih. Pendidikan memang sangat perlu bagi setiap insan, tapi akhlak juga tak boleh didiskriminasikan. Kita boleh pandai, memiliki pangkat, derajat, dan kekayaan. Namun, tanpa budi pekerti dan perilaku yang baik, apakah kita akan mendapat kehormatan?

Maka, pendidikan di Indonesia kini tengah gencar menumbuhkan kembali karakter bangsa melalui karakter kaum mudanya. Melalui pendidikan pula, kalian sebagai generasi penerus akan belajar bahwa budi pekerti bersifat luhur dan perilaku mulia adalah awal berkehidupan dengan masyarakat luas. Jadi, jangan bangga dengan kecerdasan, kepandaian semata tanpa sikap yang sopan dan santun di hadapan khalayak umum.

Kaum muda adalah penerus bangsa, karakter adalah jati diri bangsa. Maka penerus bangsa yang berkarakter adalah investasi berharga milik bangsa sebesar Bangsa Indonesia. - Hera Pangastuti

2. Bangkitkan Rasa Nasionalis melalui Lagu Kebangsaan dan Cinta Tanah Air melalui Lagu Daerah

Kami bangga punya Indonesia

Kami bangga punya Indonesia via http://www.siperubahan.com

Menurut UU tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan Pasal 59 (2) mengenai Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dalam rangkaian program pendidikan dan pengajaran. Jika kalian semasa SD-SMA belum sempat mendengar dan merasakan UU mengenai Lagu Kebangsaan, kini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah resmi mengeluarkan Pemerndikbud Nomor 21 Tahun 2015 untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai Lagu Kebangsaan di awal sebelum kegiatam belajar mengajar dimulai. Penumbuhan rasa Nasionalis ini bertujuan agar para generasi muda calon pemimpin bangsa memiliki pandangan positif terhadap negeri tercinta ini. Agar di kemudian hari, mereka akan menjadi alasan di balik kemajuan yang Indonesia raih.

Sedangkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan budaya lokal, Kemendikbud dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 mengutarakan untuk menyanyikan Lagu Daerah masing-masing atau lagu khas daerah lain di Indonesia. Hal ini juga mampu mengembalikan ingatan anak-anak mengenai lagu-lagu sederhana khas budaya Indonesia yang unik, beragam, dan memiliki arti yang mendalam.

3. Literasi menjadi Budaya sehari-hari Kaum Muda Indonesia

Aku membaca dan aku tahu

Aku membaca dan aku tahu via http://kompasiana.com

Membaca adalah jembatan ilmu, buku adalah gudang ilmu. Kini semakin canggihnya teknologi dengan ditandai lahirnya berbagai gadget mahal dan elok, sedikit demi sedikit tapi agresif hampir menyisihkan buku dari lingkungan anak-anak. Tak hayal jika generasi kini kurang mengenal pujangga-pujangga dan penulis angkatan 45 dan karya sastra yang patut dipuja. Sangat sedikit dari anak-anak masa kini yang mengenal Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, bahkan Abdul Muis. Sangat sedikit bahkan hampir jarang kita temui anak-anak yang membeli buku-buku sastra lama dan membacanya. Lalu bagaimana mereka belajar tanpa mencintai dunia literasi tanpa terbiasa membaca buku?

Jangankan membaca buku pelajaran, buku non pelajaran pun mereka nggak doyan. Miris, sangat miris memang. Di mana bangsa luar menghabiskan banyak waktu luang dengan membaca, tapi di negeri ini penerusnya bahkan tak mengenal sang pujangga pahlawan melalui kata. Maka, Kemendikbud dengan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 sama seperti item di atas mengusung Budaya Literasi bagi anak bangsa. Dengan membiasakan membaca buku NON PELAJARAN setiap pagi 15 menit sebelum bel masuk kelas. Anak-anak bebas membaca apapun, baik komik, novel, karya sastra, puis, cerpen, cerbung, dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar sang anak mengenal dunia lebih luas melalui buku, dan memanfaatkan waktu untuk berilmu.

