Halo kamu yang disana? Apa kabar?

Kupikir kehadiranmu akan membawa banyak hal yang positif sebagai tali pertemanan. Tapi ternyata malah jauh dari itu semua. Kamu justru banyak membawa luka dari masa lalu. Untuk apa?

Kupikir kamu sadar, mengungkit luka di masa lalu tak akan pernah membawa kebahagiaan apapun...

 

1. Setelah kisah kita yang gagal di belakang, memang sekarang aku sudah bersanding dengan dia yang baru. Dan jujur, aku merasa bahagia.

kita kan dulu berpisah karena sepakat sudah tak lagi bisa bersama

kita kan dulu berpisah karena sepakat sudah tak lagi bisa bersama via http://google.com

Sekarang aku memang sudah bersanding dengan dia yang baru. Tapi apakah itu adalah hal yang salah dimatamu? Bukankah di setiap akhir pasti akan ada permulaan yang baru?

Jujur, aku sangat bahagia dengan ia yang mencintaiku saat ini. Aku merasa sangat dicintai. Aku merasa ada. Aku merasa dihargai sebagai seorang pasangan. Aku telah dibuat jatuh cinta olehnya.

2. Berhenti membenci hubunganku yang baru. Untuk apa kamu seperti itu? Saat kita bersama, kamu justru mengabaikanku.

aku layak bahagia dihubunganku yang baru

aku layak bahagia dihubunganku yang baru via http://google.com

Berhentilah membenci hubunganku yang baru. Berhentilah membuat supah serapah untuk hubunganku saat ini, apalagi sumaph yang kamu ucapkan untuknya.

Untuk apa kamu melakukan itu semua? Tak ingatkah kamu dengan kisah cinta kita yang telah gagal dibelakang sana? Bukannya saling mencintai, justru kita dulu saling menyakiti. Kita pun sudah sepakat untuk berpisah dan menyelesaikan jalinan cinta kita. Ingatkah?

3. Ayolah, hanya mencari pembenaran, siapa yang salah dan yang benar, tak akan membuat kita berdua bahagia kembali.

Tak perlu kita cari siapa yang benar dan salah. Itu sudah tak penting untukku.

Tak perlu kita cari siapa yang benar dan salah. Itu sudah tak penting untukku. via http://google.com

Berhenti menudingku sebagai penyebab ketidakbahagiaan hubungan kita di masa lalu. Berhentilah! Bukan karena aku tak ingin disalahkan, tapi karena aku sudah menyukuri hubunganku yang ada saat ini.

Tahu aku yang salah atau kamu yang salah, tak akan pernah mengubah apapun. Itu takkan pernah membuat kita merasa bahagia kembali.

Aku sudah mengikhlaskan kisah itu, mau siapapun yang salah. Jadi sekali lagi kupinta, berhenti mencari-cari pembenaran untuk semua kegagalan kita.

4. Tidakkah kamu lihat, senyum tulus ia yang bersama denganku saat ini? Kami berdua sudah bahagia bersama dan saling mencintai.

kami berdua saling mencintai dan sama-sama menghargai hubungan kami

kami berdua saling mencintai dan sama-sama menghargai hubungan kami via http://google.com

Tidakkah kamu lihat senyum tulusnya? Kami berdua sama-sama saling mencintai. Kami berdua sama-sama telah berkomitmen untuk saling menghargai hubungan yang kami jalin.

Aku takkan pernah mengijinkan kehadiranmu merusak hubungan kami. Tak akan. Karena aku sadar, sangat sulit mencari orang yang dapat mencintai dengan tulus seperti ini.

Pergilah.

5. Tak usah sibuk memandang buruk diriku. Yang kubutuh hanya doa tulus darimu untuk hubunganku yang baru. Akupun juga mendoakan kebahagiaanmu.

apa untungnya bagimu, selalu memandang buruk aku?

apa untungnya bagimu, selalu memandang buruk aku? via http://google.com

Tak perlu terus-terusan memandangku sebagai pribadi yang buruk. Jika kita sudah ikhlas semua berakhir, kita tak akan sibuk menuding bukan?

Sekarang yang kubutuhkan hanyalah doa yang baik darimu. Doa untuk kelanggengan hubunganku yang sekarang. Doa yang tulus. Hanya itu. Bukan permintaan yang berat bukan?

Aku pun akan melakukan hal yang sama untukmu. Karena aku sudah sadar kita tak akan pernah bahagia jika bersama. Sekarang, aku mendoakan dan mengharapkan kamu juga bahagia disana.

Berhentilah menudingku, itu takkan pernah membuat hidupmu bahagia...