Teruntuk mahasiswa yang sedang menjalani kehidupan bangku kuliah kususnya mahasiswa baru, proses adaptasi dari masa SMA ke dunia perkuliahan memang tidaklah mudah. Ada kalanya diawal-awal kita sesumbar, bangga, berapi-api dan yakin dengan jurusan yang kita pilih. Namun dipertengahan perkuliahan tak sedikit diantara kita yang "merasa tersesat".

Kalo dilihat-lihat gue bakat deh jadi arsitek atau perancang busana, eh... tapi jadi wartawan juga  ok 

Bukan alasan yang tepat untuk memfonis diri kalau ternyata kita salah jurusan. Bisa jadi itu cuman 1,2,3 dari ratusan bakat yang kita miliki. Kalau ditengah jalan kita merasa lelah,capek dan ampun-ampun buat tetap bertahan dijurusan pilihan kita itu, inget ini : 

 

1. Berapa banyak waktu,uang dan pengorbanan lain yang sia-sia?

Biaya kuliah di era kita boleh dibilang "mahal", meski banyak subsidi tetap saja banyak diantara teman-teman kita yang  tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan bangku kuliah. Kalau kita bisa mendapatkan kesempatan itu dan menyia-nyiakannya, tak merasa berdosakah kita?

Usia belasan kita hampir habis. Sampai kapan terombang-ambing dalam kebimbangan?

Orang tua dan banyak orang yang ikut berusaha dan mendoakan kesuksesan kita. Apakah kita ingin mengecewakan mereka dengan ego kita?

2. Siapa yang harus bertanggung jawab atas masa depan kita?

Bukan anak-anak lagi lebih tepatnya. Kita sudah diambang akhir usia belasan. Masa labil harusnya berlalu. Bimbang sah-sah saja. Akan tetapi apakah hidup terus-terusan dalam kebimbangan? Bagaimana dengan hari esok? Apa yang terjadi dengan masa depan? Tuhan akan marah jika kita tidak mampu mempertanggung jawabkan hidup kita kelak. Bukannya masa depan tercermin dari usaha kita sekarang?

3. Bagaimanapun itu pilihan kita bukan?

Setiap pilihan menawarkan risiko dengan tingkatan berbeda-beda. Perlunya berfikir sebelum menentukan pilihan terlihat jelas saat kita sudah memilih dan menjalani pilihan itu. Akui saja itu pilihan kita, sepahit apapun kenyataanya mungkin ada banyak hal manis yang masih Tuhan simpan. Kita tidak tau kan? 

4. Orang sukses banyak jalan

Anak tetangga saya Bu, lulusan ilmu komputer alhamdulillah sekarang bisa jadi pengusaha kain batik yang sukses sampai manca negara.

Saya lulusan PGSD, puji syukur sekarang bisa punya tambak udang yang besar. 

Yah saya sih lulusan ilmu Biologi, tapi saya malah sukses di dunia perbankan.

Tidak bisa dipungkiri , sedikit banyak apa yang kita pelajari di bangku kuliah sekarang mempengaruhi karir kita kedepanya. Namun, tidak ada tanda mutlak yang membatasi bahwa seorang ini, kuliah ini dan harus menjadi ini. Percaya atau tidak sukses itu banyak jalan.

5. Witing tresno jalaran soko kulino kan ?

Pepatah jawa yang pas buat kita yang "ngaku" salah jurusan. Tumbuhnya cinta karena terbiasa. Biasakan,biasakan,dan biasakan. Cintai dan cintai. Paksa sepahit apapun. Ikhlaskan ego kita untuk pergi jauh. Tumbuhkan rasa cinta dan rasa cinta itu yang akan membawa kita melesat melebihi yang lain bahkan teman-teman terhebat kita.

6. Tuhan tidak pernah bermain-main dengan nasib hambanya

Jelas. Sampai detik ini kita hidup, banyak pencapaian yang telah kita dapatkan. Jatuh bangun dalam perjalanan hidup yang keras kita di hari yang lalu dapat kita rasakan dampaknya sekarang. UN atau Ujian Kelulusan yang mengancam hidup sudah kita lalui, berebut bangku kuliah di Universitas idaman kita sudah kita lalui. Percayalah, usahamu dan pencapaianmu sekarang adalah bagian dengan skenario Tuhan. Enjoy, nikmati dan ingat Tuhan tidak pernah bermain-main dengan nasib hambanya.