Semua perlu uang tapi kamu tak bisa membiarkan dirimu menjadi hamba uang, uang bukanlah segalanya. Tapi Segalanya memang butuh uang. Apa kamu mau merelakan sesuatu moment yang tidak  bisa di ukur oleh uang sekalipun. Berikut adalah hal-hal yang tak bisa dibeli dengan uang. jadi jangan pernah beranggapan uang adalah segalanya.

 

1. Kebersamaan

Jw.Org Bacaan Sadarlah

Jw.Org Bacaan Sadarlah via http://www.jw.org

Hal pertama yang tidak bisa dibeli adalah kebersamaan, itu karna manusia sejak lahir telah di kodratkan Tuhan Sebagai mahluk Sosial. perlu berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat bayangkan Kekayaan tanpa ada kebersamaan kadang terasa sia-sia.

Bayangkan jika orang tua kita terlalu sibuk dengan karirnya tanpa pernah peduli dengan tumbuh kembang anaknya. Yang justru kualitas anaknya lebih parah dari anak kampung, karna anak kampung semiskinya mereka pasti berusaha berkumpul.

Buku The Narcissism Epidemic menulis: Orang yang mata duitan umumnya tidak bahagia dan lebih stres. Sekadar berkhayal punya banyak uang saja sudah bisa membuat orang mengalami gangguan mental; orang-orang seperti itu juga lebih sering menderita penyakit seperti radang tenggorokan, sakit pinggang,
dan sakit kepala. Mereka juga lebih cenderung menyalahgunakan alkohol dan memakai narkoba. Mengejar kesuksesan finansial tampaknya malah membuat orang sengsara.

2. Masa depan yang benar-benar terjamin

Kualitas kamu di masa depan ditentukan oleh apa yang kamu lakukan hari ini. Jika kamu pemalas maka kamu tahu apa akibat kemalasanmu dimasa yang akan datang. Sewaktu para mahasiswa tahun 60-an dan awal 70an ditanyai tentang tujuan mereka kuliah, kebanyakan menjawab bahwa mereka ingin ’menjadi orang yang terpelajar’ atau ’mencari tujuan hidup’.

Hanya sedikit yang mengatakan bahwa mereka kuliah agar bisa ’punya banyak uang’. Mulai tahun 90-an, sebagian besar mahasiswa mengatakan bahwa tujuan utama mereka kuliah adalah agar bisa ’punya banyak uang

Seiring dengan berubahnya cara pandang para mahasiswa ini, terjadi juga lonjakan angka depresi, bunuh diri, dan gangguan psikologis lainnya di kalangan mahasiswa.”—The Price of Privilege, karya Dr. Madeline Levine.

3. Kepuasan dalam hidup

Hidup kaya tidaklah harus mahal

Hidup kaya tidaklah harus mahal via http://www.jw.org

Hidup kaya raya tidak jaminan membuatmu bahagia, karna Tuhan menciptakan kebahagian sejati itu tidak semahal harga Hp samsung, Rumah Bergedung lantai 5 atau punya Ferrari yang justru akan membuatmu banyak teman dengan orang-orang penjilat, pendusta, dan pencuri.

Bertemanlah dengan orang-orang yang ketika kamu membeli gorengan Rp.5.000 Tapi kebahagiaanya Berjuta-juta dan mungkin gak semahal senyuman yang dibayar. Dan Tips sederhana berikutnya adalah kamu yang mengatur kerjamu bukan sebaliknya yang berhak mengatur hidupkamu adalah kamu sendiri (tapi bukan berati suka-suka kamu semuanya)

4. Teman sejati

Makna sahabat memang memiliki arti yang begitu banyak dalam hidup ini. Beberapa orang bahkan berpendapat jika persahabatan merupakan salah satu faktor kunci sukses seseorang dalam hidupnya.

Tentu tak ada seorang pun dari kita yang akan menampiknya jika memang dikatakan demikian karena sahabat sejati pasti akan memberikan dukungan dalam bentuk apa pun demi tercapainya keinginan dan cita-cita dari sahabatnya.

Persahabatan memang bukan hubungan yang bisa didapatkan secara instan dan cepat. Beberapa diantaranya bahkan ada yang menjalin persahabatan hingga puluhan tahun lamanya. Faktor yang membentuk persahabatan diantaranya seperti kesamaan karakter, persepsi, hobi dan lain sebagainya yang terjalin secara intens dengan rentang waktu yang lama sehingga menghasilkan sebuah unsur yang sangat penting dari sebuah persahabatan, yaitu kepercayaan atau "trust" dan rasa hormat atau "respect".
 

5. Kebahagiaan Orang Tua

Apapun yang terjadi kebahagiaan orang tua itu mutlak. Sekalipun kamu jauh di perantauan kamu harus tetap berkomunikasi dengan orang tua kamu. Karna nasehat mereka dan teguran mereka yang tidak bisa dibeli dengan uang, kebayangkan orang tua aja gak peduli masalah uang yang penting anaknya sekolah, kok kamu malah mengutamakan uang dibanding kebahagiaan.