Andai aku tahu sahabat. Seandainya aku tahu waktu ini akan tiba, waktu dimana aku tidak pernah menyadarinya bahwa kita sudah berada dijalan yang berbeda. Entah apa yang membuat waktu yang begitu kejam memisahkan kita secara perlahan, perlahan sampai aku tidak menyadari bahwa kita sudah berbeda jarak ratusan mil.

Salah kah waktu atau aku yang tidak berhati-hati dalam menjalin silahturahmi? Kalau saja aku tahu, saat momen terakhir kita, banyak hal yang ingin aku sampaikan selain mengucapkan selamat tinggal, mungkin bukan itu, tapi hal yang lain.

 

1. Maafkan Aku yang Membuat Tali Persaudaraan Kita Melonggar

Aku menyesal dengan apa yang aku perbuat

Aku menyesal dengan apa yang aku perbuat via http://www.psychalive.org

"Oy bopeng! Ngumpul yuk, udah lama gak nongkrong bareng"
"Elah sibuk melulu, yang laen udah ngumpul nih"

Sangat bersemangat kalian mengajakku hanya untuk sekedar berkumpul. Dulu, waktu berkualitas yang aku anggap hanya membuang waktu itu sangat kurindukan.

Duduk bergerombol di taman kota, bermain kasti dilapangan kampung, makan di restoran mahal dan saling menutupi tagihannya yang besar, atau hanya tidur siang bersama dirumah sampai jadi fitnah tetangga, hahaha. Namun ada hal lain yang dulu membuatku berfikir, aktivitas kita hanya mengganggu dan buang waktu. Impianku waktu itu menutup mataku, sehingga aku berpikir aku bisa mencapainya sendiri.

Aku menarik diri dari kalian yang hanya ingin bersenang-senang denganku, padahal semua lebih dari bersenang-senang. Kulupakan kalian sejenak, dan tanpa kuhiraukan pula semangat dan dukungan yang kalian berikan.

Selangkah lagi demi tercapainya impianku, aku gagal. Saat aku butuh kalian, kalian hanya merespon lewat pesan singkat dan via suara saja. Aku bertanya mengapa dan kalian dimana? Saat itulah aku mendengar jawaban yang paling serius dari kalian semua.

"Lu nyadarin gua peng, ada waktunya kita kagak bisa sama-sama, karena walau kita dekat kayak saudara-saudari, mimpi kita beda"

"Sory peng, gua udah di kota A ikut pakde gua kerja, kapan-kapan kita ngumpul yak?"

Seiring waktu, kuantitas dan kualitas silahturahmi kita semakin berkurang dan perlahan menghilang. Maafkan aku yang mencetuskan gagasan bahwa mimpi harus diraih bagaimanpun caranya meskipun artinya menarik diri dari persahabatn.

2. Entah Kalian Ada Dimana, Namun Tetaplah Jadi Pribadi Yang Selalu Bisa Memberi Kasih Sayang Pada Siapapun

Kalian sungguh insan yang pandai membagi kasih sayang

Kalian sungguh insan yang pandai membagi kasih sayang via http://www.pinterest.com

"Sakit lu? Ke dokter yok, jangan kedukun, kalu lu mati gua juga yang repot gali makam"

"Ya Allah baru diputusin aja kayak orang gila lu, udah janda banyak, jangan berenti usaha!"

Hal inilah yang baru kusadari sekarang, bahwa kalian sungguh insan yang pandai memberi kasih sayang. Kalimat kalian seperti mengejek, tapi hey! Berapa banyak orang yang mau mengungkapkan kepedulian dan kasih sayangnya secara terbuka?

Beberapa orang pun kadang mengungkapkan kepedulian dan kasih sayangnya tanpa mengerti apa yang kita rasakan. Justru ejekan kalian adalah nilai tambah bagi ungkapan kepedulian dan kasih sayang, yaitu penghibur serta penyemangat, tanda dalamnya pengertian kalian apa yang aku rasakan. Dimana pun kalian berada, jangan ubah itu semua.

