Bismillahirrahmanirrahim

Ternyata nyari jodoh itu susah, pake banget pula. Begitu banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Mulai dari fisik, materi, keluarga, dll. Lalu, ketika bertemu orang-orang dan kita masih sendiri, pasti ditanya 'kapan nikah?'. Kapan nikah dari Hong Kong? Pasangan aja belum punya.

Akhirnya, suatu saat, saya sempat membeli sebuah buku. Pada sebuah bab disebutkan tentang cara mencari pasangan. Terinspirasi dari kata kunci yang saya ambil di sana, saya mengambil kata kuncinya dan menuliskan dengan bahasa saya.

 

1. Banyak-banyaklah berdoa kepada Tuhan

Mencari Jawaban Melalui Do'a

Mencari Jawaban Melalui Do'a via http://www.muslimterbaru.com

Betapa banyak di antara kita yang luput tentang hal yang satu ini. Ketika mengalami berbagai macam kesulitan di dalam kerja, studi, dan masalah-masalah lainnya, kita tidak segan-segan untuk mengangkat tangan ke atas seraya berdoa meminta pertolongan. Bukankah jodoh pun bagian dari apa yang telah ditentukan oleh Tuhan? Lalu mengapa masih menahan diri dari meminta kepadaNya?

Di dalam Islam kita dianjurkan untuk berdoa untuk segala kebutuhan, bahkan ketika sandal putus sekalipun. Termasuk juga ketika hendak memilih/menentukan calon pasangan idaman.

 

Tapi, ucapkanlah do'a yang setulus hati dan tentu tetap rasional, jangan rasa cinta kita pada seseorang membuat kita berdoa yang bentuknya seperti yang ada di bawah ini...


Ya, Tuhan. Kalau dia memang jodohku, dekatkanlah.
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.

Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh.

Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, selain aku.

Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.


Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali.


Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah denganku.

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biarlah jodohnya itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian jodohkan kembali dia denganku.

 

Kalau yang begitu sih namanya maksa, bukan do'a.

2. Meminta Bantuan pada Teman, Orang Tua, Keluarga, Guru, yang Baik dan Dapat Dipercaya

Menyebar Permintaan Bala Bantuan

Menyebar Permintaan Bala Bantuan via https://momthinks.files.wordpress.com

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sebagai makhluk sosial, kita sangat sulit untuk melepaskan diri dari keterkaitan dengan orang lain. Tidak ada masalah jika harus meminta kepada mereka untuk membantu. Misalnya, meminta bantuan kepada teman untuk menyomblangkan dengan teman lainnya, atau kepada orang tua dan keluarga siapa tahu mereka punya kerabat yang memiliki anak.

Dalam mencari jodoh, tolong menolong seperti ini adalah hal yang sangat diperlukan. Karenanya, lapangkanlah hati seluas-luasnya untuk menerima masukan dan bantuan dari orang lain. Karena kelak hal tersebut akan bermanfaat bagi kita. Penting untuk diketahui juga bahwa inilah salah satu keuntungan mempererat silaturahim, karena orang yang mempererat silaturahim akan mempermudah jodoh mereka.

3. Lakukan Penjajakan pada Tempat - Tempat Terbaik

Bisa Jadi Masjid adalah Tempat Terbaik untuk Mencari

Bisa Jadi Masjid adalah Tempat Terbaik untuk Mencari via https://www.facebook.com

Kemana sih kita harus melakukan penjajakan? Itu terserah pada kita. Tetapi kita harus menyesuaikan dengan visi dan misi kita untuk menikah. Ada yang ingin menikah hanya karena mau punya istri yang gaul misalnya, maka mereka akan mencarinya ke mall. Atau yang mungkin lebih ekstrim akan mencari ke klab-klab malam.

Tapi tentu tidak ada jaminan yang baik dari pasangan yang ditemukan melalui tempat-tempat seperti itu, karena kita kesulitan untuk mencari tahu tentang kualitas orang tersebut.

Menurut hemat saya, seseorang yang punya visi dan misi yang baik di dalam pernikahan akan mencarinya di tempat yang lebih terjamin kualitasnya. Ada yang mencari ke masjid misalnya karena mau mencari pasangan yang shalih/shalihah. Jika bertemu dengan orang tua yang shalih, tentu buah tak jatuh dari pohonnya, maka bapak-bapak yang ada di sana bisa menjadi salah satu target yang bisa kamu jajaki.

