Peran ibu menempatkan perempuan dengan berbagai pilihan. Asalkan cerdas menjalankan peran ini, ibu bisa menyeimbangkan kesibukan domestik dengan kebahagiaan dirinya, juga bersama dengan anak, dan pasangannya. Peran utama perempuan di sector domestic adalah sebagai ibu yang mengandung dan mendidik anak. Banyak perempuan yang menganggap bahwa pengasuhan dan pendidikan anak ini bisa dilakukan oleh orang lain. Tetapi sebenarnya kalau kita melihat, dari sisi kognitif mungkin masih bisa digantikan, oleh orang lain. Tetapi pembinaan dari sisi afektif, rasa pengembangan emosional anak, itu sangat sulit apabila diserahkan kepada orang lain. Maka dari itu perempuan tidak bisa bicara hanya sekedar mendidik anak dari sisi kualitas saja tanpa memperhatikan kuantitas waktu untuk mendidik anak.

 

1. Super-mother

super-mother

super-mother via https://www.google.co.id

Menjadi seorang ibu rumah tangga tentu bukanlah pekerjaan mudah. Banyak hal penting yang langsung berada dalam kendali kita mulai dari mengurus kebutuhan suami, anak-anak, kebersihan rumah, ketersediaan menu makanan dan hal-hal kecil lainnya yang tak terhitung banyaknya. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik, wanita perlu bekerja selama dua puluh empat jam non-stop.
Namun demikian ketika seorang wanita sudah menikah dan dikarunai putra-putri yang lucu, bukan berarti bahwa pengaktualisasian dirinya akan berhanti pada dua peran maha penting yang telah disandangnya, seorang istri dan seorang ibu. Bila dapat mengatur waktu dengan cerdas dan terencana. Bukan tidak mungkin seorang ibu rumah tangga mampu menempuh pencapaian pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Tentu saja dibutuhkan kerja ekstra keras dan disiplin waktu untuk melakukannya.
Nah, berikut tips menjadi Ibu Rumah Tangga Sambil Kuliah :
1.    Membuat jadwal kegiatan
2.    Membuat batasan waktu untuk setiap kegiatan
3.    Beristirahat dengan cukup agar kondisi tubuh selalu prima
4.    Merancang menu masakan
5.    Ganti waktu senggang nonton tv dengan belajar dan mengerjakan tugas kuliah
Nah, Bunda, selamat menjadi seorang multitasker!

 

2. Untukmu Ibuku

Hari Ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember akan segera tiba, tepatnya tinggal enam hari lagi. Sudahkah kamu menyiapkan hadiah untuk ibumu? Rasanya pasti sangat sulit untuk mencari kado atau hadiah yang senilai dengan kasih sayang yang telah diberikan oleh seorang ibu.
Tak ada hadiah yang lebih mahal dari kasih sayang seorang ibu. Tapi memang tidak ada salahnya untuk memberikan dia kado di hari yang sangat istimewa ini. Bingung? Coba pikirkan apa yang ibumu suka, mulai dari makanan hingga barang-barang yang sering ia beli dan gunakan?
Masih bingung? Kalau dipikir dan diingat-ingat, tanpa harus diminta atau diberi tahu seorang ibu pasti akan tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh anaknya, mulai dari makanan atau bahkan wangi pengharum ruangan yang kamu suka.
Seorang ibu pasti akan mendahulukan kepentingan anaknya, saat makan malam ia rela menahan lapar demi menunggu anak-anaknya pulang, lalu makan bersama. Walau terkadang kata-kata ini sering kali keluar,”Ma, aku pulang maleman ya ada urusan mendadak.”
Luangkan waktu untuk selalu berada di samping ibu. Dan berkumpul dan bersamalah dengan ibu untuk rayakan Hari Ibu pada 22 Desember nanti. Jangan lupa untuk ucapkan ‘I love you Mom!’ setiap harinya.

 

3. Tahun Baru

malam tahun baru

malam tahun baru via http://dbagus.com

SEJARAH DAN CARA MERAYAKAN DI MASA LAMPAU

Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas. Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar. Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

 

