Selalu ada alasan mengapa seseorang memilih suatu pilihan. Sama halnya dengan status hubungan, entah itu berpacaran, jomblo atau single. Melihat sekeliling, terkadang ada beberapa makhluk yang lebih suka menempatkan dirinya dalam status single atau jomblo. Iya, itulah kami para kaum sendiri. Kami memilih status ini bukan karena kami tak laku, atau tak ada seorang pun yang mau. Kami hanya berusaha menikmati masa muda kami dengan status ini. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan kami memilih untuk sendiri. Check it out!

1. Sebagai seorang muslim, kami tahu bahwa pacaran adalah hal yang keliru

pacaran bukan hal yang baik via http://google.com

Alasan pertama kami untuk tidak berpacaran karena kami tahu bahwa pacaran bukanlah hal yang baik untuk kami lakukan. Dalam surah Al Isra’ ayat 32 menyebutkan bahwa “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.”. Atas dasar itu kami menahan diri untuk tidak berpacaran. Toh jodoh sudah ada yang menentukan. Dalam hal ini kami bukannya sok suci atau sok alim, kami hanya berusaha untuk taat terhadap perintah dan larangan Tuhan.

2. Mengesampingkan perasaan dan senantiasa memperbaiki diri untuk masa depan

Memperbaiki diri via http://google.com

Seperti orang lain kebanyakan, kami pun sedang/pernah menyukai seseorang, mencintai seseorang dan memiliki orang yang special di hati kami. Terkadang ada pula seseorang yang datang dan menawarkan status yang lebih, seperti berpacaran misalnya. Namun, kami memilih untuk tidak mengiyakan penawaran tersebut. Bukan lantaran kami takut diduakan, atau hal lain yang menyakitkan.Hanya saja saat ini kami ingin sendiri. Menikmati status single ini. Karena Masih banyak hal yang ingin kami gapai, kami hanya takut semua target yang sudah dibentuk menjadi terabaikan akibat terlalu memperhatikan pasangan.

Pada dasarnya jodoh adalah cerminan diri sendiri. Kami yakin, orang lain yang menjadi jodoh kami kelak saat ini pun tengah melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan. Dia sedang belajar dan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.Sehingga nantinya ketika dipertemukan, kami akan menjadi pasangan yang berkualitas.

3. Sendiri bukan berarti sepi, karena kebahagiaan selalu mengitari

Advertisement

me time via http://google.com

Suatu anggapan yang keliru apabila seseorang mengklasifikasikan status dengan kadar kebahagiaan seseorang. Bukan berarti orang yang berpacaran selalu bahagia, tidak berarti pula kehidupan kami (kaum jomblo-single) selalu kosong dan hampa. Karena pada dasarnya kebahagiaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Bahagia dapat diciptakan ketika bersama teman, sahabat atau pun keluarga. Bahkan dalam kesendirian kami pun dapat menikmatinya. Terkadang kami memiliki standar waktu tersendiri yang kami sebut dengan istilah “me time”, dimana pada waktu itu kami ingin menikmatinya secara sendirian dan tak ingin ada orang lain yang mengganggu.

4. Sejatinya berpacaran, jomblo ataupun single hanyalah sebuah status

hanya status via http://google.com

Sebenarnya hal yang selalu dibanggakan anak muda masa kini itu hanya status hubungan yang belum pasti. Terkadang beberapa orang memilih untuk menjalin hubungan dengan pasangannya karena ingin mengubah status jomblonya menjadi berpacaran, terkadang hal itu mereka lakukan atas dasar gengsi. Entah berpacaran, jomblo ataupun single semua itu hanyalah status yang sebenarnya belum jelas. Karena itulah beberapa orang memilih untuk menduakan pasangannya, karena memang status mereka belum jelas dan tidak dapat dibuktikan secara nyata. Status hubungan yang jelas adalah ketika mereka telah terikat dalam perkawinan yang sah.

5. Kami adalah penguasa kehidupan kami sendiri

suatu saat kami tak sendiri lagi via http://google.com

Terkadang beberapa teman melihat kami dengan pandangan kasihan karena masih menyandang status sendiri, mereka mencoba mencomblangkan kami dengan temannya yang dianggap baik dan cocok untuk kami. Namun, dalam hal ini terkadang mereka lupa bahwa kamilah penguasa di kehidupan kami. Menyandang status jomblo atau single itulah pilihan kami. Tenanglah kawan, status ini tak akan bertahan seumur hidup kami. Pada saatnya nanti akan kami temukan jodoh kami. Tunggulah undangan pernikahan dari kami.