Pilihan orang untuk mengkonsumsi sesuatu menjadikan gaya hidupnya ternyata menggambarkan kualitas hidup mereka ke depan. Sering kita mendengar banyak teman kita yang memutuskan menjadi seorang idealis soal makanan seperti menjadi vegan, vegetarian, fishetarian, atau menjadi locavore terlihat seperti gaya-gayaan.

Tapi guys, mereka tidak main-main. Seperti memutuskan menjadi seorang locavore di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di tengah maraknya oleh produk makanan impor dan hangar bingar promosi tentang restoran fancy dari luar, membuat mereka enggak gentar. Mereka rela menelusuri ke pasar-pasar atau berbagi informasi dengan teman-temannya dimana makanan lokal bisa ditemukan, sebab makanan lokal makin jarang dewasa ini. Sounds sexy kan?

Seperti menjadi locavore, memilih pacar pun benar-benar matang. Harus tahu dulu karakternya dan kalau bisa yang meyakinkan. Berikut adalah 8 alasan memilih seorang locavore sebagai pacar…..dan dijamin enggak bikin nyesel.

 

1. Jauh-jauh dari kata materialistis alias “matre”.

Belanja terus sampai mati (Efek Rumah Kaca)

Belanja terus sampai mati (Efek Rumah Kaca) via http://i.guim.co.uk

Seorang locavore itu tidak menganggap uang adalah segalanya. Money can’t buy me love, kata mereka. Mereka paham banget kalau yang menyebabkan makanan lokal makin terpinggirkan adalah kalah saing, kalah saing modal tepatnya.

Untuk packaging sebuah produk makanan itu tidak murah, sedangkan pengusaha-pengusaha kecil yang berani bermain di bisnis ini juga memiliki modal yang tidak banyak untuk packaging, belum lagi rantai distribusinya yang well…perlu uang saudara-saudara.

Pada akhirnya, mereka yakin banget bahwa makanan yang berkualitas dan diproduksi oleh bangsa sendiri itu tidak mahal loh. Jadi…hampir dipastikan mereka tidak akan menuntut kamu beli ini beli itu. Buat mereka, hidup sederhana adalah segalanya.

2. Bukan kekasih yang “mahal”.

Persis di atas. Hidup sederhana adalah segalanya. Gaya hidup mereka pun tidak mewah sehingga kamu bawa ke warteg atau warung tenda asalkan makanan lokal, mereka sudah sumringah.

Mereka juga tidak ikut-ikutan makan di restoran fancy agar dibilang sosialita atau minum susu almond yang sempat heboh itu, tapi harganya bikin merinding dan memilih konsumsi susu kedelai yang lebih sehat dan pasti lebih murah.

3. They don’t judge people by the cover.

Mampu melihat kepribadian luar dalam

Mampu melihat kepribadian luar dalam via https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Dari segi kemasan, pangan impor memang lebih menarik. Sayurannya lebih menarik, dagingnya terlihat lebih bagus, susu almond terkesan lebih enak, restorannya pasti lebih bersih, dan lain-lain. Tapi mereka tidak tertipu oleh tampilan luar, guys. Mereka menelisik hingga ke dalam.

Kebayangkan bagaimana kalau mereka jadi pacar kamu? Enggak mudah menilai orang dari tampilan luar, tapi dari kepribadiannya dan tentunya selalu positive thinking.

4. Nasib petani aja mereka peduli, apalagi nasib kamu

Petani di Indonesia

Petani di Indonesia via http://oxfam.org.au

Salah satu alasan mereka menjadi locavore adalah rasa sayangnya pada jutaan petani di Indonesia yang terus-terusan hidup miskin lantaran pangan produksinya selalu kalah saing dengan produk impor. Kalaupun mereka bertahan hidup, petani harus menekan ongkos produksi mereka sementara makin hari, pupuk semakin mahal.

Belum lagi, kalau sedang musim, pangan yang petani produksi bisa anjlok. Gara-gara ini mereka jadi peduli banget sama nasib petani, bahkan gak sedikit dari mereka yang ikutan membantu petani. Mereka bisa saja cuek tapi mereka enggak tuh. Nah, coba deh kalau mereka jadi pacar kamu, mereka enggak akan cuek tapi justru peduli banget sama kamu.

5. Mengerti banget soal pentingnya kesehatan.

Sudah perhatian, mengerti pula soal kesehatan...

Sudah perhatian, mengerti pula soal kesehatan... via http://philippinesdaily.org

Memilih jadi konsumen pangan lokal juga karena mereka mikirin banget soal pentingnya kesehatan. Konsumsi pangan lokal berdampak positif bagi kesehatan. Mereka tahu betul kalau banyak kajian yang mencatat bahwa masyarakat yang hidup dari pangan lokal pasti memiliki kecenderungan rendah diabetes dan kegemukan.

Mereka juga teliti kalau kandungan beras itu jauh di atas kandungan ubi merah dan jagung lokal. Mereka mengerti banget kalau sagu itu dapat melancarkan pencernaan. Nah kalau kamu ingin punya pacar yang bisa memerhatikan kesehatan dirinya dan juga (cailah) keluarganya, seorang #locavore dijamin paham banget layaknya seorang ahli nutrisi.

6. Menurut mereka, yang “lokal-lokal” itu lebih seksi.

So guys, cowok atau cewek Indonesia memang seksi kok

So guys, cowok atau cewek Indonesia memang seksi kok via http://instagram.com

Mereka enggak tergila-gila pada cowok atau cewek Korea, atau ngefans banget sama Brit Pop style atau ikut-ikutan berpenampilan seperti J-Star atau cewek-cewek Harajuku.

Buat mereka, perempuan atau laki-laki dengan tampilan sederhana dan karakter wajah Indonesia itu sangat manis dan seksi, yang enggak bisa ditandingi oleh bule-bule mancanegara.

7. Gemar membaca alias punya pengetahuan luas.

Tidak ada seseksi pasangan yang cerdas

Tidak ada seseksi pasangan yang cerdas via http://www.slate.com

Bukan berarti mereka gemar produksi lokal lantas pengetahuan mereka tidak mengglobal. Justru karena mereka sangat hobi membaca sebagai jendela cakrawala dunia, mereka mengerti bahwa sebaik-baiknya mengkonsumsi pangan adalah pangan dari yang diproduksi oleh petani sendiri.

Mereka juga tahu banget kalau gerakan-gerakan Locavore itu sudah mendunia, seperti di Austria, Amerika Latin, Filipin, dan di Amerika. So, kalau kamu pengen punya pacar yang brainy dan nyambung di setiap diskusi, seorang Locavore jawabannya.

8. Yang jelas, mereka bangga menjadi orang Indonesia.

Proud To Be Indonesian

Proud To Be Indonesian via http://orig01.deviantart.net

Saking bangganya, mereka pilih kamu juga karena kamu orang Indonesia :D