Ketika mulai memasuki era kehidupan perkuliahan, mungkin kamu masih terbayang betapa asyik, seru, ceria dan gilanya masa-masa SMA. Tidak jarang, kamupun sering bernostalgia dan gagal move-on dari kenangan itu. Tapi sadar nggak sih, seiring berjalannya waktu, masa kuliah jadi terasa tak kalah menyenangkannya bagimu?

Bahkan ketika akhirnya masa kuliah ini usai, kamu sadar ada hal-hal yang membuat kamu bakal kangen banget sama fase kehidupan ini, jauh melebihi nostalgiamu pada masa SMA

 

1. Di masa kuliah ada yang namanya TA. Manifestasi kenakalan kecil-kecilan setelah jadi anak baik-baik di masa SMA

"Bro, TA yak kayak biasa he he he." via http://auto-forward.com

Di kuliah, kamu pertama kali mengenal "kenakalan-kenakalan kecil". Rasanya exciting banget bisa jadi "nakal" setelah 3 tahun harus patuh dengan peraturan sekolah. Salah satu kenakalan kecil ini adalah titip absen alias TA. Sebenarnya istilah yang lebih tepat itu TP (Titip Presensi) kali ya, karena absen sendiri artinya ketidakhadiran. Tapi karena istilah ini udah keburu populer, mari kita tetap sebut TA. 

Kalau di awal semester sih masih jadi anak rajin banget, selalu siap menerobos hujan hingga badai demi bisa mengikuti mata kuliah. Tapi setelah terbiasa sih, bangun telat dikit aja udah males pergi ke kampus. Alhasil, TA menjadi senjata utama mahasiswa untuk bertahan hidup di dunia kuliah. Bahkan mungkin ada beberapa mahasiswa yang sebenernya cuma pernah masuk kelas 3-4 kali, selebihnya? TA! Rasanya asyik banget, bebas! Hehehe

2. Di masa kuliah, takkan ada yang nyinyir pada ambisimu. Karena ambisi tidak lagi tabu, tapi memang perlu!

mahasiswa sibuk-produktif

mahasiswa sibuk-produktif via http://www.calvin.edu

Era kuliah menjadi era dimana kamu mulai menyusun mimpi dengan berbagai strategi terperinci. Kamu tahu IPK itu penting dan kamu tidak akan segan-segan untuk memperjuangkannya. Di sisi lain, kamu juga sadar IPK bukan segalanya. Kamu mulai aktif ikut organisasi yang memang relevan dengan visi dan mimpimu. Kamu sadar, tidak selamanya kamu bisa bergantung pada orang tua. Kalo dulu pas SMA kamu punya target untuk juara. Di sini kamu bisa bersama-sama menjadi juara. Ambisius? Harus kalo mau cepet lulus dan sukses! 

3. Matamu terbuka pada berbagai macam keberagaman yang ada. Terutama jika kamu banyak berteman dengan mahasiswa luar kota

diversity above all

diversity above all via http://expatsguide.pl

Kampus bakal jadi kayak miniatur Nusantara. Kamu bisa menemukan berbagai jenis orang dengan latar belakang yang berbeda. Budaya terutama, dari Sabang sampai Merauke. Kamu pun mulai memhami mereka lebih personal dan tidak lagi menjadi orang yang cuma bisa bilang ‘Katanya sih orang Batak tuh…’ ‘Katanya sih orang Hindhu tuh…’, dan lain sebagainya. Di sini, teman-teman terdekatmu bisa jadi berasal dari kebudayaan dan latar belakang yang jauh berbeda satu sama lain. Apalagi setelah liburan, asyiknya dapet oleh-oleh makanan khas daerah asal mereka

4. Jadwal kuliah tak seketat SMA. Di sela-selanya kamu masih bisa nongkrong santai dan seru bareng teman-teman

Berbeda dengan SMA yang segalaya sudah teratur dan terstruktur, di kuliah kamu punya kesempatan untuk memilih mata kuliah kamu sendiri (walaupun ada yang udah dipaketin juga). Dan meskipun kamu udah berusaha menyesuaikan supaya jadwalnya enak, selalu ada saat di mana jadwalnya bisa bikin kamu males untuk kuliah deh (salah satu faktor terbesar kenapa TA itu jadi budaya mungkin ya). Dalam satu hari, kamu bisa cuam dapet dua subjek mata kuliah tapi yang satu pagi banget dan satu lagi sore banget. Ga heran deh, nongkrong-nongkrok cantik pun kamu lakoni bareng teman-teman

5. Hanya di masa kuliah kamu lembur sampai pagi buat ngerjain tugas, dari kafe, warnet, sampai rumah teman

Lompat-lompat ngerjain tugas sampai rumah teman

Lompat-lompat ngerjain tugas sampai rumah teman via http://facebook.com

Kalo di daerah-daerah deket kampus, ga asing deh kamu bakal liat mahasiswa-mahasiswa menjajah berbagai tempat tongkrongan dengan fasilitas wifi entah itu kafe, warnet, sampe kosan orang (Yah, namanya juga hamba WiFi). Tugas macam makalah, paper, laporan udah jadi santapan sehari-hari. Tidak tidur berhari-hari? Udah biasa. Yang penting, seru-seruan sama teman dan foto-fotonya!

6. Dulu waktu SMA, main ke perpus adalah kegiatan langka. Di masa kuliah, perpustakaan menjadi tempat yang tidak lagi asing, walau bikin pusing

perpus yuk!

perpus yuk! via http://ugm.ac.id

SMA sih perpustakan jadi pajangan doang, cuma segelintir orang yang mampir kesana. Tapi kalo kuliah, duh perpustakaan tuh ga pernah sepi. Selalu dipenuh mereka-mereka yang mencari sumber referensi atau sekedar mencari tempat tenang untuk membuat laporan. Pokoknya, kayak ga  mungkin gitu loh kalo kamu belum pernah menginjakkan kaki ke perpustakaan semasa kuliah.

7. Kamu belajar bahwa kemandirian bukan hal yang gratis. Kamu harus kreatif bila saldo di rekening menipis

semangkuk mie instan di akhir bulan

semangkuk mie instan di akhir bulan via http://www.deritamahasiswa.com

Mahasiswa seringkali bergulat dengan… kondisi finansial! Rata-rata mahasiswa adalah anak kost, dan kalaupun tidak, kamu biasanya sudah diberi tanggung jawab untuk mengelola keuangan sendiri dengan uang bulanan. Repot memang, kamu dari yang tadinya selalu mengalami pembengkakan biaya kemudian berusaha untuk menyesuaikan anggaran yang ada. Lagi, kamu mulai memahami segala yang kamu inginkan belum tentu kamu butuhkan. Dan segala yang kamu butuhkan belum tentu bisa kamu dapatkan, ada perjuangan untuk segala yang ada.

Ya menjadi mahasiswa memang menjadi momen yang memilki sensasi tersendiri. Waktu ga bisa diputer ulang, jadi mungkin nikmati aja waktu yang ada. Untuk kamu yang mantan mahasiswa, jangan baper ya! :)