Banyak orang yang memilih untuk menghindar. Mencoba untuk menghindari kegagalan dan memilih jalan aman adalah hal yang wajar bagi mereka yang lebih cepat merasa puas dengan hal-hal kecil dan itu akan lebih baik daripada harus mempertaruhkan segalanya kemudian gagal.

 

1. Kegagalan meyadarkan kita untuk melakukan improvement

 improvement the focus learning

improvement the focus learning via https://everywherelearning.wordpress.com

Kegagalan adalah jalan yang kamu butuhkan untuk mendapatkan kesuksesan yang besar. Meskipun dalam perjalanan, kamu menghadapi banyak kekecewaan yang menggoda untuk mundur dan menyerah. Tapi, kegagalan akan membuat impian kita lebih berharga. Bisakah kita membayangkan bagaimana jika bisa berpartisipasi dalam olimpiade, mendapatkan beasiswa, atau menjadi entrepreneur muda dan mendapatkan beberapa penghargaan? semua itu mungkin tidak akan berarti banyak jika kita mendapatkannya dengan mudah.

Kegagalan memberikan kesempatan bagi kita untuk menganalisis dan melihat kembali apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki agar tepat berada dijalan yang kita tuju. Mungkin saja strategi yang telah kita rancang dan kita jalani selama ini sudah melenceng dari jalan itu. Atau mungkin jalan yang kita pilih itu salah dan membawa dan akan menyakitkan kita dimasa depan.

2. Ujian apakah yang benar-benar kita jalani?

Never Give Up

Never Give Up via https://www.maxmanroe.com

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, ada harga yang harus dibayar. Misalkan saja jika kamu meminjam sejumlah modal kepada bank dengan jumlah yang besar, pasti bank tidak langsung menerima permohanan peminjaman. Karena untuk menghindari berbagai resiko dan apakah kamu layak untuk menerimanya, kamu harus menjalani berbagai prosedur. Atau bagaikan seorang pendaki, untuk mencapai puncak, dia harus berani menghadapi tantangan dari alam. Mulai dari jalan setapak, mendaki, dan melawan suhu yang ekstrim. Jika tidak mampu dan menyerah, maka ia tidak layak untuk berdiri di puncak dan jalan yang telah dilalui sebelumnya tidak akan berarti apa-apa. Begitu juga dengan kegagalan, dimana dia sedang memberikan pilihan kepada kita untuk maju atau berhenti dan menguji seberapa kuat keinginan kita sebelum melangkah lebih jauh lagi. Jika kamu sudah memilih, maka kamu harus mempertanggung jawabkan pilihan itu.

3. Memberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik

Terkadang apa yang kita dapat membuat kita lupa siapa diri kita. Lupa kepada keluarga, lupa dengan lingkungan sekitar, tidak peduli dengan hal-hal lain, sombong, dan lupa sama Tuhan. Namun kegagalan akan menyadarkan siapa dan darimana diri kita berasal. Hingga akhirnya membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

4. Mempertemukanmu dengan orang baru

Mempertemukanmu dengan orang baru

Mempertemukanmu dengan orang baru via https://www.google.co.id

Misalkan ketika kamu mendapatkan hasil ujian final yang buruk dari suatu mata kuliah dan membuatmu harus mengulang mata kuliah yang sama di tahun berikutnya. Tapi siapa sangka, walaupun kamu harus mengulang mata kuliah yang sama, tapi dosen yang mengajarnya membuat kamu jauh lebih mengerti dan lebih mudah menyerap daripada dosen yang sebelumnya. Hingga akhirnya kamu lulus dengan nilai A. Benefit yang kamu dapat, ilmunya mudah diserap dan nilai kamu jauh lebih bagus. Atau mungkin kamu juga dipertemukan dengan seseorang.

Memang tidak mudah untuk keluar dari kegagalan. Pada saat itulah memaksa kita untuk percaya pada diri sendiri di saat orang lain meragukannya dan menunjukkan siapa orang-orang disekitar kita. Gagal berarti melawan rasa bersalah, kecewa, dan bahkan membuat harga diri jatuh. Tapi siapa yang menyangka jika esok semua berakhir. Peluang keberhasilan itu senilai dengan resiko kegagalan. Jika siap untuk sukses, berarti harus siap untuk gagal.

5. Peningkatan adalah komitmen setiap hari

Peningkatan adalah komitmen setiap hari

Peningkatan adalah komitmen setiap hari via http://www.andriewongso.com

Ketika kita menginginkan peninngkatan, perkembangan yang terus menerus harus menjadi kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sesekali. Motivasi mungkin saja dapat membuat kita melakukan sesuatu, namun kebiasaan yang positif membangun dan melatih kita untuk tetap mengembangkan diri.

Ada dua hal yang dapat membantu kita untuk menjadikan peningkatan sebagai komitmen yang dilakukan setiap hari. Pertama adalah intention atau bertujuan. Setiap hari kita bertujuan untuk mendapatkan suatu peningkatan. Hal ini akan membangun mind-set kita untuk mencari sesuatu yang dapat meningkatkan diri kita setiap hari. Kedua adalah contemplation atau perenungan. Waktu sendiri merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengembangan diri sendiri. Melakukan self-talk yang positif mengenai tantangan yang kita hadapi, pengalaman, dan pengamatan yang kita lakukan dapat menumbuhkan perspektif yang baik untuk diri sendiri.