Sementara ini, Bumi masih menjadi planet satu satunya yang dapat di huni oleh manusia. Padahal banyak ilmuan yang sudah menemukan planet baru yang mereka katakan mirip dengan bumi. Tapi biasanya, ilmuwan akan terkendala jarak yang berjuta tahun cahaya yang menghambat penelitiannya. Hingga akhirnya penemuan planet yang baru itu hanya sebagai penghias laman berita ataupun jurnal penelitian.

Beberapa hari lalu masyarakat merayakan hari bumi tepat sehari hari Kartini dirayakan. Kalau Hari Kartini ini adalah yang ke-138, maka tidak ada yang tau pasti ini hari bumi yang keberapa. Mungkin sudah mencapai ratusan juta ataupun Milyaran tahun sejak bumi ini terbentuk. Perayaan hari bumi tepat setelah hari Kartini tidak hanya dipandang faktor kebetulan semata. Perayaan keduanya yang berdekatan tentunya memiliki hubungan tersendiri. Bumi adalah wanita. Mengapa bisa begitu?
 

 

1. Peradaban Dunia Telah Membuktikan

peradaban

peradaban via http://kepoan.com

Peradaban manusia di berbagai dunia telah melabeli bahwa bumi adalah wanita. Orang Arab menyebut bumi sebagai muanas dalam struktur kebahasaan mereka. Kata muanas menunjukkan arti perempuan sehingga tata bahasa kata bumi atau dalam bahasa Arab disebut Ardi mengikuti kaedah muanas tersebut.

2. Ibu Pertiwi

Indah Dewi Pertiwi

Indah Dewi Pertiwi via http://tribunnews.com

Manusia nusantara telah lama mengenal dan menghargai bumi sebagai tempat bernaung. Bumi nusantara disebut sebagai Ibu Pertiwi bukan Bapak Pertiwi. Bumi nusantara yang telah memberikan semua nikmat kepada nusantara adalah sebabnya. Kesuburan sehingga mudah bercocok tanam adalah salah satu cerminan sifat wanita yang rela memberi. Kesuburan wanita juga berarti mereka siap menerima pembuahan dari pasangannya. Ibu siap memberikan aneka hasil kekayaan alam kepada manusia Nusantara

3. Gelar Bangsawan Jawa Dulu

Bangsawan Jawa

Bangsawan Jawa via http://pinkkorset.com

Gelar kebangsawan Kerajaan Mataram Islam yang di dirikan oleh Pangeran Mangkubumi juga memberi contoh bentuk penghargaan dan penghormatan orang Jawa kepada wanita. Bumi sebagai wanita 'dipangku' sebagai tanda penghormatan yang tinggi, dan yang berhak memangku tidak lain dan tidak bukan memang harus lelaki. Sebuah konsep penghargaan kepada wanita yang dari dulu telah dicontohkan kepada rakyatnya.

4. Ada Langit Sebagai Lelakinya

Bumi dan Langit

Bumi dan Langit via http://makintau.com

Bumi sebagai wanita dan langit sebagai lelakinya. Langit menaungi bumi, memberi kepadanya hujan untuk medukung kesuburan bumi. Adil bukan?