Pare, barangkali dapat menjadi potret bahwa pendidikan, khususnya pendidikan bahasa, menjadi sesuatu yang penting bagi orang-orang di negara ini. Setiap periodenya, ratusan bahkan ribuan pemuda dari berbagai penjuru negeri berbondong-bondong untuk mengambil kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Jawa Timur. Rata-rata mereka memiliki misi yang serupa, yakni berkeinginan untuk memfasihkan kemampuan Bahasa Inggris-nya demi karir atau pendidikan yang mereka citakan.

Seiring berjalannya waktu, Pare bukan hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu Bahasa Inggris saja, melainkan menjadi tempat di mana para pemuda bisa berproses dengan keadaan. Tempat ini tidak seperti tempat kursus pada umumnya yang hanya menawarkan pembelajaran di kelas. Justru, di tempat ini, kita akan belajar untuk menyelaraskan diri dengan berbagai kondisi, alam, lingkungan sosial, circle pertemanan, dan tentu metode-metode pembelajarannya juga. Jadi, siaplah berdamai dengan dirimu sendiri dan mantapkan hati untuk menghadapi semua tantangan itu. 

 

1. Karena segala sesuatunya terjadwal, kamu pun dituntut untuk menertibkan diri

Mengerjkan Tugas

Mengerjkan Tugas via http://www.test-pare.com

Initially, we felt that the hectic schedule here would make us tired. However, we actually enjoyed it.

Bagi yang belum terbiasa dengan jadwal super padat, ini bisa jadi indikator utama "shock culture" di Kampung Inggris. Rata-rata tempat kursus di kampung Inggris menerapkan metode pembelajaran full day learning sehingga siswanya harus mengikuti kelas dari pagi hingga malam. Bukan tanpa alasan, penerapan metode tersebut dikarenakan waktu kursus yang singkat, sementara siswa menginginkan materi yang beragam dan bervariasi. Oleh karena itu, sistemnya pun dibuat semakin padat sehingga apa yang diekspektasikan pembelajar disini bisa terwujud.

2. Di sini kamu akan semakin mengerti pentingnya menghargai waktu dan kesempatan

Manajemen waktu belajar

Manajemen waktu belajar via http://www.test-pare.com

Taking course here, it not only improved our English skills, mental was paramount. Hence, we would be grateful for many things here.

Ya, di sini mental kita dipertaruhkan. Untuk menjalani rutinitas pembelajaran yang padat, sekaligus menjalani kewajiban-kewajiban kita yang lainnya, tentu memerlukan upaya yang kuat pula. Contohnya, kita harus bangun dini hari untuk mempersiapkan tugas di kelas pagi, menertibkan waktu ibadah kita di sela-sela belajar, meniadakan tidur siang karena harus membaca materi untuk kelas siang, dan mengurangi jam tidur kita di malam hari sebab masih ada kelas malam yang mesti diikuti. Bahkan, terkadang di akhir pekan kita masih disibukkan dengan kegiatan-kegiatan tambahan. Betapa produktifnya aktivitas harian kita jika seperti itu. Maka jangan khawatir, bangun dini hari dan tidur larut malam bukan suatu ancaman lagi ketika kita sudah terbiasa menjalaninya.

3. Kamu terlatih untuk mengendarai sepeda ke mana-mana. Bayangkan, bukankah di luar negeri seperti itu?

Bersepeda mengelilingi Pare

Bersepeda mengelilingi Pare via http://kampung-inggris.co.id

 Ada orang yang berpikir ketika dirinya mengendarai sepeda, tiba-tiba dia menemukan keceriaan masa kecilnya. Something special.

Persewaan sepeda di Kampung Inggris, Pare sangat menjamur. Hampir di setiap sudut jalan, ada tempat persewaan sepeda yang menawarkan harga sewa yang kompetitif. Tampaknya sepeda menjadi kendaraan primadona bagi para pembelajar yang menuntut ilmu di Kampung Inggris. Bagaimana tidak, harganya cukup terjangkau untuk kantong pelajar dan bisa disewa dengan jangka waktu tertentu -- sesuai lama kursus di Pare. Apalagi sepeda juga tidak akan banyak makan tempat ketika diparkir di camp atau kostan. Aktivitas bersepeda pun bisa dijadikan salah satu pembunuh rasa penat saat weekend tiba. Selain itu, bersepeda tentunya juga dapat menjadi bagian dari olahraga sehingga membantu tubuh kita agar lebih rilex setelah bersitegang dengan bermacam materi pembelajaran.

4. Kamu yang dulu tidak berani bersuara, kini tak gentar dengan tantangan

Berani berbicara di depan publik

Berani berbicara di depan publik via http://www.test-pare.com

“Only by speaking out can we create lasting change. And that change begins with coming out.” 
― DaShanne Stokes

 

5. Tidak sekedar menawarkan kursus Bahasa Inggris, konsep kekeluargaan justru terasa sangat kental

Kekeluargaan

Kekeluargaan via http://facebook.com

Besides gaining English knowledge, you will find a new circumstance, new friends from different regions and new family. 

Nyatanya, Kampung Inggris yang terletak di wilayah Jawa Timur itu tidak hanya ditempati oleh orang-orang dari wilayah Jawa saja, namun peminatnya justru banyak berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Otomatis, siapapun yang belajar di sini akan mengenal yang namanya keberagaman dalam konteks nyata. Apalagi jika tinggal di camp atau kost dan sekamar dengan orang-orang dari daerah yang berbeda. Kita akan semakin paham bahwa impian untuk meraih ilmu setinggi mungkin itu tidak dibatasi oleh wilayah dimana kita tinggal, kita juga akan semakin mengerti jika kebersamaan dengan mereka itu sangatlah berarti dan kita akan semakin saling memahami satu sama lain sebab kita memiliki arah tujuan yang serupa.