4. Mengikuti Kegiatan-Kegiatan Sosial yang Positif dan Membangun Kepribadian Diri

Misalnya Gerakan Menanam Pohon Bersama

Misalnya Gerakan Menanam Pohon Bersama via https://www.facebook.com

Jangan terlalu sering sendiri. Libatkan diri pada kegiatan-kegiatan sosial di sekitar kita. Mungkin dengan cara tersebut akan membuka pandangan kita, dan juga membuka jaringan-jaringan kita. Hal tersebut secara tidak langsung akan menempa kita dalam bekerja walaupun tidak ada bayaran. Dedikasi-dedikasi kita di dalam kegiatan sosial itu mungkin tidak dihargai, tetapi menjadikan kita lebih mandiri dan percaya diri.

Btw, jangan percaya foto di atas, itu foto yang diambil dalam sebuah kuliah lapangan berjudul 'Ecological Engineering'.

5. Merantaulah

Tidak sedikit teman-teman sesama perantau dari berbagai daerah yang akhirnya tinggal di dalam atap yang sama. Mungkin karena mereka telah ditakdirkan untuk bertemu dalam perantauan. Mereka bukanlah manusia-manusia yang ditunggu pasangan idaman. Tetapi, di tengah hidup dalam perantauan yang berbalut rasa sepi, terkadang memancing hati untuk saling berbagi, dari sikap saling berbagi memberikan rasa berbunga-bunga di hati. 

Tentu pernikahan antara tetangga lebih jarang kita temukan ketimbang mereka yang cinlok (cinta lokasi) di perantauan, bukan?

6. Hindari Hal-Hal yang Menghambat Jodoh

Uang Mahar yang Menggila(s)

Uang Mahar yang Menggila(s) via https://fridayaniabdulkarim.files.wordpress.com

a.  Studi

Seringkali kegiatan studi menyebabkan seorang wanita misalnya, terlambat menikah. Selain prioritas studi menghambat waktu, juga menjadi hambatan seseorang untuk melamarnya setelah studi selesai kelak. Karena hal tersebut bisa menambah standar kita dalam memilih pasangan karena adanya keinginan mendapatkan pasangan yang sekufu (setara).

A: Kapan aku bisa menikah denganmu?

B: Hmm, aku masih kuliah.

A: Gpp, aku tungguin kok, kan sebentar lagi wisuda?

B: Tapi aku masih mau lanjut sampe s-3, dua kali.

A: ...

b. Standar yang Tinggi

Di beberapa daerah di Indonesia, biaya pernikahan yang mahal adalah salah satu hambatan pernikahan. Karena biasanya wanita dilamar dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan dengan mertua. Padahal, setelah pernikahan masih banyak kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka keluarkan.

Tidak jarang hal ini menjadi polemik. Bahkan mungkin pernah di antara kamu yang pernah membaca kisah tentang seorang gadis yang menangis mendatangi pernikahan sang mantan, hanya karena sang mantan tak mampu membayar uang pernikahan yang akhirnya berujung pada penolakan dari calon mertua. Belum lagi calon mertua yang terlalu memperhitungkan bibit bebet bobot, ningrat atau umum, dsb.

c. Pengaruh Media Massa

Tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini kita terlalu mudah terbawa oleh arus mode yang telah diatur oleh media massa. Majalah, TV, Koran, seakan menjadi buku panduan dalam mencari pasangan yang sempurna. Tidak jarang jika para lelaki dan wanita terlalu pilah pilih di dalam memilih pasangan. Mengharapkan pasangannya seganteng/secantik dan seromantis cowok/cewek Kore*, padahal semua itu palsu dan semu.

Saya pun mencoba konsultasi dengan orang sekitar saya, apalagi sebagian besar dari mereka sudah menikah. Pernah seseorang memberikan nasehat, carilah istri yang sesuai dengan cita-citamu. Cita-cita di sini adalah cita-cita dalam berumah tangga. Misalnya kamu ingin hidupmu lebih terarah, carilah istri yang disiplin, jika ingin punya anak yang pintar, carilah istri yang pintar, dstnya.

 

Akhir kata, semoga kita mendapatkan jodoh yang terbaik.