4. Bangga menghadap Sang Saka Merah Putih setiap Upacara Bendera

Berkibarlah setinggi mungkin, aku akan setia mendongak dan hormat padamu

Berkibarlah setinggi mungkin, aku akan setia mendongak dan hormat padamu via http://tumblr.com

Jika saat kalian upacara bendera merupakan kegiatan yang dilaksanakan di hari-hari besar dan minimal dua kali dalam sebulan, kini dengan pemabaharuan yang signifikan Upacara Bendera merupakan kegiatan WAJIB dilaksanakan setiap hari Senin pagi bagi semua sekolah.

Hal ini akan mewujudkan kaum terdidik untuk disiplin dan bangga kepada Sang Saka Merah Putih saat dikibarkan. Meresapi kembali pengerekan bendera disertai dengan iringan Lagu Kebangsaan Indonesia gubahan Wage Rudolf Supratman. Kaum terdidik dan pendidik harus sama merasakan arti perjuangan para pahlawan terdahulu hingga kemerdekaan yang kita rasakan kini. Berbangga dengan negeri sendiri adalah wujud cinta tanah air yang sejati.

Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri-nya sendiri. Datuk Sutan Malaka (Tan Malaka)

5. Bukan cuma dikibarkan di tiang saja, kini di Ia tertanam di dada kirimu. Sebagai jantung kehidupanmu!

Kaulah jantungku, hidupku, dan tak akan kau jatuh jika aku tak jatuh terlebih dulu

Kaulah jantungku, hidupku, dan tak akan kau jatuh jika aku tak jatuh terlebih dulu via http://www.kompasiana.com

Menumbuhkan rasa nasionalis memang sangat perlu. Karena persaingan global akan semakin mendesak Indonesia setuju atau tidak setuju. Persaingan yang akan menyamakan semua orang dari seluruh belahan dunia untuk bekerja, mengenyam pendidikan, dan bersaing dalam bertahan hidup. Maka agar para penerus bangsa tak kalah saing, kini penanaman rasa nasionalis dirasa sangat perlu. Agar saat mereka melanglang buana ke penjuru dunia, hingga sukses dan membanggakan Indonesia, mereka akan tetap bangga menjadi milik Indonesia.

Hal yang paling ditakutkan adalah saat kalian; penerus bangsa telah sukses di luar sana, lupa kepada tanah airnya, lupa pada Ibu Pertiwi yang telah melahirkannya. Maka, sedari kecil, Indonesia telah terpatri di dada kiri sebagai jantung kehidupan yang membanggakan, selalu dibela, dan membakar semangat perjuangan.

Bukan hanya simbolis di seragam agar semua orang tahu, tapi ini adalah budaya dan pembaharuan yang sedikit demi sedikit tapi intensif untuk kalian, para penerus bangsa.

6. Sadarkah kalian para penerus bangsa, kalian juga sebagai pelurus bangsa

Aku akan menjadi kebanggaanmu, Indonesia

Aku akan menjadi kebanggaanmu, Indonesia via http://kiwibiru.blogspot.com

Sadarkah kalian para penerus bangsa, kalian juga menjadi pelurus bangsa kelak. Kini Indonesia tidak hanya mengalami ancaman dari dalam negeri, tapi juga persaingan global secara mendunia. Maka selama ini Indonesia telah banyak mengalami kejadian baik dan buruk. Tapi tahukah kalian, Indonesia bukan pemilih, tapi kalianlah; generasi muda sebagai stir bagi Indonesia.

Kemana Indonesia akan pergi, akan berlabuh, dan berhenti adalah hak kalian. Sudah bukan rahasia lagi, jika perubahan etika politik dan penurunan akhlak terjadi pada para oknum petinggi negeri ini. Maka, dengan pendidikan karakter, kalian tidak hanya menjadi penerus, tapi juga pelurus bangsa. Kalian akan meneruskan hal baik, dan meluruskan hal yang sempat menyimpang. Maka, jadilah investasi bangsa yang berharga.

 

Jika pendidikan bagi banyak orang adalah keperluan, sejatinya Pemerintah Indonesia telah merancangnya sebaik mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum muda bangsa Indonesia. Hanya perlu sedikit bumbu agar kita semakin maju. Hingga Indonesia meraih kejayaan dengan penuh rasa bangga pada kaum muda pembawa perubahan!