Di Indonesia, ada dua kelompok besar tipe orang saat mendengar kata PNS. Buat sebagian golongan sepuh, status PNS dianggap mentereng, aman, terjamin sampai hari tua. Ya gimana enggak, kerjaannya nggak seberat di swasta, ada kenaikan gaji berkala, pun dapat uang pensiun saat sudah purna tugas. Tapi jaman sekarang, ada juga golongan muda, yang justru nggak berminat jadi PNS. Banyak dari mereka bilang, jadi PNS itu nggak bisa berkembang. Padahal ya,  saat ada rekrutmen CPNS tak pernah sepi penggemar. Hahaha.

Whatever, terlepas dari anggapan seperti itu yang beredar di masyarakat, toh kita nggak mau membahas itu. Ini tentang kekepoan orang-orang saat tahu bahwa kamu masih muda, dan kamu seorang PNS. Simak yuk!

PS: Artikel ini cuma buat hiburan, so nggak usah baper.

1. Kamu bayar berapa biar bisa jadi PNS?

Hahaha klasik. Buat kamu anak muda yang sekarang berstatus sebagai PNS, tak jarang pertanyaan pertama yang mampir kepadamu adalah.. "Dulu bayar berapa?" atau dalam diksi lain "Habis berapa duit?". Nggak usah tersinggung, faktanya, jaman dahulu kala ketika kita masih polos, penerimaan CPNS diatur dengan uang.

Kalau sekarang kamu ditanya begitu, jawab aja: "Lima ratus ribu buat tiket PP dari kampung ke Jakarta, dua ratus ribu buat penginapan, dua ratus ribu buat jajan, seratus ribu buat beli buku soal latihan ujian CPNS. Jadi berapa tuh? Sejuta, iya aku abis sejuta."

Sah-sah aja kok kamu menjelaskan bahwa kamu memang lulus ujian secara murni, nggak ada sogok-menyogok atau suap-menyuap. Wong kamu mau jadi PNS tuh karena mau kerja cari duit, masa iya harus keluar duit duluan. Duit darimana? Dari Hongkong?

2. Kamu punya kenalan orang dalam ya?

Advertisement

Situ punya kenalan orang dalam? via http://www.sujanews.com

Setelah pertanyaan bayar berapa kamu lewati, pertanyaan akan berlanjut ke yang ini: "kamu punya kenalan orang dalam?" Hahaha lha memangnya kalau punya kenalan orang dalam, kenapa yak. Hanya jika kenalan orang dalam itu adalah seorang yang berpengaruh dan punya otoritas, yang bakalan bisa meloloskanmu. Kalau masih staff, ya kemungkinannya kecil untuk bisa menyusupkanmu jadi PNS. Tapi nggak papa, nggak usah gondok. Tanggapi saja dengan enjoy. Bilang saja tidak.

Kalau pun mereka mengejarmu dengan pertanyaan lain: "Papah kamu kan direktur di kantor x?" atau "Mamah kamu kan kasubdit di kantor y?" Jawab aja begini: "Yahhh, sayang banget enggak. Maaf ya kamu gagal nggombalin aku…"

3. Kok mau sih jadi PNS, kan masih muda?

Ya mau lah, kenapa tidak? Kan aku mau tulus melayani masyarakat. Syukur-syukur kondisi negara bisa jadi lebih baik kalau generasi mudanya peduli dengan perubahan melalui tubuh birokrasi.

Kalau pertanyaan model begini, kamu bisa jawab dengan lantang, menyerukan idealismemu. Rada baper gapapa. Toh birokrasi kan tetap ada sampai kapan pun negara ini berdiri. Memang di masa kemarin, banyak kebobrokannya. Orang-orangnya pun perlahan pada pensiun. Yang harus menggantikan kan tetap generasi muda.

Emangnya yang jadi PNS cuma orang-orang tua?"

4. Kamu nggak bisa berkembang dong?

Jadi PNS via http://indowarta.com

Wait, ini berkembang yang kayak gimana? Perlu kamu konfirmasi dulu ke penanya, berkembang tuh berkembang apanya? Jangan-jangan yang dimaksud itu berkembang biak. Wkwkwk. Hidup dan berkembag itu bisa dicapai siapa pun dan dalam posisi karir apa pun kan. Secara karir, kamu memang harus patuh pada struktur yang ditetapkan oleh pemerintah. Tapi secara skill, kamu tetap punya banyak kesempatan dalam mengembangkan diri. Asal kamu tetap berpegang pada kode etik PNS aja.

5. Lalu idealismemu sekarang luntur dong?

Kenapa harus luntur? Seekor ikan terlihat ikut arus di lautan lepas. Tapi yang pasti ikan itu pun berenang. Dengan tubuhnya sendiri. Ya bener juga sih. Bagaimana pun kamu yang jadi PNS saat ini dinaungi sistem besar di atasmu, yang nggak bisa sembarangan kamu tabrak. Tapi prinsip-prinsip akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi tetap harus kamu laksanakan.

Lingkungan selalu punya cara untuk mempengaruhi kinerja kita. Nggak mesti kerja jadi PNS, di swasta pun punya atmosfer yang bisa saja melunturkan idealisme pekerjanya.

Kalau kamu ditanya begitu, senyumin aja deh…

6. Wah banyak nganggurnya nih di kantor?

Tapi nganggur via http://www.dropoutwear.com

Kalem, kalem. Konon pada jaman dahulu kala jadi PNS itu ibarat pengangguran terselubung. Kerjaannya nyantai banget. Bisa disambi main, nge-mall, ngafe dan nongkrong cantik. Tapi semenjak Pak Jokowi naik jadi presiden, slogan Kerja Nyata bener-bener diterapkan. Anggaran diperketat, kinerja dipacu. Kan kalau nggak begitu, kapan negara ini bisa maju?

Gapapa dibilang nganggur, tapi kan dapet gaji. Dari pada situ, nganggur tapi nggak dapet gaji? #eh

7. Oh ya, PNS di departemen (kementerian) mana?

Haduh, PNS kan nggak mesti ngantor di departemen atau kementerian. Kalau pun kamu masuk jadi PNS pusat, kadang juga orang nggak ngerti kantormu. Bisa aja nama lembagamu itu belum populer. Nah, kali ini kamu emang dituntut untuk memperkenalkan lembagamu sendiri ke orang-orang.

Orang lain: Kamu PNS mana?

Kamu: Aku di BNP2TKI.

Orang lain: Hah? BN— what?

Kamu: …

8. Berarti kamu calon mantu idaman yaa?

Menantu ideal via http://mobavatar.com

IYA-IN AJA SOB…