4. Tips Menyelesaikan Tugas Kuliah yang Menumpuk

tugas kuliah

tugas kuliah via https://img.okezone.com

Dunia perkuliahan biasanya cukup identik dengan mahasiswa dan tugas-tugas kuliah, serta banyak aktivitas yang terlibat dalam kegiatan perkuliahan, hal tersebut sudah biasa dialami oleh mahasiswa. Tugas-tugas kuliah yang diberikan biasanya terdiri dari berbagai macam jenis, seperti membuat makalah ,presentasi,dll. Setiap tugas yang diberikan oleh para dosen memiliki tingkat kesulitan masing-masing.
Pada kenyataannya , tidak sedikit mahasiswa yang menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya sampai menit-menit terakhir waktu pengumpulan tugas. Mereka yang menyelesaikan tugas sampai detik-detik terakhir waktu pengumpulan tugas dinamakan deadliners. Dalam mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, mahasiswa berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan semua tugas-tugas kuliah yang ada sebelum terlambat.
Tak jarang mereka begadang untuk menyelesaikan tugasnya sampai tengah malam atau pagi. Sebenarnya, begadang dapat menimbulkan stress karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada system di dalam tubuh . Seharusnya tubuh sudah harus beristirahat pada jam tertentu diwaktu malam . Namun ketika begadang , tubuh dipacu untuk terus bekerja esktra dalam menyelesaikan tugas kuliah. Jika stress ini berlanjut , maka sistem kekebalan tubuh dapat menurun dan akan mengakibatkan sakit.
Setelah kita tahu sumber-sumber stress, yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi deadline tugas kuliah adalah :

1. Mengatur waktu dengan baik ( time management )
Aturlah waktu dengan baik, dengan cara mengatur jadwal dan prioritas. Dengan menentukan prioritas , kita dapat melakukan hal-hal apa saja yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Kemudian dengan mengatur jadwal , maka kita dapat menyusun sebuah perencanaan dari jauh hari sebelum tiba saatnya pengumpulan tugas mengenai apa saja yang harus dikerjakan sehingga tugas tidak dibiarkan menumpuk.
Dengan jadwal yang tersusun rapih, mereka dapat mengatur waktu kapan mereka akan mengerjakan tugas, dan meluangkan waktunya untuk bersantai , ataupun hendak melakukan aktivitas lainnya.
2.  Berusaha untuk enjoy / menjalani hidup dengan lebih rileks, maka respon terhadap    tubuh kita pun akan terasa rileks dan santai.
3.  Tentunya dengan istirahat yang cukup, karena jika tubuh diistirahatkan dengan cukup, maka badan akan terasa fresh dan dalam mengerjakan tugas kuliah pun akan terasa ringan.

5. Tips Menghadapi UAS dengan SKS (Sistem Kebut Semalam)

Setelah kuliah selama satu semester, kelulusan kita umumnya ditentukan oleh ujian akhir semester selama satu atau dua jam. Sebetulnya sih sepertinya tidak adil, namun apa daya kita tidak dapat merubahnya dan harus menghadapinya. Gambar konyol diatas mungkin mewakilkan betapa stressnya mahasiswa atau pelajar SMP/SMA  menghadapi UAS. Makanya boleh dong kalau kita sama-sama berbagi tips-tips jitu yang sering digunakan menjelang ujian. Disini saya akan berbagi sedikit tips yang pernah saya pakai sebelum menghadapi ujian.

1.Malu Bertanya Sesat Di Jalan
Nyontek? Bukann!! Pengalaman saya justru karena nyontek seringkali jawab pilihan ganda yang udah kita yakini malah jadi salah. Maksud dari bertanya disini ialah jangan ragu bertanya kepada guru atau dosen pengajar tentang materi apa saja yang akan diujikan di ujian nanti. Pengalaman gua biasanya mereka memberi tahu materi, bab-bab yang akan keluar nanti di lembar pertanyaan ujian. tetapi kadang ada juga dosen atau guru yang enggan memberi tahu bahkan menjawabnya dengan lelucon yang bikin kita malu. Hehehe. Tapi nggak ada salahnya kan kita bertanya bagaimana soal yang akan diujikan agar saat belajar kita bisa pelajari benar-benar apa saja yang akan diujikan nanti?


2.Pelajari Soal Terdahulu
Buat mata kuliah atau mata pelajaran tertentu, beberapa dosen/guru ada yang malas untuk membuat soal baru. Jadi kita bisa bertanya apa sih soal-soal yang akan dujikan diujian nanti kepada kelas lain yang ujiannya lebih dulu dari kelas kita atau soal-soal dari tahun terdahulu yang bisa kita dapatkan dari kakak kelas kita. Walaupun soal tersebut tidak bisa menjadi acuan buat kita belajar. Namun jika kita beruntung soal yang diujikan terdahulu sering kali memiliki banyak persamaan dengan soal yang akan diujikan nanti loh!

