Paham bahwa waktu begitu berharga, sepadan dengan dirimu yang selalu ada dikala suka dan duka.
Aku tak ingin membuang waktu percuma dengan berusaha menjelaskan sesuatu yang seringkali kamu pinta.
Percuma kamu habiskan waktu sia-sia dengan berharap sesuatu pada diriku yang hanya seorang manusia.

Ada banyak hal demi kebaikan bersama yang sedang dibangun, maka bersabarlah! Toh jika memang jodoh, ya tak akan lari gunung dikejar, bukan?


 

 

1. Pendidikan : Tinggal semeseter akhir, kamu yang sabar ya!

Akhir menuju awal

Akhir menuju awal via https://www.google.co.id

Namanya juga ilmu pengetahuan, semakin jauh berjalan, semakin tau bahwa ternyata saat ini kita belum ada apa-apanya. 

Pengalaman memberikan pembelajaran baru.
Kadang ada ketakutan dimana diri tidak akan bisa berjalan jauh.
Meski banyak yang masih kurang, semoga dapat terus diperbaiki di pengalaman-pengalaman selanjutnya.

Jadi, wajar kan kalo faktor ini harus diselesaikan terlebih dahulu demi kebaikan kita nantinya.

2. Pekerjaan: Pastinya demi kebaikan kehidupan kita

A Good Beginning, Makes A Good Ending

A Good Beginning, Makes A Good Ending via https://www.google.co.id

Bermodalkan cinta saja tidak cukup untuk hidup berdua, terlebih jika nantinya tambah anggota. Tidakkah kamu setuju jika ku katakan bahwa perlu pekerjaan yang layak dan penghasilan mapan demi ketentraman masa depan. Memang bisa saja mengajakmu berjuang bersama dari bawah. Tapi tak tega rasanya.

Padahal sih karena belum siap menambah tanggungjawab membawa anak orang 😀

3. Tujuan: Kupikir tak salah jika menapaki kesempurnaan agama dengan cara elegan

Family Parenting

Family Parenting via https://www.google.co.id

Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi hidup. Namun tetap saja kita yang memilih, dan Allah yang menentukan. Bagaimanapun masa depan kita, mau jadi seperti apa kita, itu adalah pilihan dan semua tergantung pada diri kita masing-masing. Namun, tugasku adalah membawa diriku, dengan sebaik-baiknya bersama masa depanku baik-baik, termasuk kamu. Intinya sih beri waktu untuk menyelesaikan tujuan hidup yang selama ini ingin dicapai.

Atau sebenarnya karena belum rela lepas dari asiknya nongkrong bareng teman, futsal, basket, ngopi, hhmmm... kalau sudah berkeluarga kan sudah beda.

4. Pasangan: Biarkan aku menjadi benar-benar layak sebagai pasanganmu nantinya

Terkadang rindu hanya butuh meluangkan waktu untuk bertemu

Terkadang rindu hanya butuh meluangkan waktu untuk bertemu via https://www.google.co.id

Bahwa hidup ini bukan tentang diri sendiri, tapi juga tentang orang-orang disekitar. Bahwa hidup itu harus sukses, jadi kerja keras yang harus selalu dilakukan. Dan dengan begitu, jelas menambah rasa percaya diri untuk datang menghampirimu. 

Bisa juga karena belum siap mental berbincang serius dengan bapak dan ibu kamu, walau bertemu sudah sering.

5. Keluarga: Ini tentang aku, kamu, dan juga keluarga kita

All About Us

All About Us via https://www.google.co.id

Kita sepakat, bahwa pelaminan bukan semata-mata menyatukan aku dan kamu, namun juga keluargaku beserta keluargamu. Kecocokan pun tak boleh egois tentang kita berdua, memperhatian kecocokan keluarga juga perlu, bukan?

Pun begitu, perlu waktu untuk menjalin kecocokan, mengerti perbedaan, dan yang terpenting memperkuat hubungan tranferensial yang kian melekatkan.

6. Teman: Tetaplah menjadi teman, tak peduli walau sudah dibatasi ikatan

F R I E N D S

F R I E N D S via https://www.google.co.id

Ada kekhawatiran jika setelah menempuh hidup yang baru, akan ada perbedaan yang datang menimpa. Salah satunya adalah jatah quality time bersama teman-teman absurd seperjuangan. Pengaruhnya jelas, tak lagi bisa sebebas kala masih lajang. Kehidupan keluarga tentu menjadi utama. Jadi perlu mental yang matang agar tak ada lagi penyesalan.

Yaaa, walau sebenarnya nggak ngaruh juga, toh pasangan kita juga termasuk teman sejati yang justru lebih setia, bukan?

7. Hobi: Kalau faktor satu ini justru paling ditakuti

Streeet Futsal

Streeet Futsal via https://www.google.co.id

Dari sekian banyak faktor yang menjadi alasan, hobi jelas menjadi alasan paliiiiinngg sulit ditingalkan. Seringnya teman yang sudah berkeluarga bercerita bahwa waktu untuk menggeluti hobi tak lagi cukup untuk dinikmati. Tapi disatu sisi, timbul pemikiran bahwa hidup memang harus berganti, bukan? 

Toh, mungkin akan muncul hobi baru yang bisa dicuptakan bareng pasangan. 😀

Nah, kalau kamu? Faktor apa sih yang bikin kalian menunda untuk lanjut ke hubungan yang lebih serius? Atau apa yang menjadi alasan pasanganmu untuk menunda hal tersebut?

Boleh lho tag/ mention/ share ke orangnya langsung, sekalian kirim kode gitu! Hahaha...