Hari demi hari kulalui tanpamu. Berat, namun aku harus terbiasa karena hanya ini satu-satunya pilihan yang kupunya.

Bohong jika ini tak terasa sulit untuk kulalui, tapi tak ada pilihan untuk tak menyanggupi. Aku patah hati, mungkin bukan lagi patah, melainkan remuk.

Tapi satu hal yang kuyakini, saat Tuhan menciptakan patah hati, IA juga pasti menciptakan penawar dari semua sakit itu.

 

1. Aku jatuh cinta padamu, dan percaya begitu saja untuk menitipkan hati ini padamu.

mungkin dulu aku yang terlalu bodoh

mungkin dulu aku yang terlalu bodoh via http://google.com

Sekarang, saat pada kenyataannya kisah kita berakhir, satu-satunya pilihan yang kupunya adalah memungut kepingan hatiku. Tak ada pilihan lain.

Aku terluka, tapi aku tak punya pilihan lain selain tegar. Tak apa menangis selama kaki ini masih kuat melangkah.

 

2. Aku yang saat ini masih patah hati dan masih mencoba memperbaiki perasaanku. Tapi jangan dulu berbangga diri

Aku belajar untuk memperbaiki perasaanku

Aku belajar untuk memperbaiki perasaanku via http://google.com

Kamu lupa? Di luar sana masih ada ribuan insan yang lebih baik dan bisa membuatku jatuh cinta. Dan bukankah obat manjur untuk mengobati semua itu adalah jatuh cinta lagi?

Mereka yang jatuh dan terluka karena cinta, pasti bisa sembuh juga oleh cinta. Cinta yang melumpuhkan, tapi akhirnya cinta juga yang akan menjadi penawar dan obat bagi luka yang ada.

3. Aku berjanji pada diriku sendiri. Untuk tidak terlalu lama berkubang dalam duka patah hati. Terlalu banyak kesempatan baik yang akan terbuang percuma nantinya.

terlalu lama berkubang dalam kesedihan, membuang kesempatan yang ada

terlalu lama berkubang dalam kesedihan, membuang kesempatan yang ada via http://google.com

Aku boleh menangis sejadi-jadinya hari ini. Aku boleh terpuruk dan meratapi kegagalan kisahku. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri, untuk tidak lupa bangkit dari kubangan duka.

Bukankah disetiap akhir dari cerita, pasti akan ada permulaan yang baru? Semangat donk! Semangat untuk menyambut kisah baru yang lebih baik.

4. Sambil menikmati sisa rasa perihnya luka yang ada, aku akan belajar memperbaiki rasa dan ruang hati ini. Ya, supaya aku siap untuk jatuh cinta lagi.

di kisah yang baru nanti, kuharap bayangmu sudah tak ada

di kisah yang baru nanti, kuharap bayangmu sudah tak ada via http://google.com

Aku bertanggung jawab atas diriku sendiri, lengkap dengan perasaan yang saat ini kupunya.

Sekarang, aku sedang menata kembali hatiku. Menyiapkan ruang terindah dihati ini agar dapat terisi kembali. Akan ada hari di depan sana, dimana aku sudah siap untuk jatuh cinta kembali. Dengan perasaan yang lebih baik, dan dengan hati yang bersih tanpa ada bekas luka dari si masa lalu.

5. Terima kasih atas pelajaran yang sudah kamu kasih ya. Perlahan tapi pasti, aku pasti siap dan layak menyambut ia masa depanku yang baru.

aku siap, mungkin terlalu siap

aku siap, mungkin terlalu siap via http://google.com

Terima kasih ya, untuk semua pelajaran yang kamu beri. Hatiku menjadi lebih kuat sekarang setelah Tuhan menempatkanmu dalam segelintir cerita hidupku.

Terima kasih ya, darimu aku belajar bertanggung jawab hingga ke hal terkecil dalam hidupku, termasuk perasaanku. Aku belajar menata kembali hatiku yang sempat porak-poranda karenamu. Aku yang belajar ceria kembali setelah melalui badai.

Satu hal yang selalu kuamini, hidup ini tak mungkin selalu "diguyur hujan deras". Kalaupun sekarang masih kelam dan badai, diujung sana pasti ada pelangi.

Aku layak bahagia. Aku masih ingin mengecap kebahagiaan. Sudah kuikhlaskan kisah kita sebagai sebuah pembelajaran yang manis.

Halo masa depan, aku sudah siap untuk memulai hidup yang baru... :)