3. Motivasi Dan Nasihat Kalian Yang Tidak Jelas Maknanya Sebenarnya Sesuatu Hal Yang Membuatku Berani Melangkah

Dengan polosnya aku menerima motivasi asal-asalan kalian, dan berani melangkah

Dengan polosnya aku menerima motivasi asal-asalan kalian, dan berani melangkah via http://web.facebook.com

Entah apa yang kalian nasihatkan dan bilang kepadaku, dan entah apa yang aku lakukan sehingga menuruti semua perkataan kalian. Entah mengapa nasihat dari kalian adalah sesuatu yang patut aku perhitungkan dan dengarkan. Tidak sedikit nasihat, saran, dan motivasi yang kalian berikan, tidak sedikit pula yang tidak aku mengerti.

Sekedar menerimanya mentah-mentah, memantapkan diri, dan kemudian melangkah. Saat kalian jauh entah dimana, kalimat yang kalian berikan kepadaku bukan hanya sekedar rangkaian kata. Sebuah penyemangat, itulah yang aku tahu. Aku semakin berani mengejar mimpi karena kalian, namun setelah itu aku mengasingkan diri sendiri sampai aku sadar aku membutuhkan kalian sampai kapanpun.

4. Jalinlah Persaudaraan Lebih Banyak Lagi, Agar Semua Tahu Kalian Adalah Orang Yang Paling Tulus Menjalin Hubungan

Tulus dan ikhlas dalam menjalin hubungan, itulah kalian

Tulus dan ikhlas dalam menjalin hubungan, itulah kalian via http://assholeswatchingmovies.com

Meskipun aku tidak tahu lagi dimana kalian sekarang, tapi setidaknya aku masih memiliki kenangan indah bersama kalian. Kenangan yang menjelaskan bahwa kalian sangat tulus dan ikhlas dalam menjalin hubungan. Setia memberi penyemangat, setia menghibur, setia menjadi pendengar, dan yang paling penting selalu setia disampingku demi apa yang baik untuk ku.

Tidak ada keuntungan yang kalian cari dari hubungan kita, aku saja yang terlalu egois dan bersifat dingin sehingga membuat ku berfikir keuntungan apa yang bisa aku peroleh dari kalian. Tuhan pun menunjukkannya padaku, bahwa hubungan yang kita jalin tidak memerlukan keuntungan atau apapun itu. Kita hanya ditakdirkan bertemu, menjadi saudara-saudari kemudian saling mengisi hati satu sama lain.

5. Impian Memiliki Takdir, Aku Harap Takdir Impian Kita Menyatukan Kita Lagi

Semoga kita dipertemukan lagi

Semoga kita dipertemukan lagi via http://nuriko-kun.deviantart.com

Andai aku tahu kapan harus mengucapkan "selamat tinggal" banyak sekali hal yang ingin aku ucapkan. "Terimakasih untuk semua" atau "jangan pernah berubah" mungkin "maafkan aku"  ahaha,terlalu banyak yang ingin kuucapkan. Tapi satu hal yang pasti, setiap pertemuan memiliki perpisahan, maafkan diriku yang terlalu sibuk menjadi egois demi impian sehingga melupakan kalian.

Andai aku tahu kalian adalah salah satu hal yang berharga, andai saja aku lebih pandai memaknai dan mengerti sesuatu lebih cepat, andai saja aku menjaga tali persaudaraan kita lebih baik. Tapi sudahlah, penyesalanku tidak akan mengembalikan kalian dalam sekejap.

Aku yakin kita akan bertemu lagi, kita mungkin mengejar impian masing-masing, tapi mudah-mudahan tuhan menjaga kita seiring doa yang kita kirim satu sama lain. Setiap impian memiliki takdir, aku harap takdir impian kita mempertemukan kita lagi saat itu semua terwujud, Aamiin.