Ketika Ramadhan tahun ini tiba, entah mengapa rasanya tidak semeriah ketika kita kecil dulu. Mungkin karena kita telah beranjak dewasa. Setidaknya 7 hal ini pernah mewarnai Ramadhan masa kecil generasi tahun 90-an!

 

1. Menembus dini hari bersama-sama untuk membangunkan sahur warga sekampung.

Sahuuuur! Sahuuuur!!

Sahuuuur! Sahuuuur!! via http://lehalehe.blogspot.com

Walaupun pada hari-hari biasa anak-anak generasi 90-an sering malas bangun pagi, hal ini tidak berlaku ketika bulan Ramadhan tiba. Sejak malam, kegiatan keliling kampung bersama-sama untuk membangunkan warga sahur telah ditunggu-tunggu.

Saking tidak sabarnya menantikan dini hari tiba, tak jarang pada hari-hari pertama Ramadhan anak-anak generasi 90-an akan susah tidur.

Ketika waktu telah menunjukkan pukul dua pagi, mereka telah siap berkeliling dengan membawa senjata seadanya. Senjata itu biasanya didominasi oleh panci milik ibu masing-masing, kaleng-kalengan, jerigen bekas, galon, atau kentongan.

Sandal jepit dan sarung  yang disampirkan di pundak menjadi dresscode wajib. Yang tak kalah khas, tentu teriakan “Sahuuur! Sahuuur!” dan bunyi-bunyi gaduh yang dihasilkan.

2. Selagi tidak ada yang melihat, tidak ada salahnya untuk makan atau minum secara sembunyi-sembunyi. Sendiri tak masalah, bersama teman lebih seru!

Jangan lupa makannya di tempat yang tersembunyi ya!

Jangan lupa makannya di tempat yang tersembunyi ya! via http://ajengkaniaonline.wordpress.com

Berlatih berpuasa memang sedikit berat bagi anak-anak. Ketika lapar menggelitik perut berpadu dengan kesempatan yang menggoda, anak-anak generasi 90-an tidak akan melewatkannya. Makan atau minum secara sembunyi-sembunyi bisa dilakukan sendiri di rumah maupun jajan bersama teman di luar rumah. Yang penting tidak ketahuan! 

3. Bagi yang cukup kuat imannya, beberapa teguk air wudhu cukup untuk mengobati dahaga.

Entah mengapa kau begitu menggoda

Entah mengapa kau begitu menggoda via http://www.flickr.com

Ketika wudhu sebelum beribadah sholat dhuhur, pancaran air wudhu terlihat sangat menggoda. Efek fatamorgana membuat air wudhu terasa bak air putih dingin yang ada di kulkas. Ketika berkumur, eh kok “tidak” sengaja tertelan, hehehe. Lumayan.

4. Menonton sinetron-sinetron spesial Ramadhan adalah cara ngabuburit terasyik.

Yang mana favoritmu?

Yang mana favoritmu? via http://kaskus.com

Tentunya anak-anak generasi tahun 90-a tidak akan lupa dengan sinetron berjudul “Doaku Harapanku”. Sinetron yang dibintangi oleh Krisdayanti, Dicky Wahyudi, Jihan Fahira, Gunawan dan tante-tante antagonis Leily Sagita menjadi highlight televisi pada saat Ramadhan tahun 1998 dan 1999.

Dari sinetron ini, anak-anak generasi tahun 90-an diperkenalkan dengan kejamnya ibu mertua. Saat menontonnya, kita juga dibuat ikut bersimpati pada cobaan hidup yang terus-menerus menimpa Anisa (Krisdayanti).

Selain Doaku Harapanku, masih ada beberapa sinetron lain yang mewarnai Ramadhan di tahun-tahun selanjutnya. Di antaranya adalah Doa Membawa Berkah, Doa dan Anugerah, Titipan Illahi, Hikmah, Para Pencari Tuhan, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat dll.

5. Ketika wajah KH Zainuddin MZ nampang di layar televisi, itu artinya waktu berbuka puasa sudah dekat!

Semoga engkau tenang di alam sana :')

Semoga engkau tenang di alam sana :') via http://youtube.com

Kultum (kuliah tujuh menit) dari KH Zainuddin MZ adalah hal yang paling dikangenin dari masa-masa Ramadhan tahun 90an. Tayangan ini akan muncul ketika kita sudah mandi dan duduk manis di depan televisi, sementara makanan dan minuman berbuka puasa telah disiapkan ibu di atas meja. Walaupun tinggal tujuh menit lagi, rasanya tidak sabar untuk segera berbuka! 

6. Bisa berkumpul bersama teman-teman, tarawih menjadi ibadah yang menyenangkan.

Tarawih dulu, petasan kemudian

Tarawih dulu, petasan kemudian via http://www.mediaindonesia.com

Tarawih ibaratnya sudah seperti main. Semua anak-anak akan berkumpul untuk beribadah bersama dan tentu main setelahnya. Meskipun masih mengenakan peci dan menenteng mukena, bermain petasan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan sebelum pulang. Bagian yang paling mendebarkan adalah ketika kita kebagian peran untuk menyalakan petasan dan lari berhamburan setelahnya!

7. Buku wajib Ramadhan yang tidak boleh terlupa.

Buku sakti mandraguna

Buku sakti mandraguna via http://kaskus.com

Ketika Ramadhan tiba, guru di sekolah akan membagikan sebuah buku sakti. Buku tersebut berjudul “Buku Kegiatan Ramadhan”, lengkap dengan gambar masjid di bagian kovernya. Dengan kehadiran buku ini, anak-anak generasi tahun 90-an diharuskan untuk rajin bertarawih.

Selama tarawih, ceramah harus disimak baik-baik untuk kemudian ditulis di buku kegiatan. Setelah tarawih berakhir, imam masjid akan menjadi artis dadakan untuk dimintai tanda tangannya di buku kegiatan Ramadhan.