Menjalin hubungan dengan pasangan memang bukan hal yang mudah. Kita harus belajar mengerti, memahami, percaya, setia, dan perhatian satu sama lainnya. Menjalankan hubungan bukan lagi suatu ikatan tanpa keseriusan. Ketika kita memutuskan menjalani dengan si dia, tentunya banyak hal yang kita rencanakan untuk masa depan. Namun, ujian itu selalu ada. Tanpa badai tanpa gelombang tiba tiba hubungan kita dengan si dia di ambang kehancuran. Dari awalnya yang kita yakin, menjadi samar bahkan pelan-pelan menghilang. Apalagi jika penyebabnya adalah si dia berpaling terhadap orang ketiga alias berselingkuh. Parahnya hingga akhirnya si dia memutuskan menikahi selingkuhan. Bukan lagi perih yang kita rasakan, tetapi bagai disiram air cuka. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi ujian yang satu ini?

 
 

1. 1. Beri waktu untuk bersedih

Mau sekeras apapun kita berusaha untuk berpura-pura tak apa-apa, suasana hati tetap buruk, sedih, dan sakit. Tak apa. Biarkan diri kita untuk bersedih. Keluarkan semua rasa sakit kita. Menangislah. Berteriaklah. Sehari dua hari, seminggu atau dalam jangka waktu tertentu hingga kita lelah menangis. Semuanya memang terasa berat, wajar saja karena kesetiaan kita berbalas pengkhianatan. Setumpuk kenangan, kebiasaan, semua rencana masa depan, hancur berantakan.

 

2. 2. Mendengarkan motivasi positif

Semua nasehat yang baik, motivasi, dan semangat yang diberikan kepada kita oleh keluarga dan sahabat sementara waktu seperti angin lalu karena tak ada yang bisa dicerna. Tak apa. Tetap paksakan untuk selalu mendengarkan kata-kata positif dari orang-orag yang sayang terhadap kita. Kita juga bisa membaca motivasi positif dari motivator seperti Mario teguh atau penulis seperti darwis tere liye atau juga mendengar siraman rohani dari pemuka agama. Dukungan kata-kata positif berpengaruh kepada emosi kita yang sedang down agar tak semakin terpuruk lagi.

 

3. 3. Hapus semua hal tentang dia

Jangan berpikir panjang lagi, hapus semua poto, sosial media, dan nomer kontak si dia secepatnya. Jangan ditunda jika tak ingin semakin terluka. Meskipun hati masih menyimpan seribu kenangan, setidaknya faktor-faktor pengingat si dia sudah terhapus. Ibaratnya computer, jika menyimpan memori kebanyakan yang sudah tak dipakai, akan hang, begitupun hati kita. Jangan penuhi hati dengan hal-hal yang sudah tak berguna.

 

4. 4. Mulai berpikir logis

Manusia bukan makhluk yang bisa bersedih lama. Makin lama luka semakin mengering dan perlahan kita bisa berpikir logis meski sedikit demi sedikit. Tak apa. Letting go has never been easy.

 

5. 5. Jangan menyalahkan diri sendiri

tidak menyalahi diri sendiri

tidak menyalahi diri sendiri via http://www.gudangkesehatan.com

Mungkin sebagian besar dari kita akan menyalahkan diri sendiri karena diselingkuhi. Karena kita kurang ini dan itu, harusnya begini dan begitu. Tenanglah sahabat. Diri ini akan semakin terluka jika kita sendiri menyalahkan diri sendiri. Seolah-olah semuanya karena kita yang tak ‘sempurna’. Sudahlah jangan lakukan itu. Mulailah berpikir positif.

 

6. 6. Hindari kesendirian

Selama dalam proses kesedihan, sebisa mungkin kita tidak terlalu sering tinggal sendiri. Besyukurlah jika kita berada di dalam lingkungan keluarga dan sahabat yang hangat menemani kita. Semakin sering kita sendiri, semakin kita terasa sedih.

 

7. 7. Sibukkan diri

Cara efektif menghindari kesendirian selain berkumpul dengan keluarga dan sahabat, kita juga bisa kembali menyalurkan hobi, jalan-jalan, makan makanan enak, dan lainnya. Semakin kita sibuk, semakin berkurang kesedihan yang terasa dan mulai terlupakan perlahan-lahan. Buat diri kita produktif dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti bekerja, berwirausaha, bergabung dengan komunitas tertentu, melakukan hal-hal konyol, travelling, dan lainnya.

 

8. 8. Menerima luka

Kita tak bisa menghindar selamanya dari luka yang dialami. Sebaliknya jika kita sudah melewati fase-fase sebelumnya, maka tahap ini penting kiranya untuk dilakukan. Menerima luka berarti mengikhlaskan atau merelakan bahwa kita diselingkuhi. Biarlah, sudah menjadi bagian dari hidup kita. Karena hidup itu ya seperti itu, kadang senang kadang sedih, kadang diatas, kadang dibawah.

 

9. 9. Yakini bahwa ini rencana Tuhan

Tuhan sangat menyayangi umatnya dengan cara yang tak kita duga. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Tuhan. Apa yang menurut kita buruk, belum tentu juga buruk di mata Tuhan. Ingatlah, jika rencana kita gagal, itu berarti Tuhan sedang menyiapkan rencana yang jauh lebih baik dibandingkan rencana kita. Mau sekeras apapun kita berusaha, jika Tuhan tak mengijinkan, maka tak akan terjadi. Ikhlaskanlah, dia memang bukan jodoh kita. Laki-laki yang baik akan berjodoh dengan wanita yang baik, begitupun sebaliknya. Seperti afgan bilang, jodoh pasti bertemu.

 

 

 

Diselingkuhi si dia bisa juga menjadi tamparan paling keras bagi kita. Mungkin selama ini kita berlebihan mencintai si dia yang belum tentu menikah dengan kita dan mengacuhkan kasih sayang tulus dari keluarga dan para sahabat. Ini menjadi bahan introspeksi bahwa banyak hal yang harus kita perhatikan lagi selain si dia. Sudahlah, hidup ini terlalu berharga untuk disia siakan. Yang terbaik akan datang diwaktu yang tepat, tidak terlalu cepat atau lambat, semuanya sudah diatur dengan skenario terbaik dari Tuhan J