Meraih gelar sarjana dengan pencapaian yang baik dalam waktu yang tepat tentunya menjadi dambaan setiap mahasiswa. Di Indonesia sendiri, setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional. Hari peringatan ini merupakan bentuk apresiasi bagi para putra-putri Indonesia yang telah berhasil melalui jenjang 'sekolah tinggi' dan mencapai strata intelektualitas yang nantinya akan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Hari Sarjana Nasional juga momentum yang tepat untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan di jenjang perguruan tinggi, sekaligus sebagai evaluasi dari diri mahasiswa sendiri mengenai pencapaiannya.

Salah satu persyaratan untuk meraih gelar sarjana adalah mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Pada tahap akhir pendidikan, mahasiswa diwajibkan untuk membuat dan memaparkan hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah. Skripsi memadukan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengungkapkan suatu gagasan untuk memecahkan suatu permasalahan melalui proses riset dan analisis sesuai dengan bidang keilmuannya. Karena bersifat wajib dan menjadi mata kuliah, maka mau tak mau mahasiswa harus menyelesaikan kewajiban tersebut.

Nah, buat kamu yang masih merasa enggan mengerjakan skripsi, berikut cara jitu yang bisa memotivasi diri agar semangat mengerjakan skripsi:

1. Pilih tempat yang nyaman

Posisi menentukan prestasi

Ungkapan tersebut tidak hanya berlaku ketika menerima masa perkuliahan, tetapi juga saat mengerjakan skripsi. Pilihan tempat untuk mengerjakan skripsi menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi mood kamu. Kalau sudah bad mood, bukan nggak mungkin kamu malah semakin tidak bersemangat mengerjakan tugas akhirmu.

Pilihlah tempat-tempat yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Jika selama mengerjakan skripsi hanya di dalam kamar yang selalu bikin pikiranmu ruwet dan kehilangan inspirasi, maka sebaiknya segera pindah lokasi. Pemilihan tempat disarankan yang sejuk, tenang dan didatangi oleh banyak orang. Misalnya taman, kafe maupun perpustakaan. Ketika berada di tempat baru, kamu akan mendapatkan suasana baru yang harapannya akan membawa energi positif bagi kelancaran skripsimu. Kesempatan untuk 'gagal fokus' juga akan berkurang ketika banyak orang berada di sekelilingmu. Mereka mungkin melihat setiap gerak-gerikmu. Apa nggak malu cuma nulis bab satu lalu selanjutnya main melulu?

2. Ingat Prinsip “Ibu Mengandung”

Advertisement

Target 9 Bulan! via https://www.beritajogja.id

Kehamilan normal biasanya berlangsung selama 38-40 minggu atau sekitar 9 bulan persalinan. Jika lebih lama dari jangka waktu tersebut, maka kehamilan dianggap lewat waktu dan dilakukan tindakan untuk melahirkan bayi dengan segera. Nah, prinsip mengandung selama 9 bulan ini wajib dihayati oleh para mahasiswa yang lagi mengerjakan skripsi.

Makin cepat selesai tentunya makin bagus, tetapi akan sama saja jika mengerjakannya asal-asalan. Ketika memasuki masa skripsi, kamu perlu membuat timeline sendiri sesuai dengan kemampuan. Jangan terlalu santai, tapi juga jangan terlalu muluk-muluk. Sembilan bulan merupakan waktu yang cukup lama untuk menentukan judul, menyusun proposal, melakukan penelitian dan menuliskan hasilnya. Tentu saja hal ini harus dibarengi oleh perencanaan yang matang, berikut strateginya agar kamu bisa menaklukkan skripsi dan dosen pembimbing dengan mudah. Prinsip ibu mengandung ini harus terus diingat. Jika tidak akan dilakukan tindakan segera berupa drop out, seperti halnya melahirkan bayi dalam kandungan tersebut.

3. Pesan Pernak-Pernik Wisuda

Kamu suka yang mana?? via https://www.adylahaquee.wordpress.com

Siapa yang nggak tergoda dengan hadiah-hadiah khas wisuda ini? Ragamnya sangat banyak mulai dari makanan, boneka, buket bunga, hadiah-hadiah handmade hingga selempang yang bertuliskan nama dengan gelar sarjanamu. Sebelum kamu mendapatkan dari orang lain di hari kelulusanmu, boleh dong kalau misalnya kamu mau pesan dulu biar siap untuk hari H? Ketika benda-benda lucu ini dapat kamu lihat setiap hari, pastinya akan tumbuh keinginan untuk segera mengenakannya dan memamerkannya kepada orang lain di hari bahagiamu nanti. Motivasi juga bisa datang dari mana saja, kan?

4. Datang ke Wisudaan

Congraduation! via https://www.youtube.com

Ada yang bilang bahwa motivasi terbesar dalam hidup datangnya dari diri sendiri. Datang ke wisudaan merupakan salah satu cara memotivasi diri sendiri agar bisa segera lulus. Ketika datang ke wisudaan teman seangkatan, pasti perasaan jadi nggak karuan. Bahagia campur ngenes juga. Ikut bahagia karena perjuangan teman akhirnya terbayarkan dengan sempurna, tapi ngenes karena kita sendiri masih nggak ada gregetnya buat lulus. Setelah melihat dia menggunakan toga, muncul pertanyaan dalam dirimu "apakah kamu mau selamanya jadi mahasiswa?"

Wisuda bisa jadi momentum titik balik kamu. Euforia meraih gelar sarjana tentu saja sangat terasa di hari itu. Tidak hanya mengenakan pakaian terbaik dan berias agar penampilan makin menarik, tetapi juga merupakan salah satu kejadian tak terlupakan sebagai pencapaian dalam hidup. Setelah wisuda, kamu sudah sepenuhnya mandiri dan mampu menentukan nasibmu sendiri.

5. Buat janji dengan orang terdekat

siap dilamar~! via https://www.www.muvila.com

Tak bisa dipungkiri bahwa kamu juga butuh dukungan dari orang-orang terdekat untuk segera lulus. Salah satu cara yang dapat membuat kamu makin semangat adalah dengan buat janji pada mereka lalu buktikan bahwa kamu nggak pernah main-main dengan hal itu. Sebuah janji harus ditepati, maka kamu harus berusaha untuk tidak mengingkari!
Selain buat janji, minta mereka untuk selalu mengingatkanmu untuk menjalani kewajiban itu. Berdoa bersama dan saling menguatkan antar teman seangkatan juga ampuh untuk mengobarkan semangat kamu lagi ketika sedang lelah dan putus asa. Ingatkan saja dirimu bahwa mereka yang namanya kamu cantumkan di lembar persembahan skripsimu akan bangga dan bahagia ketika kamu mewujudkannya, tak hanya sekedar kata.

Nah, sudah siapkah kamu menjadi seorang sarjana?