Rasanya dua tahun yang lalu masih sangat jelas dibenakku, dimana pertama kali aku menemuimu atas nama orang yang diamanahkan untuk menemani saat hari terpentingmu, mekipun pada saat itu aku adalah orang yang asing bagimu bahkan orang yang tidak kau kenal.

Saat memasuki kawasan yang belum pernah aku lewati itu, yang terlintas dibenakku hanyalah bagaimana aku bisa menemuimu dan memberikan sedikit kata perkenalan dan ucapan selamat dan sukses.

Mungkin semua yang dulu pernah aku lakukan tidak pernah berarti, tapi ada banyak hal yang aku banggakan atas perkenalan kita, sepaket dengan rasa kecewa yang harus diterima.

 

1. Bukan Karena Seragammu yang Ku Banggakan, Tapi Karena Jalan Cerita Pertemuan Kita.

Dalam sebuah perkenalan, bagiku bukan hanya sekedar bagaimana parasmu, pintarkah dirimu, apa pekerjaanmu dan berapa gajimu, tapi lebih dari itu. Banyak hal yang membuat dirimu sangat berarti diantara semua laki-laki yang ada disekitarku. Jika kebanyakan wanita lain membanggakan lelakinya didepan semua orang karena dia ganteng, kaya dan berada. Tapi disaat pertama aku mengenalmu aku hanya mampu terdiam seraya memperhatikanmu dalam diamku, bukan lantaran diriku tidak bahagia atas perkenalkan kita, tapi lebih ke bersyukur dan berdoa yang terbaik bagimu yang menjadi kewajibanku.

2. Bukan Juga Cintamu, Tapi Cinta yang Tercurah Kepadaku Dari Orang-Orang yang Menyayangimu.

Kedua orangtuamu yang begitu baik terhadapku

Kedua orangtuamu yang begitu baik terhadapku via http://wellspringretreat.org

Mengenal mereka adalah hal yang sangat luar biasa bagiku, hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Melalui mereka berdua banyak hal yang kudapatkan, perhatian dan kasih sayang yang mereka curahkanku yang mampu menguatkan hati, disaat hati mulai lelah mengenalmu, menunggumu tapi ibumu selalu memberikan semangat bertahan.

Bukan sekedar memberi perhatian atas urusanku denganmu. Ibumu juga memberikan perhatiannya dalam kegiatan sehari-hariku. Bahkan dia tak canggung untuk menceritakan kisah remajanya yang membuat diriku jadi bangga dan sangat menyayangimu. Aku sangat berterima kasih kepadamu, karena kamu lah diriku bisa mengenal wanita cantik ini.

3. Dua "Malaikat" Inilah yang Membuat Hubungan Kita Bertahan.

Perasaan ini terus bertahan

Perasaan ini terus bertahan via http://www.destinlove.com

Sejak dulu ada dua wanita yang sangat aku hormati, yang membantuku menguatkan hati untuk tetap bertahan dengan perasaan ini, mereka yang tidak lelah memberikan perhatiannya, memberikan sedikit waktu untuk mendengarkan keluh kesahku, terima kasih malaikatku dan juga malaikatmu.

4. Perhatian, Itulah yang Kudapat Saat Pertama Mengenalmu.

Lebih baik saling melepaskan

Lebih baik saling melepaskan via http://www.wattpad.com

Pertama mengenalmu hanya perhatian, rasa bangga dan bahagia yang kudapat, tak terbesitpun kekecewaan. Lupa bahwa tidak ada yang abadi, tidak ada yang selalu baik, memang hal yang sangat mudah bagi Allah, tuhanku, untuk membolak-balikan hati dan perasaan seseorang, sama seperti dirimu.

Dulu dirimu yang memotivasiku, memberikan kebahagian, memberikan cinta yang luar biasa dan banyak hal yang bisa kuambil darimu, tapi seketika semuanya menjadi biasa saja, bahkan luka dan kekecewaan yang sering kau bagikan. Marah? Menyesal? Tidak, aku tidak akan menyesalinya karena aku tahu bahwa jika dulu diriku menerimamu dengan semua kebahagian, jika saat ini kebahagian itu sepaket dengan luka akupun harus menerimanya. Aku tetap bangga dengan ini semua.

5. Luka, Torehkanlah Meskipun Itu Tak Kuharapkan.

Aku yang merasakan luka ini

Aku yang merasakan luka ini via http://1.bp.blogspot.com

Terluka bukan hal yang diharapkan, tapi jika dengan terluka aku bisa belajar banyak hal maka lakukan hal yang akan membuatku terluka, jika dengan terluka dapat membuatku menjadi orang yang penyabar maka lakukanlah.

 

6. Merelakanmu Mungkin yang terbaik

Perpisahan bukanlah akhir, tapi awal kehidupan kita

Perpisahan bukanlah akhir, tapi awal kehidupan kita via http://www.anxietyslayer.com

Kata pisah mungkin hal yang sangat tidak aku dambakan, kata yang sangat tidak kuinginkan keberadaanya, aku tidak pernah menginginkan dirimu menjadi masa laluku, aku ingin kau tetap menjadi masa kiniku dan masa nantiku. Namun apa daya semua tidak seperti keinginanku.

Aku bertahan, bersabar, menunggumu untuk dapat bersamaku tapi semua itu percuma banyak waktu yang ternyata hanya terbuang sia-sia. Sangat tidak mungkin diriku berjalan sendiri, berjuang sendiri. Ini cinta bukan ajang perlombaan yang harus kuperjuangkan sendiri, dan akhirnya aku terlalu lelah dan meninggalkan adalah yang terbaik bagiku dan bagimu.