3. Stop Cramming! Susun Rencana Belajar!
Kebiasaan nih pelajar zaman sekarang karena banyaknya kegiatan di sekolah atau kampus jadi nggak punya waktu buat belajar hingga akhirnya baru ingat besok ujian terpaksa harus cramming. Oh iya, buat yang nggak tau apa itu cramming, cramming itu istilah baru dalam bahasa inggris untuk belajar semalaman suntuk sebelum ujian. Kalau bahasa di belakang pantat truk bisa dibilang “Begadang demi tugas” Hahaha…Frown Tapi dari artikel yang saya dapat, justru cramming malah berbahaya untuk daya ingat kita saat ujian. Karena kondisi otak kita saat bergadang dan belajar dalam kondisi yang penat ditambah panik, justru otak kita lelah dan tidak sanggup menerima pelajaran yang kita pelajari untuk persiapan ujian besoknya. Idealnya otak manusia dapat menerima pelajaran saat kondisi tenang dan gelombang otak yang rendah.

        Bagaimana cara memperoleh kondisi maksimal otak menerima pelajaran? Caranya gampang. Pada saat malam hari jangan tidur terlalu malam dan sebaiknya sebelum tidur melakukan hal yang menyenangkan seperti menonton film komedi, main game atau lakukan kegiatan yang tidak membuat stress agar saat tidur kita tidak gelisah karena memikirkan ujian besok. Besoknya bangunlah di pagi hari sekitar jam 3 menjelang 4 subuh dan mulailah belajar. Biasanya saya melakukan hal tersebut karena yang saya rasakan cara tersebut lebih cepat menyerap pelajaran dibanding cramming. Juga cara seperti ini membuat kita lebih segar pada saat ujian. Jangan lupa sarapan nasi dan lauk bergizi agar kita benar-benar siap untuk ujian di pagi hari.Jika kalian punya rencana sendiri untuk belajar, silahkan digunakan dan direncanakan sebelum ujian agar kalian benar-benar siap menghadapi ujian.

4. Latihan Terus Menerus
Pada dasarnya memang kita semua harus belajar terus menerus, jangan hanya ketika akan ujian saja kita baru belajar. Untuk pelajaran bahasa, book based test, hal ini tidak bisa kita pelajari instan. Sebaiknya gunakan waktu untuk mencicil ingatan kita dalam pelajaran tersebut di pagi hari selama 30 menit atau lebih agar terpatri di otak kita. Nah, sekedar saran dari yang biasa saya lakukan. Biasanya saya suka sedikit nyolong-nyolong belajar sekitar 10-15 menit di perjalanan seperti di Bis, Kereta, atau saat naik kendaraan lainnya. Mungkin bagi beberapa orang belajar di mobil itu bikin pusing karena guncangannya. Nggak ada salahnya kan kalau pelajarannya itu kita rekan di HP kita agar bisa diulang-ulang saat naik kendaraan?

5. Buatlah Catatan Raksasa Yang Ditempel Di Dinding
Ini cara yang saya dapatkan dari guru saya waktu SMA. Beliau pernah bercerita kepada kami di kelas bahwa ia selalu menuliskan kertas-kertas bekas dengan rumus-rumus matematika, fisika, kimia dll di setiap sudut rumahnya demi anak-anaknya agar mereka bisa hafal rumus karena terbiasa melihatnya dirumah, bukan karena sengaja menghafal.  Dan hebatnya karena cara tersebut, anak-anak beliau menjadi orang-orang yang sukses diterima di perguruan tinggi negeri terbaik


 6.  Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)
       Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.


7. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.


8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari.


9. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian. Atau kata lain membuat rangkuman materi yang kita pelajar. Bisa juga membuat peta konsep, karena ini akan menambah daya ingat kita akan materi pelajaran.


10. Membaca Adalah Kunci Belajar
Ingat pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Akan tetapi jika tidak dibaca hal ini juga sama saja, tidak ada artinya. Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.


11. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.


12. Hapalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.


13. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.


14.Latih Sendiri Kemampuan Kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.


15.. Sediakan Waktu Untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.


Yang terakhir adalah persiapkan mental (psikis) kalian, jika materi sudah anda kuasai tanpa didukung dengan mental (psikis) yang baik maka hal itu akan mengurangi kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Tidak sedikit yang mengalami demam panggung (grogi, kurang pd) pada saat ujian, hal ini akan membuat konsentrasi kita terpecah dan materi pelajaran yang semula kita kuasa akan lupa pada saat ujian. Anggap ujian itu seperti ulangan harian saja, tidak usah takut, optimis kalau kita bisa.

SEMOGA BISA BERMANFAAT….
SUKSES UJIANNYA…